Pengembangan 4 Kawasan Wisata Diprioritaskan


Jumat, 08 April 2016 - 04:15:40 WIB

PADANG, HALUAN — Ke­seriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam me­ngem­bangkan pariwisata masih se­tengah hati. Buktinya, tahun ini hanya 4 daerah wisata yang di­ako­modir untuk pen­gem­ba­ngannya, antara lain, Bukittinggi, Maninjau, Singkarak dan Men­tawai dengan anggaran dari APBN masing-masing daerah mendapatkan Rp700 juta.

Menurut Kepala Dinas Ke­budayaan dan Pariwisata Sum­bar, Burhasman Bur, keempat daerah tersebut merupakan daerah unggulan di bidang pariwisata dan memiliki nilai jual yang tinggi. Sementara daerah lain yang ingin me­ngembangkan kepariwisataan, harus membuat sendiri ren­cana induk dan detail setiap kawasan. Ini bukan bentuk menganaktirikan atau ada yang jadi anak kandung.

“Sebenarnya ada lima dae­rah yang menjadi prioritas kita, termasuk Pesisir Selatan. Na­mun, Pesisir selatan sudah dibenahi tahun lalu,” ucapnya.

Jika daerah lain memiliki objek wisata menarik atau punya nilai jual bidang pa­riwisata, diharapkan membuat rencana induk dan rencana detail kawasan sendiri. Se­dangkan provinsi  akan mem­bantu untuk me­ngem­bang­kannya. Saat ini, tambah Bur­hasman Bur, pe­ngembangan empat kawasan tersebut sedang dalam proses tender.

Me­nurut Kepala Dinas Ke­bu­dayaan dan Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi, Kota Pa­dang sudah memiliki ren­cana induk dan pe­ngem­ba­ngan. Perencanaan ini ter­tuang dalam Detail Engineering Design (DED).  

Tidak fokusnya pe­ngem­bangan wisata di Sumbar, juga dikritisi Pengamat Pa­riwisata dari Unand, Sari Lenggogeni. Ia melihat, Sumbar belum me­miliki persiapan memadai un­tuk pengembangan pari­wi­sata. Untuk itu Sumbar harus kan­to­ngi mas­ter plan un­tuk me­nata semuanya dari ka­bu­paten/kota di Sumbar.  Di sam­ping itu, ego sektoral instansi pe­ngelola juga menjadi kelemahan yang harus menjadi perhatian.

“Potensi pariwisata harus memiliki konsep yang jelas dan segmentasi yang jelas pula. Pemerintah dan pelaku pari­wisata harus melakukan kajian, segmen seperti apa yang akan dikembangkan dan pang­sa pasar mana yang akan dibidik,” katanya.

Di sini terlihat ego sek­toral masih menjadi peng­ganjal pe­ngembangan pari­wisata. Un­tuk menciptakan suasana nya­man dan aman, harus terjalin ker­ja sama lintas sektoral. Ter­masuk juga ma­syarakat lokal ha­rus dili­batkan dalam pe­ngembangan objek wisata. (h/ows)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 29 Februari 2016 - 03:41:46 WIB

    Pengembangan Wisata Belum Memadai

    PADANG, HALUAN — Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menilai Sumbar belum memiliki persiapan yang memadai untuk pengembangan pariwisata. Salah satu kendala utamanya yakni belum adanya perencanaan pengembangan pariwisata yang.
  • Sabtu, 02 Januari 2016 - 03:37:11 WIB
    Harapan Warga

    Pengembangan Wisata Jangan Fokus Pantai Saja

    PADANG, HALUAN — Se­jumlah warga Kota Padang mengharapkan agar pe­me­rintah setempat dapat mem­bangun tempat hiburan yang representatif dan nyaman bagi pengunjung..
  • Rabu, 29 Juli 2015 - 19:54:04 WIB

    Kemen-PUPR Dukung Pengembangan Air Baku PDAM

    PADANG, HALUAN — Ke­men­terian Pekerjaan U­m­um dan Perumahan Ra­kyat (PU­PR) mendukung pe­ngem­bangan air baku di Kota Padang. Hal tersebut di­sam­paikan Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku K.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]