Polisi Ungkap Gula non SNI Asal Sumbar


Jumat, 08 April 2016 - 15:56:44 WIB

PADANG, HALUAN — Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditres­krim­sus) Polda Sumut mengungkap kasus peredaran gula dalam ribuan kardus yang diduga illegal. Polisi setempat mengambil tindakan setelah gula ini diduga gula siap edar tanpa label SNI (Standar Nasional Indonesia) yang diproduksi di Sumbar

Dikutip dari situs berita tribunmedan, ri­buan kardus karton berisi gula itu men­capai 25 ton. Gula sebanyak itu disita Pol­da Sumut bersama dua truk. Dila­porkan, 25 ton gula itu diamankan dari dua lokasi, Serdang Bedagai dan Tanjung Mulia. Saat ini 25 ton dan pemilik gudang sudah diamankan dan diperiksa di Polda Sumut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Pol Ahmad Hay­dar mengatakan, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi terungkap bahwa gula siap edar tanpa label Standart Nasional Indonesia (SNI) diproduksi di Sumatera Barat, Padang.

“Dari pemeriksaan saksi-saksi diketa­hui gula-gula ini diproduksi dari Padang, “ungkap Ahmad Haydar.

Kegiatan ini terbongkar saat Polda Sumut menemukan gu­dang atau kilang padi yang dija­dikan lokasi penimbunan gula bermerk Berlian Jaya atau Si Putih di Kabupaten Serdang Bedagai.

Saat ini Polda Sumut juga masih melakukan pengemba­ngan sebelum nantinya akan berko­ordinasi dengan Polda Sumatera Barat. Sejauh ini, dua pemilik gudang juga sudah diperiksa.

“Nanti setelah pengem­ba­ngan dan pemeriksa saksi-saksi kami akan baru akan berkoor­dinasi dengan Polda Sumbar. Saat ini gula asal Padang ini diedarkan di Medan,” kata Haydar.

Pejabat terkait di Sumbar yang dihubungi Haluan tadi malam membantah adanya pro­duksi gula di Sumbar. Menurut Kadisperindag Sumbar Mudrika di Sumbar tidak ada produksi gula, apalagi sampai di ekspor ke luar daerah Sumbar. Hanya saja, di Sumbar ada kebun tebu seperti di puncak lawang, tetapi bukan memproduksi gula.

Saat disebutkan adanya pem­beritaan tersebut, mantan Pj Bupati Sijunjung ini mengaku belum mengetahui berita terse­but. Tetapi, pihaknya meyakinkan kalau gula itu bukan berasal dari Sumbar. Selama ini pihaknya ketat melakukan pengawasan terhadap produk yang diedarkan keluar dari Sumbar.

“Saya belum mengetahui beri­ta tersebut. Tetapi, saya yakinkan kalau itu mengada-ngada dan mengaku dari Sum­bar,”paparnya.

Selama ini, untuk produk industri seperti gula sudah dila­kukan SNI. Karena SNI ini penting bagi sebuah produk.

Dalam kasus ini kepolisian me­nerapkan dua pasal, pertama Pasal 120 UU RI No 3 Tahun 2014 tentang perindustrian de­ngan pidana di atas lima tahun pen­jara atau denda Rp 3 miliar dan Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1 UU RI No 8 tahun 1999 ter­lntang perlindungan konsu­men dengan pidana di atas lima ta­hun atau denda Rp 2 miliar.(h/ows)

 

 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]