Wisata Sektor Andalan

Prospek Investasi 2016 Cerah


Sabtu, 09 April 2016 - 05:00:52 WIB

PADANG, HALUAN — Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Izin Terpadu Kota Padang (BPMP2T) Kota Padang me­nargetkan investasi pada 2016, naik 15 persen dari tahun sebelumnya.

Baik itu untuk Pena­na­man Modal Asing  (PMA) dan Pe­nanaman Modal Da­lam Negeri (PMDN). De­m­i­kian dika­takan Didi Aryadi,  K­e­pala BPMP2T Kota Pa­dang pada Haluan di Padang, Jumat (8/4).

“Peningkatan 15 persen untuk  PMA dan PMDN itu merupakan target realistis pariwisata Kota Padang me­lihat maraknya geliat Pari­wisata Di Kota Padang.

Tak hanya hanya PMA dan PMDN, penanaman mo­d­al langsung oleh ma­sya­rakat di tahun 2016 ini juga bakal diperkirakan me­ning­kat se­iring membaiknya pere­kon­o­mian.

Apalagi ada rencana bank yang menurunkan su­ku bunga kredit sehingga akan me­m­buat gairah in­ves­tor untuk me­nanamkan mo­dal ber­tam­bah,” terang Didi.

Terkait izin usaha untuk perusahaan asing, Didi men­jelaskan, dimulai dengan men­daftar ke DKPM. Me­la­por ke daerah tujuan atau lo­kasi tempat me­rea­li­sa­sikan modal.

Lalu mengurus izin pe­na­naman modal di daerah, un­tuk selanjutnya mengurus izin ganguan serta mengurus IMB dan akta notaris,” ung­kapnya menjelaskan.

Terkait potensi pe­na­na­man modal di Kota Pa­dang, Didi mengungkapkan sulit Pa­dang menjadi ka­wa­san In­dustri, karena posisi Kota Pa­dang berada ka­wasan pantai barat.

Pemilik modal lebih me­milih untuk mendirikan ka­wasan pabrik di daerah pantai timur, hal ini karena dekat dengan pusat per­da­gangan global yakni Si­nga­pur dan malaka,” ungkap Didi.

Tingkatkan Pariwisata

Di tempat terpisah, Budi Syukur dari Kamar dagang dan Industri  (Kadin) Kota Padang mengatakan sektor pariwisata hal yang utama untuk menarik para investor ke Kota Padang.

“Iklim investasi di Kota Padang cukup kondusif un­tuk penanaman modal, khu­susnya pariwisata, hal ini bisa kita lihat dari maraknya pem­bangun hotel be­la­kangan ini,” jelas Budi Syu­kur.

Sedangkan pengamat Eko­nomi Syamsul Amar dari Unand menjelasakan, sekor pariwisata di Sumbar tidak akan bisa maju  apa lagi me­narik penanam mo­dal jika pariwisata tidak di kelola dengan baik.

Untuk menarik jumlah wistawan ke kota Padang, selain terus berbenah, juga harus konsisten, jangan ada lagi pemalakkan di lokasi wisata, harga menu ma­kanan yang tidak jelas serta WC umun yang kurang me­madai,

“Apa jadinya jika wisa­tawan makan sepotong ren­dang harus bayar Rp200 ribu, selain itu, sejak turun bandara hingga me­ni­ngal­kan Kota Padang juga harus me­nye­nangkan.

Mulai dari sopir taksi hin­gga pedagang harus me­la­yani dengan ramah. Pari­wisata yang baik meski di ujung dunia pun akan di datangi wisatawan,” pung­kas Syamsul anwar. (h/mg-ysn)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]