Terlibat Narkoba

Polres Pasaman Tahan Tiga Warga Binaan


Sabtu, 09 April 2016 - 05:05:43 WIB
Polres Pasaman Tahan Tiga Warga Binaan

PASAMAN, HALUAN — Kapolres Pasaman AKBP Agoeng Suryonegoro Widajat menyebutkan, pihaknya telah menahan tiga warga binaan rumah tahanan (rutan) kelas 2B Lubuksikaping yang terlibat narkoba. Dua di antaranya kedapatan oleh petugas (sipir) mengonsumsi sabu-sabu di dalam rutan.

Demikian juga dengan satu lagi warga binaan ber­nama Mansyurah yang di­nyatakan positif narkotika setelah dilakukan tes urine oleh tim gabungan pihak rutan bersama polisi dan dinas terkait.

“Mansyurah tetap kami dalami, apakah dia me­ngon­sumsi narkotika atau me­mang obat tidur seperti pe­nga­kuannya,” ujar Kapolres.

Ketiga warga binaan tersebut, adalah narapidana dalam kasus pe­nya­lah­gu­naan narkotika juga.

Kapolres juga me­ne­kan­kan kepada pihak rutan Lu­buk­sikaping, untuk mem­pe­rketat pengawasan. “Harus diperketat pengawasan, apa­kah pengawasan terhadap ta­mu atau pengawasan pen­jaga, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti peredaran (keluar-masuk) narkoba ke dalam rutan,” jelas AKBP Agoeng SW.

Perwira melati dua itu tidak mau berkomentar banyak tentang kedisiplinan dan pengawasan yang di­te­rapkan oleh rutan. Ter­ma­suk adanya handphone di ta­ngan warga binaan. “Kalau tentang adanya warga bi­naan yang memakai hand­phone, saya rasa itu aturan di internal Menkumham. Biarlah internal mereka yang mengaudit atau me­ner­tibkan,” sebut Kapolres.

Sebelumnya, dua orang warga binaan Rumah Ta­hanan (Rutan) Kelas 2 B Lubuksikaping, tertangkap basah sedang mengonsumsi sabu-sabu, Senin 4 April 2016 sekitar pukul 14.15 WIB. Dua orang terpidana yang ditangkap itu adalah EL dan MT, mereka di­amankan oleh petugas ber­sama pipet bekas menghisap sabu-sabu dan satu unit handphone.

Kepala Rutan Kelas 2B Lubuksikaping, Edi Kas­man menyebutkan, pi­hak­nya sudah melakukan pe­nga­wasan dan kontrol yang ketat kepada warga binaan dan pengunjung.

Soal handphone, kata Edi Kasman, sejak ia ditu­gaskan ke Rutan Lu­buk­sikaping, sudah ditekankan bahwa tidak ada warga bi­naan yang punya hand­phone. Ia mengaku telah menghabisi handphone yang dipegang warga binaan.

Namun, kini ada pula kasus ditemukan warga bi­naan memiliki handphone, menurutnya, itu di luar kon­trol.

“Yang namanya pe­nga­wasan, tetaplah sangat ketat, ter­masuk handphone, apa­lagi barang-barang ter­larang. Na­mun, keterbatasan pe­tugas, siapa saja tamu warga binaan ini, tidak semua terpantau percakapan dan aktivitasnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ter­dapat kekurangan tenaga pe­nga­wasan di rutan itu. Sistem sift atau regu, di­mana ada 4 regu yang me­ngawas di ru­tan itu se­tiap harinya. Satu regu terdiri 4 orang, kecuali malam. Kalau malam, itu ada 6 orang yang piket.

Edi Kasman pun me­ngaku, selaku pimpinan, dia terus mengingatkan pada bawahannya disetiap apel pa­gi dan sore, untuk mela­kukan tugas pengawasan yang ketat. Apalagi dia sa­dar, bahwa rutan sedang disorot publik terkait peredaran narkoba di lapas dan rutan. (h/col)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]