Kasus DBD di Agam Merenggut Korban Jiwa


Sabtu, 09 April 2016 - 05:12:20 WIB

AGAM, HALUAN — Setelah satu keluarga di Kabupaten Solok terjangkiti penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga makan korban satu nyawa, kini hal serupa juga terjadi di Agam, tepatnya di Lubuk Basung. Seorang penderita demam berdarah, menghembuskan nafas terakhirnya setelah satu hari di rawat, di RSUD Lubuk Basung, Jumat (8/4), sekitar pukul 14.15 WIB.

Korban meninggal adalah Eri Zubir berusia 59 tahun pensiunan Bank Nagari warga Luhak gadang, Pincuran Tujuh, Kenagarian Lubuk Basung, Kecamatan Lu­buk Basung. Sebelumnya kasus demam berdarah sempat mere­bak di pincuran Tujuh. Akibat Peristiwa tersebut menyebabkan Lubuk Basung ditingkatkan sta­tusnya menjadi wilayah kejadian luar biasa.

Peningkatan kasus demam berdarah sudah mulai terjadi sejak akhir 2015. Berdasarkan data dihimpun dari data RSUD Lubuk Basung, untuk tahun 2016 sampai bulan April telah terjadi lebih kurang 195 kasus demam berdarah, dengan rincian, pada bulan Januari terjadi 69 kasus, pada bulan Februari terjadi 59 Kasus, pada bulan Maret 55 kasus, dan pada bulan April, terjadi 12 kasus.

Dari jumlah tersebut, terja­dinya kasus DBD didominasi dari Lubuk Basung. Tindakan lemahnya primary head care pencegahan merebaknya penya­kit oleh dinas terkait dinilai menjadi penyebab sampai jatuh­nya korban jiwa dari demam berdarah.  Terakhir merebaknya demam berdarah dipicuran tujuh cukup mencemaskan masyara­kat.

Harus ada tindakan nyata agar tidak ada lagi jatuh korban jiwa selanjutnya. Kurang maksi­malnya penanganan, diduga akibat banyak alat fonging yang rusak. Saat dikonfirmasi kepala dinas terkait sudah tidak ada di tempat, sementara Sekretaris Dinas Kesehatan tidak menge­tahui. Kasus ini merupakan pelajaran bagi penanganan kasus demam berdarah.

Direktur RSUD Lubuk Ba­sung, dr Bakhrizal, Jumat (8/4) membenarkan, jika seorang pa­sien Penderita DBD di rumah sakit tersebut telah meninggal atas nama Eri Zubir. Ia menga­takan, korban terjangkit DBD tersebut masuk pada, Kamis (7/4) pagi kemarin sekitar pukul 7.30 WIB. Saat diterima ia lang­sung mendapatkan perawatan Intensif.

“ Benar seoroang pasien kita meningal dunia akibat DBD. Pihak rumah sakit sudah mem­berikan pertolongan maksimal. Saat pertama kali masuk ia lang­sung masuk ruangan Intensif. Namun nasib berkata lain,” katanya.

Ia menjelaskan, demam ber­da­rah sangat berbahaya, dia tidak akan melihat besar kecilnya fisik seseorang. Berdasarkan diaknosa dokter korban masuk Ke RSUD Lubuk Basung pada hari kelima setelah terjangkit. Ini merupakan vase kritis, dimana seseorang bisa selamat, atau tidak bisa di ter­tolong.

Kepala Dinas Kesehatan Kabu­paten Agam, Indra Rusli melalui telepon selularnya me­ngaku, sudah melakukan tinda­kan serius untuk menekan penye­baran kasus demam berdarah, dengan melakukan foging pada tempat yang banyak ditemukan kasus. Namun foging tidak hanya untuk membutuh nyamuk dewasa.

Menurutnya, Dinas Kese­hatan senantiasa berupaya seop­timal mungkin menekan hal tersebut. Secara umum pening­ka­takan kasus demam berdarah tersebut terjadi hampir pada seluruh daerah, tidak di Kabu­paten Agam.

“ Penyuluhan terhadap kese­ha­tan terus ditingkatkan, kemu­dian foging pada tempat-tempat yang riskan. Namun cara yang paling efektif adalah melakukan hidup bersih serta melakukan tiga M yaitu, pertama Menutup, tutup dengan rapat bak mandi agar nyamuk tidak masuk dan bersarang, karena nyamuk senang menetas di air bersih yang me­nggenang,” ungkapnya.

Kemudian kedua menguras, kuraslah bak mandi, minimal 1 minggu sekali, agar nyamuk tidak masuk dan bersarang didalam­nya. Ketiga Menimbun, Timbun kaleng atau wadah kosong yang berisi air ke dalam tanah, agar nyamuk tidak menemukan tem­pat untuk bertelur.

“Dalam penyebaran demam berdarah menjaga kebersihan tempat tinggal sangat menentu­kan. Oleh sebab itu ia mengim­bau kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan mulai dari lingkungan terdekat,” ung­kapnya.

Dikatakan Indra, banyak tem­pat-tempat bersarang serta berkembangnya nyamuk demam berdarah yang luput dari per­hatian masyarakat, seperti dispen­ser, tempat penampungan air di kulkas, pot-pot bu­nga. Biasanya jentik nyamuk bemam berdarah berkembang pada air yang jernih. Selain itu ada baik­nya memelihara ikan sehingga bisa memakan jentik-jentik nyamuk.

Ketua Komisi I Bidang Peme­rintahan Dan Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam, Feri Adrianto mendesak supaya Din­kes setempat bisa menangani korban DBD sehingga korban jiwa tidak terulang serta penye­baran demam bedarah bisa dite­kan. Jangan menganggap sepele dengan penyakit ini, taruhannya adalah nyawa.

Kemudian Puskesmas yang berada paling dekat dengan warga yang terserang DBD juga ha­rus bisa melakukan monitoring sekaligus melaporkan kemung­kinan buruk ke Dinkes Agam supaya bisa segera dilakukan penanganannya supaya tidak menjadi hal seperti ini. Ini meru­pakan pekerjaan rumah besar secara bersama khusunya instasi terkait. (h/yat)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]