Jelang MNEK, Kopaska Simulasi Antiteror


Sabtu, 09 April 2016 - 05:13:07 WIB
Jelang MNEK, Kopaska Simulasi Antiteror SEJUMLAH anggota tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) bersenjata lengkap melakukan pengamanan VVIP di Hotel Pangeran Beach Padang, Jumat (8/4). (RIVO SEPTI ANDRIES)

PADANG, HALUAN — Se­jumlah pengunjung Hotel Pa­ngeran Beach, pada Jumat (8/4) sekitar pukul 08.00 WIB terlihat panik. Bukan kerena badai atau pun razia yang dilakukan oleh Sat Pol PP, tapi sekelompok orang bersenjata (teroris) mengacau dan ingin menggagalkan acara ice brea­king (acara awal Sail Komodo 2016) yang hadiri oleh Kepala Staff Angkatan Laut berbagai negara di hotel yang berlokasi di tepi pantai tersebut.

Duaar…terdengar suara tembakan, dan beberapa kali letusan lainnya dari ruang makan (restoran) yang berada di tepi pantai. Satu orang petu­gas ring satu (intelijen) tewas tertembak oleh pria yang me­ma­kai kemeja merah dan kaca­mata hitam itu.

Sambil memegang senjata laras panjang, teroris tersebut mencoba menembak petugas yang berada di sekitar lokasi dan menyandera seorang pe­ngunjung. Melihat kejadian tersebut, intelijen lainnya meng­hubungi Komando Pasu­kan Katak (Kopaska) dengan radio sambil berlari ke dalam hotel. 

Pria tegap tersebut pun menantang petugas keamanan dengan menyemburkan peluru ke atas. Sekitar kurang dari 10 menit tiga Sea Rider (kapal cepat Kopaska) mendekati bibir pantai, dan langsung menuju restoran yang hanya berjarak sekitar pan­jang lapangan futsal itu. Tidak hanya dari pantai tim Kopaska lainnya juga menyerbu dari arah samping hotel menggunakan kendaraan khusus (P3 Chetaah).

Tidak terelakan, pertempu­ran pun terjadi antara si teroris dengan Kopaska. Satu orang teroris tewas tertembak oleh senjata HK 416 milik Kopaska. Namun pertempuran belum ber­henti, teroris lainnya menggu­nakan sniper dari lantai atas hotel mencoba menghalangi tim untuk masuk. Kopaska dari unit lain pun diterjunkan menggunakan helikopter, saling tembak terjadi dari jarak jauh dan berhasil melumpuhkan teroris tersebut.

Sementara di laut, tim Ko­paska atau yang sering disebut manusia “katak” tersebut meng­gunakan Sea Raider mengejar kapal milik teroris yang mem­bantu aksi tersebut. Dikepung oleh dua Sea Rider, kapal ber­warna putih milik teroris pun berhasil dipumpuhkan. Sealn­jutnya iim penjinak bom pun ikut diterjunkan untuk mengamankan bom yang dipasang oleh teroris di pantai untuk diledakan.

Aksi pertempuan yang dila­ku­kan oleh Kopaska tersebut bagian dari simulasi dalam pe­nga­manan tamu VVIP di Hotel Pangeran Beach. Sejumlah pe­ting­gi negara lain direncanankan akan me­nginap saat acara Sail Komodo 2016 pada tanggal 12-16 April.

“Semua Kepala Staff Ang­katan Laut (KSAL) dari negara lain akan menginap disini. Untuk itu perlu kontijensi pengama­nan,” ujar Komandan Detasemen IV Kopaska dari Armada Barat (Armabar), Kapten Laut (P) Edy Tirtayasa.

Edy menjelaskan, skenario yang dilalukan oleh Kopaska adalah mengamankan tamu VVIP pada Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016 ini. Namun menjelang acara ada lima orang teroris yang akan mengggalkan acara internasional tersebut. Kopaska sebagai pasu­kan khusus TNI AL berusaha meggagalkan aksi tersebut de­ngan menerjunkan beberapa unit se­perti dari tim Explosive Ord­nance Dispossal (EOD) dan Ranjau Laut, tim Quick Reaction Force (QRF), Pengamana Laut (Pam Laut), Pengamanan Tertu­tup (Pam Tup/intelijen), dan Penga­manan Terbuka (Pam Buka).

“Pasukan yang kami turun­kan sekitar 100 personil Kopas­ka. Dan semua tim turun me­ngamankan ini, termasuk dari POM AL, dan pengamanan sa­tuan samping seperti Korem, Lanud, dan Polri,” terangnya.

Sementara Komandan Sa­tuan Kopaska Armabar, Kolonel Laut (E) Monang H Sitompul menjelaskan, pengamanan dari Kopaska bertugas mengamankan tamu VVIP seperti petinggi negara asing dan penjagaan kapal.

“Ini kontijensi yang kami lakukan, jadi apabila ini terjadi maka Kopaska akan menga­mankan para tamu dan memba­waya ke laut menuju kapal negara mereka masing-masing,” ungkapnya.

Kopaska yang ikut simulasi pengamanan VVIP membawa senjata lengkap seperti senjata laras panjang AR 15/M4A1, HK 416, dari jenis pistol memakai Sig Sauer P226 dan jenis Glock 17, 19. Senjata tersebut merupakan persenjataan yang juga dipakai oleh pasukan khusus negara besar lainnya seperti Navy Seal Amerika.

Komando Pasukan Katak disingkat Kopaska adalah pa­sukan khusus dari TNI Angkatan Laut. Semboyan dari korps ini adalah “Tan Hana Wighna Tan Sirna” yang berarti “tak ada rintangan yang tak dapat diatasi”. Sedangkan tugas “Manusia Ka­tak” dalam Operasi Amphibi seperti Beach Recconaisance, Post Reconnaisance, Beach Clea­ring, SUROB (Surf Obser­va­tion), Operasi Khusus, Sabotase / Anti Sabotase (Teror), Clan­destein, Combat SAR, Mine Clearance Ops, Send and Pick up agent dan Operasi Tambahan seperti PAM VIP VVIP & Objek Vital, Underwater Survey, SAR, Underwater Salvage, Factual Information Gathering. (h/rvo)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]