Gubernur Kepulauan Riau Tutup Usia


Sabtu, 09 April 2016 - 05:13:47 WIB
Gubernur Kepulauan Riau Tutup Usia Sejumlah orang membawa peti jenazah Almarhum Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani menuju ambulans di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, Jum’at (8/4). (ANTARA)

TANJUNGPINANG, HA­LU­AN — Duka mendalam dirasakan masyarakat Provinsi Ke­pu­lauan Riau. Hal itu menyusul wafatnya Gubernur Kepri, H Muhammad Sani dalam usia 74 tahun, Jumat (8/4) sekitar pukul 15.15 WIB di Rumah Sakit Abdi Mulyo, Jakarta. Sani menghadap kepada Ilahi karena sakit.

Ketua DPRD Kepri, Ju­maga Nadeak mengaku, sebe­lum meninggal, Sani sempat jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit di Singapura. 

“Beliau kemarin sempat sakit dan dilarikan ke rumah sakit di Singapura, sekitar 4 hingga 5 hari. Namun, seper­tinya beliau memaksakan diri untuk mengikuti rapat guber­nur dan wakil Gubernur bers­ama presiden, Jumat ini. Pa­da­hal, seharusnya beliau isti­rahat dulu di Singapura,” ujarnya.

Sesampainya di Jakarta, kondisi Sani tiba-tiba menu­run dan dilarikan ke Rumah Sakit Abdi Mulyo.

“Beberapa saat dirawat, akhirnya dokter rumah sakit menyatakan Pak Gubernur meninggal,” ungkap Jumaga.

Kabar duka itu menyebar. Presiden Joko Widodo dan Wakil Presdien, Jusul Kalla pun turun melayat almarhum di Rumah Sakit Abdi Mulyo. Wakil Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun menyambut kedatangan pelayat yang da­tang dari berbagai kalangan didampingi Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dis­penda) Kepri, Isdianto.

Tampak Panglima Ko­man­do Strategi Angkatan Daerah (Pangkostrad) Edy Rahmayadi, Bupati Bintan, Apri Sujadi, Bupati Anambas, Abdul Haris, Anggota DPRD Batam, Ruslan Pasole, Drs. Syamsul Bahrum dan sejum­lah pejabat penting Kepri lainnya.

Kabag Humas Pemprov Kepri Rizal mengatakan, je­na­zah Ayah Sani Jumat ma­lam langsung diterbangkan dari Jakarta ke Tanjung­pi­nang. Selanjutnya dibawa ke rumah duka, Jalan Cem­pe­dak, Tanjungpinang.

Selanjutnya, pada pagi ini (Sabtu, 9/4) jenazahnya dise­ma­yamkan di Gedung Daerah Tan­jungpinang sebelum dimakam­kan di Taman Makam Pahlawan (TMP) di Jalan Gatot Subroto, KM 5 Bawah, Tanjungpinang.

Sebelumnya masyarakat Ke­pri juga kehilangan putra terbaik­nya. Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Robert Iwan Lorioux, 4 Februari 2016 lalu, meninggal dunia karena serangan jantung.

Kabar meninggalnya Sani cukup mengejutkan masyarakat. Masyarakat yang menerima pesan tentang berita duka itu langsung mengecek kebenaran ke sejumlah pihak yang dianggap tahu tentang infromasi tersebut.

“Saya awalnya tidak percaya. Kaget juga. Tapi setelah saya cek ke orang-orang dekat Pak Sani, mereka membenarkan,” ungkap Hubertus LD, salah satu pendu­kung Sani-Nurdin dalam Pemili­han Gubernur Kepri 2015 lalu.

Ia mengaku merasa sangat kehilangan atas kepergian putra terbaik Kepri ini. Katanya, jarang sosok seperti almarhum. “Pak Sani itu baik, bijak dan me­ngayomi,” kata Hubertus menge­nang H. Muhammad Sani.

Berita meninggalnya Sani juga heboh di media sosial. Di jejaring sosial facebook, para facebooker ramai-ramai me­nyam­paikan ucapakan bela sung­ka atas kepergian Sani.

Innalillahi wainnailihi rozhiun, kami dr jajaran GEMA MINANG ikut berduka atas berpulangnya ke rahmatullah GUB KEPRI Bpk M SANI, semoga amal ibadah beliau dite­rima di sisi allah saw dn keluarga yg ditinggal tabah selalu,amin,” tulis Yuhendri, Ketua Generasi Muda Minang (GEMA MI­NANG) Kota Batam.

Hal yang sama juga disampai­kan DPD KNPI Kepri, serta anggota DPR RI, Nyat Kadir. “Selamat jalan Bang semoga amal ibadah Abang diterima Allah SWT, Amin,” tulis Nyat di laman Facebooknya.

Mengenang Sani

Kepergian Muhammad Sani meninggalkan banyak memori di benak anak buah, kerabat dan seluruh masyarakat Kepri. Ke­pala Badan Pemberdayaan Mas­ya­rakat Desa Provinsi Kepri, Buralimar mengenang Sani seba­gai sosok yang tidak pernah tua dan tidak pernah lelah bekerja dan mengabdi untuk kesejah­teraan Kepri.

“Daya ingatnya luar biasa, tidak pernah lupa. Luar biasa,” ujarnya.

Di masa hidupnya, Muham­mad Sani menjadi aspirasi ba­nyak pihak. Sani memulai karier sebagai pegawai rendahan di Kecamatan Bintan Timur yang kerjanya hanya membuat am­plop, kemudian pelan-pelan kariernya terus menanjak hingga menjadi camat, bupati, hingga gubernur dua periode.

Kakek enam cucu itu me­ngang­gap hidupnya penuh de­ngan keberuntungan. Bagai Un­tung Sabut, sesuai dengan judul biografinya yang diluncurkan 15 Mei 2011.

Untung sabut bermakna tidak ada orang yang dapat meng­hindar dari takdir, dan manusia mau tidak mau harus akur de­ngan takdir. Sani lahir dari ke­luarga tergo­long miskin di Parit Mang­kil, Desa Sungai Ungar, Tan­jungbatu Kundur, Karimun, Ke­pu­lauan Riau pada 11 Mei 1942.

Dalam peluncuran buku, sekira lima tahun lalu itu, Sani menjabarkan keberuntungan demi keberuntungan yang di­alaminya.

Misalnya saja, saat patah semangat karena tidak mampu membayar uang sekolah, seorang guru ilmu ukur sudut (mate­matika), Simanjuntak, datang ke rumah dan membujuk supaya sekolah lagi tanpa dipungut biaya.

Semasa hidupnya, Sani men­duduki banyak jabatan, antara lain Camat Mandau (1973-1976), Kabag Personalia Kantor Wali Kota Pekanbaru (1976-1978), menyelesaikan studi kesarjanaan di Institut Ilmu Pemerintahan, Jakarta (1978-1980) kemudian  menjadi Camat Bintan Timur (1980-1982), Wali Kota Tan­jungpinang (1985-1993), Sekre­taris Daerah Kodya Batam (1996-1999), Bupati Karimun (2001-2005), Wagub Kepri (2005-2010). (hk/cw99/eza/ant)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 18 November 2016 - 00:07:50 WIB

    Gubernur Imbau Polisi Berikan Rasa Aman ke Masyarakat

    TANJUNGPINANG, HA­LUAN — Guber­nur Kepri, Nur­din Basirun mengimbau agar armada kepolisian dapat terus memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh ma­syarakat di Provinsi Kepri..
  • Senin, 26 September 2016 - 01:32:38 WIB

    Gubernur Kepri Tolak Penambahan SKPD

    Gubernur Kepri Tolak Penambahan SKPD TANJUNGPINANG, HALUAN — Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menolak penambahan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru dengan alasan defisit anggaran..
  • Rabu, 24 Agustus 2016 - 03:44:59 WIB

    Kepri Masih Tanpa Wagub, Gubernur Dikhawatirkan Kewalahan

    Kepri Masih Tanpa Wagub, Gubernur Dikhawatirkan Kewalahan BATAM, HALUAN — Politisi senior Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Kepri, Amir Hakim mengatakan bahwa pengisian posisi Wakil Gubernur (Wagub) Kepri sifatnya mendesak, demi keberlanjutan roda pemerintahan. Alasan ya.
  • Selasa, 09 Agustus 2016 - 03:16:59 WIB

    Gubernur Diminta Tak Akomodir KNPI Tandingan

    BATAM, HALUAN — De­wan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) dan Majelis Belia Malaysia (MBM) me­ng­gelar pertemuan di Batam, Kepulauan Riau, pada pada 5-7 Agustus 2016..
  • Selasa, 19 Juli 2016 - 05:48:05 WIB

    Gubernur Fokus Benahi Pariwisata

    Gubernur Fokus Benahi Pariwisata Pekanbaru, Haluan — Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mem­fokuskan pembenahan infrastruktur di daerah potensi wisata dan perbaikan dilakukan sejalan dengan promosi yang sedang gencar dilakukan di bumi melayu tersebut..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]