Tabahnya Ibu Penderita Bayi Cacat Tengkorak Kepala


Sabtu, 09 April 2016 - 05:14:51 WIB
Tabahnya Ibu Penderita Bayi Cacat Tengkorak Kepala SUKARMI (30) terlihat pasrah dan tabah menghadapi cobaan yang menimpa keluarganya dimana bayinya, Siti Aisyah (2,3) menderita kelainan struktur wajah dan kelainan otak.

Bayi Perempuan bernama Siti Aisyah yang lahir 18 Januari 2016 dan mengalami cacat sejak lahir itu terkulai di pangkuan ibunya, Sukarmi (30). Berbagai cara ditempuh Sukarmi bersama sang suami, Udin (31) untuk membawa buah cintanya berobat ke Kota Padang, jauh-jauh dari Koto Gadang Jaya, Jorong Koja, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat kediaman mereka.

Rasa lelah perjalanan mereka dengan mobil dari kampung halamannya tidak menyurutkan niat Sukarmi dan Udin untuk memulihkan anaknya dari penyakit yang sering disebut Meningokel dan Labio Palato, sebuah penyakit dimana selaput otak menonjol keluar pada salah satu tengkorak kepala dan kelainan bentuk pada struktur wajah.

Sambil menyuapkan susu ke mulut bayinya dan mengusap lembut tubuh mungilnya, Sukar­mi berkisah kalau Siti Aisyah mulanya terlahir dalam keadaan normal, pada 18 Januari 2014.

Aisyah sendiri terlahir nor­mal dengan berat badan 1,8 kilogram. Namun seiring berja­lannya waktu, ada keanehan di wajahnya, dimulai dari hidung yang sumbing sampai di kening, otak yang menyembul keluar, sementara tengkoraknya kecil.

Pembengkakan itu makin parah sejak sepekan terakhir, bahkan Aisyah mulai terserang demam. Balita malang itu tak memiliki tengkorak kepala dan tak bisa melihat. Bagian atas kepala terlihat menonjol. Ada warna kemerahan di sekeliling kepalanya yang bengkak. Bocah itu tak memiliki hidung dan bibirnya sumbing.

Sukarmi membungkus kepa­la si kecil dengan sehelai kain berwarna hijau agar tidak infeksi. “Sengaja ditutup pak agar nanti tidak datang lalat,” katanya de­ngan suara serak saat menunggu pemeriksaan darah di Labora­torium RSUP M Djamil Padang.

Aisyah sendiri bukan perta­ma kali menjalani pengobatan. Pada bulan Maret 2015 pernah dibawa ke RSUP M Djamil Padang, namun pada saat itu ditolak sebab ruang inkubator mengalami kerusakan, sehingga harus kembali ke rumah. Saat ini keluarga kecil tersebut dibantu oleh BPJS serta sumbangan dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) melalui Baznas Pasaman Barat.

Tak ada saudara di Padang menjadi masalah sendiri bagi Sukarmi dan Udin, jika tak ada rumah mereka juga akan susah nanti beristirahat apalagi peme­riksaan ini membutuhkan waktu yang panjang.

“Kita rencananya mencari rumah kontrakan di sini, untuk tempat menginap, sebab ini waktunya sangat panjang, kita juga didampingi oleh ibu Erna­wati Siregar (40) dari Pemerin­tahan Nagari setempat,” tutur­nya.

Lambatnya pengananan ter­ha­dap anak kedua tersebut lan­tara kehidupan mereka tergolong miskin, suaminya Udin hanya kerja serabutan sebagai buruh di PT Laras Inter Nusa (PT LIN). Sedangkan Sukarmi bekerja se­bagai tenaga pemupukan sawit di salah satu perkebunan swasta di Kabupaten Pasbar. “Untuk ma­kan saja tidak cukup pak apalagi untuk biaya pengobatan,” li­rihnya.

Saat ini, kondisi penyakit yang diderita Siti Aisyah semakin parah. Tak ada pilihan lain baginya selain menerima takdir dari Yang Maha Kuasa. Saat ini, Sukarmi hanya berharap ke­ajaiban buat Siti Aisyah. Kami hanya orang miskin yang tak mampu membiayai pengobatan untuk putri kandung kami sendiri

Dijadwalkan, Senin (11/4) mendatang, keluarga akan kem­bali ke RSUP M Jamil untuk mengetahui hasil dari tes darah balita tersebut. Sukarmi dan Udin berharap ada pihak yang tergugah untuk membantu ke­luar­ganya demi kesembuhan si kecil dimana biaya operasi untuk mengangkat penyakit yang dide­rita oleh Siti Aisyah mencapai Rp 1 miliar lebih.

“Kami sangat menerima ban­tuan dari berbagai pihak demi kesembuhan bayi kami ini. Kami tidak sanggup untuk membiayai sendiri, karena kami sendiri berasal dari keluarga kurang mampu,” harap perempuan ber­darah Jawa ini. (*)

 

Laporan: MUHAMMAD AIDIL

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]