PT KSI Terapkan Program Ramah Lingkungan


Senin, 11 April 2016 - 04:11:20 WIB
PT KSI Terapkan Program Ramah Lingkungan MANAGER pabrik KSI, Libranus saat melakukan pembakaran menggunakan flare untuk membakar gas yang overload Jumat (8/4). (JEFLI)

SOLSEL,HALUAN— PT Ken­cana Sawit Indonesia (KSI) Solok Selatan (Solsel) berhasil menerapkan program ramah lingkungan dengan mengolah limbah cair hasil penggilingan buah kelapa sawit menjadi energi listrik berkapasitas 500 kilowatt (Kw).

Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat PT KSI, Taufik jika luas total perkebunan sawit yang dike­lola perusahaannya seluas 10.000 hektare (ha). Namun, disediakan 2.000 ha untuk pelestarian lingkungan dan hutan lindung.

Sementara terkait prog­ram pengolahan limbah men­jadi listrik. Manager Pabrik PT KSI, Libranus kepada awak media, Jumat,(8/4) jika Limbah pengolahan kelapa sawit menghasilkan gas metan yang kemudian gas tersebut dikumpulkan kembali untuk dijadikan bahan bakar pem­bangkit tenaga listrik meng­gantikan solar.

Menurutnya, limbah cair hasil penggilingan dari pabrik dibuang ke kolam penam­pungan dan kemudian disalur­kan lagi ke dalam kolam yang sudah disediakan supaya gas metan tersebut tidak keluar.

Setelah itu, ujarnya, gas metan yang dihasilkan dialir­kan ke mesin pembangkit listrik untuk memutar turbin. “Untuk saat ini dari limbah PT KSI diperkirakan bisa meng­hasilkan listrik 500 kilowatt dan itu akan mengurangi ke­ter­gantungan kami terhadap solar guna produksi mesin,” tambahnya.

Saat produksi, sebutnya, pabrik PT KSI Solok Selatan membutuhkan listrik seba­nyak 900 kilowatt dan dengan adanya suplai dari energi limbah ini nantinya bisa me­ngu­rangi beban dan keter­gantungan terhadap solar.

Selain itu, listrik yang dihasilkan juga akan diman­faatkan untuk penerangan di kompleks perumahaan kar­yawan PT KSI yang hanya membutuhkan 200 kilowatt. Untuk saat ini, ujarnya, pihak­nya masih melakukan set dan “setting” mesin untuk listrik tenaga metan ini.

Selain untuk mengurangi ketergantungan terhadap so­lar, lanjutnya, program ini juga mengurangi efek rumah kaca di PT KSI.

Apabila gas metan yang ditangkap melebihi kapasitas (overload) maka akan dibuang dan langsung dibakar dengan alat pembakaran (Flare) yang sudah disiapkan.

Sementara itu Pelaksana tugas ketua DPRD Solsel, Ali Sabri Abas menerangkan jika hal positif yang dilakukan oleh PT KSI harus menjadi contoh bagi perusahaan sawit lainnya agar limbahnya tidak menye­bar ketempat lain sehingga mence­markan lingkungan. (h/jef)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]