IORA dan Sail Komodo


Senin, 11 April 2016 - 04:21:16 WIB

Dalam kurun waktu enam bulan, Padang sudah dijamah dua iven internasional yang sangat menge­mu­ka, yakni IORA (India Ocean Rim Asso­ciation) dan Sail Komodo. Bicara soal tamu yang hadir, tentu tidak sedikit. Untuk kepentingan pengembangan pariwisata, tentu berdampak signifikan.

IORA sendiri merupakan organisasi re­gio­nal utama di Samudera Hindia. Ada 21 ne­gara anggotanya. Organisasi kerja­sama ne­gara-negara asal benua Asia, Africa dan Aus­tralia itu  bertujuan  memfasilitasi kerja sa­ma antara negara anggota khususnya di enam bidang prioritas, yaitu trade and in­vest­ment, maritime safety and security, fishe­ries ma­na­ge­­ment, Tourism and cultural ex­ch­ange, Di­saster management, dan Aca­de­mics, scien­ce and technology cooperation gu­na men­dukung pembangunan dan kese­jah­teraan ang­gotanya.

Di balik itu semua, bagi Padang selaku host, tentu banyak manfaat yang dicapai. Lihat saja Pantai Padang ini. Kawasan wisata ini terlihat lebih tacelak dan menunjukkan identitasnya, terlepas  dari polemik pema­lakan. Belum lagi monumen IORA di depan LPC (Lapau Panjang Cimpago) yang jadi sasaran selfie dan wefie banyak pengunjung.

Ajang IORA termasuk salah satu kom­po­­­nen wisata, yakni jenis kegiatan MICE (Mee­ting, Incentive, Convention and Exhi­bi­tion). Akhir-akhir sektor bisnis ini telah sua­tu kecenderungan pada para pelaku pa­sar pariwisata untuk mengganti istilah ini men­jadi “The Meetings Industry”. Dunia MICE adalah dunia yang belum terjamah de­ngan baik di Indonesia. Padahal dunia MICE merupakan salah satu andalan pari­wisata di beberapa negara maju. Dunia MICE merupa­kan salah satu dunia bisnis yang menjanjikan.

Lalu, dengan Sail Komodo, jumlah pesertanya lebih besar. Ada 35 angkatan laut negara peserta yang ambil bagian pada kegiatan yang dipusatkan di Padang dan Mentawai.  Berbagai kegiatan disiapkan pelaksana. Sebagai host, Padang lagi-lagi mengambil momentum itu untuk melaku­kan pembenahan di sekitar pantai Padang.

Lihat saja di kawasan pantai Muaro Lasak. Kini telah berdiri dengan indahnya, sebuah monument yang diberi nama monu­ment perdamaian, lengkap dengan taman­nya. Dan di sini pula-lah nanti, Presiden Jokowi akan menjejakkan kakinya, meres­mi­kan monument tersebut yang masuk dalam kegiatan Sail Komodo 2016 ini.

Padahal, dua kawasan kawasan ini se­belumnya seperti akan sulit untuk di­be­reskan. Tapi melalui dua iven gadang yang me­nyita perhatian dunia, membuat Padang men­jadi lebih tacelak. Perlu dukungan un­tuk menjadikan Padang menja­di lebih baik hingga  mengundang decak kagum. Dua lapi­san, pemerintah dan masyarakatnya, harus­lah sejalan demi membaiki kualitas kota.

Tak kalah penting adalah, apa yang mesti dilakukan Pemko Padang setelah ini. Harus ada kreatifitas dan kejelian komponennya melalui jenis wisata MICE ini. Kreatif dalam memanfaatkan momen serta jeli saat mencari momen yang tentunya dikantongi pusat. Selain itu, kepercayaan yang sudah diterima, juga harus dipercaya sehingga akan makin mudah mendapat limpahan kegiatan MICE lainnya. Jika tidak, Pesisir Selatan dan Pariaman akan jadi pesaing terdekat untuk menyalip Padang, “mencu­ri” kepercayaan serta menjajakan keelokan alamnya, yang me­mang lebih elok dari Padang sendiri. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]