Sawahlunto – Kodim 0310 SSD

Gelar Festival Permainan Anak


Senin, 11 April 2016 - 04:32:12 WIB
Gelar Festival Permainan Anak SALAH satu permainan tradisional anak nusantara, dalam Festival Permainan Anak Nusantara. (FADIL)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Permainan tradisional anak-anak nusantara begitu beragam banyaknya. Dari permainan untuk anak laki-laki, anak perempuan hingga permainan yang dapat di­mainkan bersama antara anak laki-laki dan anak perempuan secara beramai-ramai.

Lebih dari ratusan per­mainan tradisional anak-anak yang menuntut kebersamaan, kerjasama, kedisiplinan dan kejujuran, hadir dan di­main­kan mereka yang masih be­rusia anak-anak, di era bawah 90-an.

Namun ketika perkem­bangan teknologi menyentuh, kehadiran beragam gadget yang dapat dimainkan secara individu tanpa bantuan te­man, maka era permainan tradisional anak-anak seolah ikut ditelan zaman.

Agaknya hal itu menjadi pendorong, Pemerintah Sa­wahlunto bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0310 Sawahlunto Sijunjung Dharmasraya, untuk meng­gelar Festival Permainan Anak Nusantara, Sabtu (9/4).

Festival yang dipusatkan di Lapangan Ombilin Sawah­lunto itu, menghadirkan lebih dari seribuan pelajar, dengan beragam permainan tradi­sional yang dimainkan. Keri­ngat dan peluhpun bercu­curan. “Permainan tradi­sional anak-anak memang menyita waktu dan tenaga, menuntut kerja sama, kedisi­pilinan, serta kejujuran,” ujar Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, ketika mengikuti per­mai­nan tali bersama bebe­rapa siswa dari sekolah dasar.

Di lapangan seluas lebih dari satu hektar itu, beragam permainan tradisionalpun digelar. Mulai dari badie-badie batuang, engrang tem­purung, mobil-mobilan ber­bahan batang kelapa, ollah hop, tam-tam buku, layang-layang, ular naga.

Selanjutnya permainan orang buta, semba lakon, terompah batok, lukah gilo, permainan lompat tali, teng­kelek, congkak, sepak tekong, pacu karung, terompa pan­jang, petak umpet, batu kam­par, bola api, dan banyak lagi”Permainan tradisional anak nusantara ini tidak kalah dengan permainan modern sekarang. Sebab permainan tradisional tercipta dan ter­bentuk berdasarkan nilai luhur sang kreasi, orang tua kita dulu,” ungkap bapak tiga anak itu.

Permainan tradisional juga mengedepankan nilai ketimuran dan unsur sosial. Sebab ada interaksi antara satu pemain dengan beberapa pemain lainnya. Baik di saat akan main, maupun begitu permainan usai.

Sementara itu, Danramil Talawi Sawahlunto, Kapten Suryanto mengatakan, kerja sama yang dilakukan Pe­merintah Sawahlunto dengan Kodim 0310 SSD, bertujuan untuk membangkitkan kem­bali permainan tradisional anak Indonesia, khususnya anak Sawahlunto.

Menurut penghobi segala permainan tradisional kelahi­ran 1 Mei 1962 itu, mem­bangkitkan permainan tradi­sional anak di tengah perkem­bangan teknologi saat ini, dapat membuka tembok se­tiap individu generasi muda calon pemimpin masa depan.

Suryanto mengatakan, per­­kembangan teknologi mung­­kin tidak bisa diting­gal­kan atau dihilangkan dari generasi saat ini. Namun, upaya untuk menumbuhkan kebersamaan, budaya saling kerja sama, kedisiplinan, dan kejujuran dapat dibangkitkan melalui permainan tradisio­nal anak.

Baik Ali Yusuf maupun Suryanto tidak menampik, jika budaya disiplin, kerja sama, dan kejujuran dapat ditumbuhkan melalui per­mainan tradisional anak-anak nusantara. Untuk itu, Peme­rintah Sawahlunto dan Kodim 0310 SSD akan menggelar Festival Permainan Anak Nusantara dua kali dalam setahun. “Kami sepakat, iven ini dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Demi terba­ngunnya rasa kebersamaan, kerja sama, kedisiplinan, dan kejujuran di tengah generasi muda saat ini, yang akan memimpin bangsa Indonesia ke depan,” ujarnya. (h/dil)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]