Apalagi Setelah MNEK 2016


Selasa, 12 April 2016 - 03:11:11 WIB

Kerja sama internasional adalah kerja sama yang dilakukan satu negara dengan negara lain atau dengan beberapa negara lain sekaligus. Adapun dari kerja sama ekonomi inter­nasional adalah kerja sama dalam beberapa negara yang saling menguntungkan dibi­dang ekonomi.

Dalam sebuah kerja sama yang dilaku­kan dengan antaranegara, setiap dari pihak pelakunya mengharapkan keuntungan seperti kerja sama antara negara maju dan negara berkembang. Negara maju membu­tuhkan bahan mentah untuk diolah dan diproduksi sedangkan dari negara berkem­bang meng­gunakan barang-barang yang sudah jadi seperti mesin, peralatan, tekno­logi, dan modal yang juga berasal dari negara maju.

Seperti yang telah disampaikan sebe­lum­nya, sejak hari ini, Padang kembali disibuk­kan dengan ajang Multilateral Naval  Exercise Komodo (MNEK) 2016. Sebuah ajang latihan non perang bagi angkatan laut. Ada 35 negara yang ikut ambil bagian pada iven yang dipusatkan di Padang dan Menta­wai. Banyak manfaat yang mestinya bisa dirasakan.

Sekitar enam bulan lalu, Padang juga menjadi tuan rumah bagi kerjasama regio­nal 21 negara di sepanjang Perairan Hindia, yakni iven IORA (Indian Ocean Rim Association).  Sukses perhelatan IORA 2015 itu mestinya juga diikuti dengan sukses MNEK 2016 ini. Branding yang tercipta, tentunya memberikan efek positif bagi kota ini untuk makin dikenal dunia.

Masih ingat jelas dalam ingatan, ketika gelaran IORA 2015 lalu yang dihadiri Menteri Luar Negeri negara peserta. Menlu Australia Julie Bishop memberikan kesan menarik pada helat itu. Di tengah kepungan bencana kabut asap, ia tetap menjalankan aktifitas olahraganya. Fotonya berolahraga jogging di sepanjang Jalan Diponegoro, Padang yang terselimut kabut meng­gam­barkan pesan yang kuat. Foto yang tersebar di dunia maya itu seolah ingin memberikan kesan, derita kabut asap di Padang belum mencapai titik yang mengkhawatirkan.

Lalu, bagaimana dengan MNEK 2016? Ajang yang diikuti militer angkatan laut dari 35 melalui aksi latihan non perang tentunya ju­ga diharapkan memberikan dampak bagi bran­ding kota ini. Pemerintah Kota Padang khu­susnya harus jeli melihat peluang ini. Pe­luangnya adalah bagaimana daerah yang ra­wan bencana ini sudah “dibiasakan” oleh mi­liter asing untuk bergerak ke setiap lini laut­nya.

Gambaran kuatnya adalah, Padang siap untuk penanganan pascabencana, dimana seluruh personil dunia sudah terlatih menghadapi georafis daerah ini. Tak seorang-pun pastinya yang mengharapkan Padang dililit bencana. Tapi, yang lebih penting dari itu adalah penanganan pasca­bencana karena daerah ini memang dipre­diksi jadi langganan bencana, seperti gempa, banjir hingga ancaman tsunami yang begitu mengkhawatirkan.

Efek positif bagi kehidupan perekono­mian tentunya adalah sebuah kepastian. Para penanam modal yang mengkha­watirkan bisnisnya “dirusak” oleh bencana, sedikit banyak juga bisa menjadi modal ketika Padang memang sudah siap mengha­dapi kemungkinan terjadinya bencana.

Upaya penanganan pasca bencana sangat be­rarti banyak bagi korban. Dengan sudah “ter­latih”nya para tentara laut itu di lepas Pan­tai Padang hingga Mentawai membuat pe­nanganan pascabencana men­jadi lebih ba­ik. Apakah dikaitkan se­demikian rupa oleh pelaksana, tentunya diharapkan demi­kian. (*)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]