Empat Perguruan Silat Diundang ke Kelantan


Selasa, 12 April 2016 - 03:15:05 WIB

PADANG PANJANG, HAL­UAN — Empat perguruan silat tradisi yang ada di Sumatera Barat, diundang untuk mengi­kuti kegiatan karnaval silat yang melibatkan perguruan beladiri dari Indonesia, Malay­sia, Singapura, Thailand, Fili­pi­na, Birma dan Brunei Darus­salam. Undangan tersebut merupakan suatu bentuk peng­hargaan Kerajaan Kelantan, terhadap tradisi Minangkabau dalam iven Karnaval Silat Antarbanga Sempena Tahun Melawat Kelantan 2016.

Khusus untuk empat pergu­ruan silat di Sumatera Barat, diwakili oleh para pesilat dari Perguruan Silek Kucing Putih Harimau Campo Padang Pan­jang, Perguran Silek Taduang Bangkeh Batipuah, Perguruan Silek Parian Tuan Gadang Batipuah, dan Perguruan Silek Buayo Batunango Pesisir Selatan.

 Ketua rombongan dari Sumatera Barat yang juga Pre­si­den Silek Minangkabau Drs David Suhu, Dt Rajo Alam bersama Mustafa Akmal Dt Sidi Ali, ketika dihubungi Haluan Senin (11/4) kemarin menyampaikan, kegiatan yang telah dilaksanakan di Dewan Jubli Perak MPKB-BRI Ke­lan­tan pada tanggal 8-10 April lalu, merupakan salah satu iven budaya dan kepariwisataan dari Kerajaan Kelantan.

“Selain empat perguruan silat tradisi dan tuo Silek Pauh Sarilka One dari Sumatera Barat, untuk Indonesia, panitia festival juga mengundang pesi­lat dari IPSI Jakarta dan atlet tarung drajat nasio­nal. Disana, kita  menampilkan teknik dari masing-masing perguruan silat yang ada, termasuk juga me­nam­pilkan jenis musik tradisi pengiring silat oleh Drs Am­ran,MSn dari Jurusan Kera­witan ISI Padangpanjang,” sebut David Suhu.

Disampaikannya, meski­pun menjadi duta dari Indo­nesia untuk kesenian silat, tetapi masing-masing utusan dari perguruan silat itu, hanya mengandalkan bantuan dari sejumlah sponsor dan lembaga yang masih peduli dengan silat Minangkabau.

 Ditambahkan Mustafa Akmal Dt Sidi Ali, kegiatan Karnaval Silat Antarbanga Sempena Tahun Melawat Ke­lan­tan 2016 merupakan agen­da tahunan dari Kerajaan Ke­lan­tan untuk mempromosikan budaya dan kepariwisataan yang ada di daerah setempat, termasuk juga menjalin silatu­rahmi dengan masyarakat serumpun.

Terpisah, salah satu panitia penyelenggara kegiatan Kar­naval Silat Antarbanga Sem­pena Tahun Melawat Kelantan 2016 Dr Kamal Shah ketika dihubungi menyebutkan, ke­gia­tan yang sudah menjadi agenda tahunan dari Kerajaan Kelantan, sebenarnya untuk lebih mengenalkan kesenian silat tradisi yang menjadi warisan budaya kepada masya­rakat internasional.

 Menurutnya, pihaknya juga akan menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan silat tradisi yang ada di Suma­tera Barat, untuk sama-sama mengembangkan Silat di Nege­ri Kelantan. Apalagi, antara masyarakat Minangkabau dan Kelantan memiliki keterikatan kekeluargaan serta kesamaan budaya.

“Kita bukan mengakui silat adalah budaya Kelantan, tetapi kita akan saling isi mengisi, apa yang bisa kita berikan untuk melestarikan budaya nenek moyang kita ini,” ung­kap­nya dengan logat Minang­kabau yang terbata-bata. (h/mg-pis)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]