Pemko Sidak ke Los Lambuang

Pedagang Main Pakuak Harga Tidak Benar


Selasa, 12 April 2016 - 03:19:46 WIB
Pedagang Main Pakuak Harga Tidak Benar

BUKITTINGGI, HALUAN Menanggapi pemberitaan di salah satu media terbitan Padang, Selasa (05/04) bertajuk “Pengunjung merasa diperas, Harga Makanan di Bukittinggi Termahal buat Pengunjung ‘Tapakaiak” dan berita di media yang sama edisi Rabu (6/4) berjudul “Makan dan Belanja di Kota Wisata Kini Tidak Nyaman Lagi, Kamis (7/4), Kadis Pasar Pemko Bukittinggi, Evis Syahri Munir, Kadis Koperindag M. Idris beserta Kabag Humas Yulman dengan membawa serta beberapa wartawan turun langsung ke lapangan.

Dari hasil penelusuran itu, terbukti bahwa berita itu tidak benar. Kabag Humas Setdako Bukittinggi Yulman mengatakan, dari pe­ngakuan delapan pedagang Nasi Kapau di seputaran Los Lambuang saat ditemui me­ngatakan bahwa tidak pernah ada konsumen dari Pekanbaru yang makan ditempat mereka dan ‘Dipakuak’ sebesar Rp600 ribu. Sumber kabar bohong itu tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Mereka pun tidak tahu menahu kenapa sampai tersebar kabar tidak benar itu,” lanjutnya.

Menurut mereka, telah ada standar untuk satu porsi Nasi Kapau di sana. Jika makan satu porsi dengan satu lauk harga standarnya Rp25 ribu. Jika dua lauk maka harga standar tertinggi adalah Rp45 ribu.

“Tidak masuk akal rasanya jika memang ada tiga konsumen makan dengan satu lauk dan tiga teh botol lalu dikenai bayaran Rp600 ribu,” lanjutnya.

Sebagai pedagang nasi khas Bukittinggi tentu saja para pedagang Nasi Kapau itu merasa geram dan sangat mengecam pem­beritaan tersebut. Karena dengan pem­beritaan tidak baik itu otomatis akan meru­gikan usaha mereka. Mereka pun serempak memohon untuk tidak lagi menyebarkan kabar bohong tersebut.

Sementara saat dikonfirmasikan kepada wartawan yang menulis berita tersebut, wartawan yang bersangkutan mengakui kalau berita itu berasal dari isu-isu yang berkembang dari mulut ke mulut dipasar beberapa waktu yang lalu. Kebetulan ada seseorang yang curhat kepadanya bahwa ada isu pengunjung Nasi Kapau yang kena ‘Pakuak’.

 ”Hal ini perlu diluruskan. Karena terbukti bahwa isu itu tidak benar. Wako Ramlan pun saat pertemuan dengan pengusaha hotel, restoran dan rumah makan se-Kota Bu­kittinggi pada Senin 28 Maret lalu dengan tegas meminta semua rumah makan untuk memasang tarif yang jelas. Agar masyarakat dan pengunjung yang akan berwisata ke Bukittinggi tidak tertipu lagi,” tutup Yulman. (h/rel)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]