Kopertis Terus Ingatkan PTS

Rasio Dosen dan Mahasiswa Kedokteran Tak Sebanding


Selasa, 12 April 2016 - 03:26:14 WIB
Rasio Dosen dan Mahasiswa Kedokteran Tak Sebanding

PADANG, HALUAN — Dalam rangka meningkatkan mutu lulusan, Fakultas Kedokteran yang ada di Indonesia diminta untuk menerapkan pembatasan kuota penerimaan mahasiswa. Kopertis Wilayah X menyebut aturan kuota yang telah dimulai sejak 2013 lalu, sampai saat ini belum semuanya terpenuhi oleh fakultas terkait pada kampus yang ada di bawah naungan kopertis X.

Pemberlakukan kuota ini sendiri sejalan dengan imbauan dari Kepala Badan Pengem­bangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Usman Sumantri di Jakarta, 4 April lalu.

Tak sampai di sana saja, arahan pem­ba­tasan kuota mahasiswa kedokteran ini juga diper­tegas melalui surat edaran Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) K­emen­terian Pendidikan dan Kebudayaan. Di­sebut­kan dalam edaran bernomor 576/E/HK/2013 Juni 2013 tersebut, rasio dosen dan mahasiswa adalah 1:10 dan pada tahap profesi adalah 1:5.

Meski pihak Menteri Kesehatan dan Dikti menginginkan ada pembatasan kuota yang bertujuan untuk peningkatan mutu dan kualitas lulusan, hal ini tampaknya masih sulit untuk direa

“Untuk persoalan ini, bisa dikatakan Fakultas Kedokteran yang ada dibawah naungan Kopertis rasio dosen dan mahasiswa masih tak sebanding. Jumlah dosen jauh lebih sedikit dari mahasiswa didik,” ujar Koor­dinator Kopertis Wilayah X Ganefri saat dihubungi, Senin (11/4).

Data terakhir yang ada di Kopertis Wilayah X yaitu data tahun 2014, rasio dosen dan mahasiswa yang ada di di Prodi Pen­didi­kan Dokter di Wilayah Sumbar adalah 1:29.  Dalam hal ini sebanyak 30 tenaga pendidik mengajar sekitar 858 orang mahasiswa. Begitu juga untuk Prodi Pendidikan Dokter Gigi, rasionya adalah 1:21, 17 tenaga pendidik mengajar sekitar 360 orang. Se­men­tara untuk Profesi Dokter Gigi, rasionya 1:58, jauh sekali dari harapan pemerintah 1:5.

Menurut Ganefri, hal ini tak hanya terjadi di Sumbar, kondisi yang tak jauh berbeda juga terjadi di Provinsi Riau. Di tempat itu, Rasio tenaga pengajar dengan mahasiswa didik pada Prodi Pendidikan Dokternya adalah, 1:25.  Sementara di Provinsi Kepulauan Riau, rasio tenaga pendidik dengan mahasiswa didik pada Prodi Pendidikan Dokternya berada di angka 1:24.

Dikatakan Ganefri, sesuai Peraturan Menteri (Permen) Nomor 26 Tahun 2015 tentang registrasi pendidik, jumlah dosen harus seimbang dengan jumlah mahasiswa. Hal itu karena semua akan berhubungan dengan mutu dan kualitas lulusan.

“Untuk memenuhi syarat tersebut kita juga terus mengimbau pada kampus terkait yang kuota mahasiswanya jauh tinggi agar memperhatikan hal ini. Salah satu cara yang bisa dilakukan memang dengan membatasi kuota penerimaan,” ujar Ganefri.

Bagi kampus yang tak mengikuti apa yang diarahkan oleh pusat, kata mantan Dekan Fakultas Teknik UNP ini, mereka akan diberi peringatan. Jika tak diindahkan juga tak tertutup kemungkinan izin prodi di­non­aktifkan.

Terkait hal ini, pihak Fakultas Ke­dokteran Universitas Andalas (Unand) yang memiliki beberapa prodi yang berhubungan dengan ilmu kedoteran menegaskan, apa yang terjadi di kampus-kampus dibawah naungan Koperties X, tidaklah terjadi di Fakultas Kedokteran Unand.

Dekan Fakultas Kedokteran Unand Masrul menyebut di tempat tersebut rasio dosen dan mahasiswanya adalah 1:6. Dengan kata lain kekurangan tenaga pendidik tidak­lah dialami.

“Saat ini jumlah mahasiswa yang dimiliki adalah sekitar 1.200 orang dengan tenaga pendidik sebanyak 216 orang. Sejauh ini kami tak mengalami kekurangan untuk tenaga pengajar,” tandasnya. (h/len)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]