Padang Teater Sudah Disegel, Pemilik Tetap Nekad Buka Salon


Selasa, 12 April 2016 - 03:27:27 WIB
Padang Teater Sudah Disegel, Pemilik Tetap Nekad Buka Salon

PADANG, HALUAN — Masih ingat dengan pembongkaran salon di kawasan Padang Te­ater yang dilakukan oleh Sat­pol PP Kota Padang dengan dibantu oleh instansi terkait dan ormas keagamaan pada 16 September 2015 lalu?

Seakan tidak takut dengan larangan yang sudah dike­luarkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padang, para pemilik salon kembali membuka tem­pat tersebut untuk mena­warkan jasa potong rambut dan pijat tersebut.

Pantauan Haluan di Pa­dang Teater, beberapa salon memang sudah tidak buka lagi pasca disegel enam bulan lalu, namun sebagian besar salon yang sudah dinyatakan dila­rang beroperasi di kawasan tersebut selain tidak memiliki izin dan menyediakan jasa esek-esek tetap nekad dan bahkan para pemilik dan pe­kerja salon seakan lupa bahwa tempat tersebut sudah dila­rang.

Menanggapi hal tersebut, Kasatpol PP Kota Padang, Firdaus Ilyas saat dihubungi Haluan, Jumat (8/4) menga­takan bahwa pihaknya me­mang sudah menerima lapo­ran masyarakat bahwa salon di Padang Teater kembali ber­operasi, namun pihaknya ti­dak bisa menertibkan tempat tersebut begitu saja sebelum berkoordinasi dengan Dinas Pasar selaku pengelola kawa­san tersebut.

“Kami (Satpol PP, red) sudah sering mendapat lapo­ran masyarakat bahwa tempat tersebut beroperasi lagi, na­mun kita tidka bisa mener­tibkan begitu saja, karena Padang Teater merupakan salah satu tempat yang berada di bawah kelola Dinas Pasar,” akuinya.

Sementara itu, salah seo­rang pengunjung kawasan Padang Teater, Aldo (20) mengaku sangat risih dengan perlakuan wanita paruh baya yang dianggapnya terkesan memaksa untuk masuk ke dalam salon tersebut untuk menikmati jasa esek-esek di salon tersebut.

“Saya ke Padang tetaer untuk mencari buku karena disana ada orang jual buku bekas, akan tetapi saya kaget ketika ada wanita paruh baya mendekat dan menggandeng tangan saya sewaktu saya masuk ke tempat tersebut, saya terpaksa mencari jalan alternatif ketika pulang,” tutur mahasiswa IAIN tersebut kepada Haluan.

Seperti diketahui, seba­nyak 26 salon di Padang Teater Pasar Raya Kota Padang ditu­tup dan digembok oleh petu­gas pada 16 September 2015 lalu. Dalam penertiban terse­but, sempat terjadi perang mulut antara petugas dengan para pemilik salon karena tidak mau tempatnya ditutup secara paksa oleh petugas. (h/mg-adl)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]