Pengembangan Kampus ISI Belum Berjalan Mulus


Rabu, 13 April 2016 - 02:59:22 WIB
Pengembangan Kampus ISI Belum Berjalan Mulus Gedung ISI Padangpanjang yang terlihat megah. Saat ini ISI sedang berusaha mengembangkan diri menjadi Institus Seni Budaya Indonesia (ISBI), sehingga membutuhkan area kampus yang lebih besar.

PADANGPANJANG, HALUAN — Obsesi pengembangan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang menjadi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) hingga saat ini belum menemukan titik terang. 

Beberapa daerah di Sum­bar yang telah menawarkan penyediaan tanah untuk lo­kasi pengembangan kampus­nya seperti di Agam, Padang Pariaman, Tanah Datar dan tuan rumah Padangpanjang sendiri belum dapat mem­berikan kata pasti, karena tersangkut persoalan tanah ulayat dan ganti rugi.

Rektor ISI Padangpanjang Prof DR H Novesar Jamarun, MS kepada Haluan, Selasa (12/4) menyebutkan, mes­kipun belum mendapatkan kepastian, ia tetap optimis,  suatu saat nanti ISI Padang­panjang pasti berkembang menjadi ISBI, bahkan untuk menjadi sebuah Universitas Seni Budaya Indonesia  per­tama di dunia nantinya.

Menurutnya, sebenarnya banyak daerah yang ingin agar lembaga seni tinggi satu satu­nya yang ada di wilayah barat nusantara ini dikembangkan di wilayahnya. Kehadiran lem­baga pendidikan tinggi seni ini akan membawa bany­ak dam­pak positif bagi masyarakat.

“Namun karena tanah di Ranah Minang ini tanah ula­yat, sulit untuk men­dapat­kannya, apalagi dibutuhkan lahan seluas 30 hektare. Lagi­pula  lembaga ini tidak me­miliki dana untuk ganti rugi,”    kata Ong, sapaan akrab Novesar.

Menurut Novesar, untuk pengembangan program studi sebagai cikal bakal lahirnya ISBI,  ISI sudah menawarkan peminjaman gedung SMAN 2 atau gedung Eks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pa­ dang­panjang di Guguk Malin­tang agar tahun 2016 ini ISI dapat menerima mahasiswa baru pada program studi baru. Namun, hal ini tampaknya belum berhasil.

“Kami pasrah tapi bu­kan putus asa, sepanjang niat ikhlas demi me­ma­ju­kan su­m­­ber daya manusia generasi penerus bangsa, Tuhan tidak akan menyia-nyiakannya. Su­a­tu saat nan­ti akan ada ja­lannya ke­luar­nya, Tuhan akan meng­ge­rak­kan hati kita untuk me­n­capai niat suci itu,” ujar Novesar Jamarun.

Dengan kondisi ini, urai­nya, gagasan untuk menerima mahasiswa baru dengan juru­san baru ditunda dulu.  ISI Padangpanjang tahun ini te­tap menerima  mahasiswa baru pada Fakultas Seni Per­tunju­kan dengan Program Studi Tari, Karawitan, Teater, dan Musik. Fakultas Seni Rupa dan Desain dengan Prodi Seni Murni, Televisi dan Film, Design dan Komunikasi Vi­sual, Fotografi, dan Kriya. 

“Ini terpaksa dilakukan sejalan dengan keterbatasan ruang kuliah untuk me­nam­pung mahasiswa,” pungkas Novesar Jamarun.

Sementara itu, mantan walikota Padangpanjang Suir Syam yang kini anggota DPR-RI secara terpisah kepada Haluan menyampaikan, agar semua stakeholder di Padang­panjang turut serta men­cari­kan jalan keluar dalam pe­nge­m­bangan kampus ISI itu.

“Saya berharap ISI Pa­dang­panjang tetap besar dan dibesarkan di Padangpanjang karena sangat banyak man­faat­kan bagi masyarakat dari segi ekonomi, bahkan ISI meru­pakan salah atau ikon yang turut membawa harum nama kota kecil ini di kancah seni budaya dunia.

Sayang jika ISI nantinya berayah dua. Yang nantinya kasih itu akan terbagi dua pula,” ungkap walikota dua periode ini. (h/one)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]