Fasilitas Pasar Inpres Kurang

Pedagang Masih Enggan Dipindahkan


Rabu, 13 April 2016 - 03:06:02 WIB

PADANG, HALUAN — Bangunan baru Inpres I dan II Pasar Raya Padang telah selesai dibangun. Namun demikian pedagang  masih enggan untuk dipindahkan. Anggota Komisi II DPRD Padang, Hadison menyebut, dalam persoalan tadi kesalahan bukanlah  pada pedagang. 

“Untuk Inpres II, fasi­litasnya kan memang belum lengkap. Bagaimana peda­gang akan pindah sekarang,  dari laporan masuk pada kami itu belum ada listrik dan sa­luran airnya,” sebut Ha­dison, saat dihubungi, Sela­sa(12/4).

Hadison menyebut, untuk persoalan listrik tanggung­jawabnya memang tidak bera­da pada Dinas Pasar, namun pedagang sendiri yang akan berurusan dengan PLN. Na­mun untuk saluran air, pihak terkait bertanggungjawab untuk segera menyelesaikan. Selain mengharapkan pe­nye­le­saian Inpres II yang masih tersisa dengan segera, anggota DPRD dari Fraksi PKS ini juga berharap pemba­ngunan Inpres III bisa tuntas pada tahun sekarang.

 Dengan demikian, jika lokasi yang akan ditempati di Inpres II tak cukup untuk pedagang yang ada sekarang, semua akan bisa diatasi de­ngan keberadaan Inpres III. Untuk Inpres II, ia juga me­ngatakan, jumlah petak toko atau kios yang dimiliki setiap lantainya berbeda-beda. Ada yang sampai 200 ratus petak perlantai, dan ada juga yang kurang dari itu.

“Kami harap, saat pemin­da­han nanti semua mencu­kupi lah untuk pedagang yang ada sekarang,” tuturnya.

Lebih lanjut, terkait renca­na pemindahan pedagang ini ia juga berharap agar Dinas Pa­sar bisa mengawasi agar pe­dagang yang akan dipin­dah­kan jumlahnya tidak ber­tam­bah.

“Jika jumlah pedagang yang masih berjualan di ba­wah itu bertambah, bukan tak mungkin tempat baru yang akan dipakai untuk pindah tak akan cukup. Maka dari itu kita minta pada Dinas Pasar agar turut menjadikan ini sebagai suatu yang diawasi,” tandas Hadison.

Sejak dihacurkan gempa pada 2009 silam, Pasar Raya Padang menjadi sebuah per­soa­lan yang tidak berujung. Pasar Inpres I, II dan IV yang telah dibangun Pemko Padang guna menata Pasar Raya agar lebih baik jusrtu tidak dimi­nati pedagang.

Dari pantau Haluan pada Selasa (12/04), pasar Inpres I yang didominasi warna hijau tersebut hanya diisi pedagang sampai lantai dua, sementara untuk lantai tiga dan empat sama sekali tidak ada satu pun pedagang yang menghuni, bahkan beberpa pintu kios sudah ada yang rusak. Sepinya peminat peda­gang untuk ber­jua­lan di Pasar Inpres I juga terjadi di Pasar Inpres II yang juga hanya diisi sampai tingkat dua, sedang­kan  untuk pasar inpres IV, dari dua lantai pasar tersebut, hanya dihuni di tingkat satu saja.

Musa (43) salah pedagang ayam potong yang berjualan di lantai II pasar Inpres meng­ung­kapkan, Pasar inpres I yang dilantai dua memang di khususkan untuk pedagang ayam potong, namun Musa mengakui tidak mudah untuk berjualan di pasar Inpres tersebut lantaran sangat ja­rang ada pembeli yang mau naik ke pasar tersebut.

“Saya mauberjualan disini karena sudah mempunyai banyak pelanggan dan tidak mengharapkan pembeli yang datang karena saya tinggal potong dan mengantar ayam-ayam tersebut ke rumah-ru­mah makan langanan saya,” ungkap Musa.

Lebih jauh diungkapkan Mu­sa, untuk berjualan di Pa­sar Inpres I lantai dua tersebut me­mang cukup su­sah, dan dipastikan bagi para pedagang ayam potong yang baru me­mulai usaha akan gulung tikar jika berjualan di sana.

“Jangankan pedagang ba­ru, pedagang yang sudah lama saja banyak tidak tahan dan kembali pindah ke bawah,” tambah Musa.

Sementara itu Lilis (48) sa­lah satu pedagang yang ber­jua­lan di Pasar Inpres II lantai sa­tu menjelaskan, sepi­nya para pedagang yang ber­jualan  lantaran masih banyak peda­gang yang berjualan di ping­giran jalan atau di pasar daru­rat yang ditepakan pasca gem­pa dulu. “Selagi masih banyak yang berjualan di luar pasar inpres ini, tentunya para pem­beli akan malas untuk naik ke kemari,” jelas wanita yang berjulan bumbu dapur itu.

Di lanjutkan Lilis atau yag akrap disapa buk Is itu, dari segi omset penjulan, ia me­nga­ku lebih beruntung berjua­lan di tempatnya yang dulu dibandingkan di pasar inpres II tersebut. Sedangkan Leni, yang ma­sih berjulan di tempat penam­pu­ngan atau tempat darurat, menjelaskan, pemba­ngunan pasar Inpres  tidak akan terla­lu menarik, sebab saat ini Kota Padang sudah mem­punyai banyak pasar sa­te­lit seperti pasar Alai, pasar lubuk Buaya dan sebagainya.

“Pasar Inpres sangat ribet, ka­rena pedagang harus turun na­ik untuk berjulan. Apa lagi ji­ka yang dapat kios di lantai em­pat, sedangkan saat ini su­dah ada banyak pasar di ber­ba­gai kecamatan , tentu mere­ka lebih mencari yang mudah dan simple,” ungkap Leni.

Ditambahkan Leni, Pasar Inpres tidak akan lagi menjadi dari pusat pasar tradisional, jadi tidak heran jika banyak pedagang yang tidak terlalu antusias. (h/leng-mg-ysn)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]