175 Tahun Limapuluh Kota

Kepala Daerah Baru Diharapkan Bawa Kemajuan


Rabu, 13 April 2016 - 03:24:36 WIB

LIMAPULUH KOTA, HA­LUAN — Hari ini, meru­pakan momen penting dan bersejarah bagi Kabupaten Limapuluh Kota. Berte­patan dengan 13 April ini, hari terbentuknya Kabu­paten Limapuluh Kota pada tahun 1841 lalu.

Dalam memperingati hari jadi Kabupaten Lima­puluh Kota yang ke-175, DPRD setempat menggelar Si­dang Paripurna Istimewa untuk menyambut hari lahirnya Kabu­paten Limapuluh Kota.

Sekretariat DPRD Kabupa­ten Limapuluh Kota, Desri pada Selasa (12/4) kemarin menga­takan, setidaknya 350 undangan sudah disebar.

“Gubernur, Ketua DPRD Sumbar serta seluruh walikota dan bupati se Sumbar, unsur Forkopimda, SKPD di ling­ku­ngan Pemkab Limapuluh Kota turut hadir. Begitu juga dengan 79 walinagari, organisasi masya­rakat serta tokoh masyarakat di 13 kecamatan turut mendapatkan un­dangan paripurna DPRD,” ka­ta mantan Kadis Pendidikan itu.

Dalam Paripurna Istimewa kali ini juga diundang dua tokoh intelektual Kabupaten Lima­puluh Kota, mantan Rektor Unand, Profesor Werry Darta Tai­fur serta ahli sejarah Wannofri Samry.

Putra Kubang,  Profesor Weri Darta Taifur akan mem­berikan sambutan saat sidang paripurna berlangsung  sebagai tokoh masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota. Sedangkan,  Wannofri Samry yang juga dari Forum Sejarah Sumbar akan menjelaskan dihadapan seluruh undangan terkait  sejarah terben­tuknya Kabupaten Limapuluh Kota. “Persiapan paripurna, sudah rampung,” ujar Desri serta Irwandi, Kepala Bagian Hukum Sekretariat DPRD Kabupaten Limapuluh Kota.

Lahirnya pemerintahan Ka­bu­paten Limapuluh Kota dida­sarkan pada Bes­luit No. 1 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Hin­dia Be­landa pada tanggal 13 April 1841 silam.

Berbagai perubahan dan ke­ma­juan telah terjadi di Kabu­paten Limapuluh Kota. Hal itu terjadi semenjak ada tatanan pemerintahan dari pimpinan  Syahfiri Sutan Pangeran sejak 8 Oktober 1945 hingga duet pemerintahan Irfendi Arbi-Feri­zal Ridwan sekarang ini.

Sejak adanya tatanan peme­rintahan Kabupaten Limapuluh Kota, berdasarkan beberapa sumber setidaknya sudah ada 29 kali pergantian pucuk pimpinan di daerah tersebut. Baik bupati definitif, pejabat sementara hing­ga pelaksana harian.

Masa kepemimpinan Syahfi­ri Sutan Pangeran pada 1945 dengan Pelaksana harian jabatan sementara oleh Dr.Adnan ,WD. Digantikan oleh pemerintahan Bagindo Moerad pada Januari 1946-1947. Dari 1947-1948 digantikan lagi oleh Alifud­din dan dilanjutkan oleh Bupati Militer Arisun St Alamsyah  sampai 1949. Berselang beberapa bulan, pemerintahan digantikan oleh Bupati Militer Saalah  Sutan Mangkuto  akhir  1949.

Pada tahun 1950, peme­rinta­han dipegang oleh  Bupati Sul­tani Sutan dan dilanjutkan oleh Bupati H Darwis Dt Tumang­guang sampai  1956. Syah­boe­din Latif Dt Si Bung­su me­lanjut­kan kepemimpinan Darwis Dt Tumangguang  dari pertengahan tahun 1956 sampai 1957. 

Pada tahun 1957 pemerin­tahan dipimpin oleh Akhmad Khatib  selama beberapa bulan dan dilanjutkan oleh Anwar Dt Majo Basa nan Kuniang dari 1957 sampai 1958. Memasuki pertengahan 1958, pemerintahan dilanjutkan oleh Zainal Abidin St Sarinado hingga 1959.

 Antara tahun 1960-1961, Kabupaten Limapuluh Kota di­pimpin Inspektur Pol SM Djo­ko. Kemudian dilanjutkan oleh Letkol Inf Slamet Suhindrio  dari tahun 1961 sampai 1967. Setelah itu, pemerintahan dipimpin  Kol Inf A Syahdin Dt  Bandaro dari 1967 sampai 1973.

Tahun 1973-1974 Limapuluh Kota dipimpin oleh Pjs Bupati Drs Saruji Ismail, dan kemudian digantikan oleh Kol Inf H Bur­hanuddin Putih selama dua periode yakni periode pertama 1975- 1980 dan periode kedua 1980- 1985.

Selanjutnya digantikan oleh Kol CZI Djufri satu kali periode 1985-1990. Drs H Aziz Haily MA Dt  Bandaro Kayo menjabat Bupati  Limapuluh Kota dua periode yakni periode pertama tahun 1990-1995 dan periode kedua 1995-2000. 

Sejak  Juni 2000- Juni 2005 dipimpin oleh Bupati dr  Alis­marajo Dt  Sori Marajo dan Wakil Bupati Drs  H Amri Dar­wis  dan untuk mengisi keko­songan jabatan Bupati sampai dilantiknya Bupati terpilih hasil Pilkada maka dijabat oleh Plh Drs H Basril Thaher kemudian pada bulan Agustus 2005 sampai 2010 Kabupaten Limapuluh Kota dipimpin oleh Bupati Drs H Amri Darwis  dan Wakil Bupati Ir. Irfendi Arbi MP.

Untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati sampai dilan­tiknya Bupati terpilih hasil Pilkada maka dijabat oleh Penja­bat Drs. Syafrial kemudian pada bulan November 2010 sampai No­vem­ber 2015  dipimpin oleh Bu­pati dr.Alis Mara­jo dan Wakil Bu­­pati Drs.Asyirwan Yunus, M.Si.

Dalam mengisi kekosongan kepemimpinan daerah selama Pilkada serentak Desember 2015, Limapuluh Kota dipimpin oleh pelaksana harian bupati sementara Yendri Thomas hing­ga Januari 2016.

Kemudian dilanjutkan de­ngan pejabat bupati oleh Yendri Thomas hingga dilantiknya bu­pati dan wakil bupati terpilih Pilkada  pada Februari 2016. Semenjak Februari 2016 hingga 2021 mendatang, Kabupaten Limapuluh Kota dipimpin oleh pasangan Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan. Karena itu, banyak harapan masyarakat di 410 jo­rong, 79 nagari dan 13 kecamatan untuk kemajuan Kabupaten Lima­puluh Kota kepada kepala daerah yang baru.

“Harapan masyarakat ter­tum­pu pada kepala daerah yang baru. Kepala daerah juga jangan hanya sekedar ungkapan untuk membangun daerah tetapi harus ada aksi nyata dan eksekusi yang jelas untuk kemajuan daerah. Terutama untuk kesejahteraan, perekonomian. Ini yang se­sung­guhnya diharapkan oleh masya­rakat,”ucap Safaruddin wakil rakyat di legislatif. (h/ddg)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]