Pessel Banjir, Jembatan Putus


Rabu, 13 April 2016 - 03:25:00 WIB

PAINAN, HALUAN — Sejumlah kawasan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kembali direndam banjir Selasa (12/4). Sementara Kampung Kambang Hara­pan Lengayang terisolasi akibat jem­batan putus dan hanyut dihantam banjir. Banjir disebab­kan akibat hujan deras yang mengguyur semenjak Senin (11/4) hingga Selasa. 

Jhonni M Nasser (34) warga Kambang Harapan mengatakan, jembatan putus Selasa pagi. Seluruh badan jembatan hilang diterjang banjir. Puluhan KK yang ber­mukim di sana tidak dapat ke luar kampung akibat tidak ada jalan al­ternatif.

“Kami memang tidak menyaksikan proses hi­lang­nya jembatan, namun saat kejadian terdengar bunyi gemuruh. Warga tidak dapat keluar kam­pung pasca putusnya jem­batan,” katanya.

Pantauan Haluan, ka­wa­san yang teren­dam bajir di Pessel adalah Nagari Kam­bang Utara, Kambang Barat Keca­matan Lenga­yang, Alang Rambah Tapan dan Lakitan Timur, IV Koto Mudiak Batang Kapas.

Berdasarkan keterangan warga, air Batang Lengayang mulai meluap Selasa pagi pukul 00.30 WIB. Ketinggian air mencapai satu setengah meter. Di keca­matan ini kawasan yang paling parah direndam banjir adalah Lubuk Sarik, Kampung Padang Panjang II, Kampung Tebing Tinggi, Kam­pung Kayu Bawang, Kampung Tanjuang Kalik Rangeh, Padang Panjang I dan areal persawahan di Talang.

Ijon (53) korban banjir di Pantiang Jua Kambang Barat menyebutkan, ketinggian air halaman rumah sempat  menca­pai satu setengah meter. ”Untuk berjaga - jaga kami pindahkan peralatan rumah tangga yang mudah hanyut ditempat yang lebih tinggi,” katanya.

Selanjutnya, terpantau, ratu­san hektare lahan pertanian pada kam­pung yang berada dekat di Daerah Aliran Sungai yang sudah ditanami padi terendam banjir hingga bebe­rapa meter. Pada beberapa tempat pe­tani gagal melakukan cocok tanam akibat benih hanyut terbawa air.

Effendi warga Kambang Ba­rat meyebutkan, Batang Lenga­yang berbelok-belok dan bila air meluap sangat mudah menim­bulkan bajir. “Kami sudah usul­kan untuk melakukan norma­lisasi Batang Lengayang ke peme­rintah, tujuan supaya bisa mem­percepat air ke muara,” katanya.

Terpantau, sejumlah sungai di Pessel setelah kawasan itu digu­yur hujan menunjukkan terja­dinya peningkatan volume. Su­ngai tersebut adalah Batang Tarusan, Batang Bayang, Batang Lumpo, Batang Painan’ Batang Jalamu, Batang Surantiah, Ba­tang Ampiang Parak, Batang Lengayang, Batang Pelangai, Batang dan Batang Nilau Tapan.

Walinagari Lubuk Nyiur Sya­fran Tamsa menyebutkan, kawa­san yang dipimpinnya juga teren­dam bajir. “Maka setiap kali hujan dengan curah tinggi warga di Nagari Teratak Tempatih, Lubuk Nyiur, Tuik dan lainnya selalu diingatkan agar berhati-hati. Jalan kabupaten yang meng­hubungkan nagari nagari terse­but terendam banjir dan tidak bisa di lewati kendaraan,” ungkapnya.

Selanjutnya jalan nasional di kawasan Alang Rambah Keca­matan Basa IV Balai Tapan saat hujan kemarin juga sempat teren­dam. Akibatnya, hubungan Pa­dang - Bengkulu terganggu. Kendaraan tidak bisa melintasi kawasan itu beberapa jam.

Terkait hujan, Ketua BPBD Pessel Prinurdin mengingatkan, warga yang tinggal di DAS untuk berhati-hati. “ Sekarang musim penghujan, maka warga diimbau untuk berhati hati,” katanya.

Cuaca menurutnya sangat berpotensi menimbulkan banjir. “Terutama warga yang bermu­kim didaerah rawan banjir. Se­lain itu juga perlu waspadai kawasan yang rawan longsor. Biasanya curah hujan tinggi tidak hanya dapat menimbulkan banjir akan tetapi juga berpotensi me­nim­bulkan longsor,” katanya.

Disebutkannya kawasan ra­wan longsor berada di Bayang Utara. Diantaranya Nagari Li­mau Gadang, Pancuang Taba, Muara Air dan Koto Ranah serta Puluik Puluik. Lalu jalanan yang perlu diwaspadai rawan longsor adalah Bukit Pulai, Teratak dan Siguntur. (h/har)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]