Tanpa Pemadaman Listrik

SMA SDI Silungkang Sukses Gelar UNBK


Rabu, 13 April 2016 - 13:20:05 WIB

SAWAHLUNTO, HALUAN — Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA SDI Silungkang Sa­wah­lunto hingga hari terakhir Selasa(12/4) berjalan sukses dan lancar. Ketakutan adanya gangguan jaringan dan pe­ma­daman listrik, tidak terjadi selama berlangsungnya ujian tersebut.

Alhamdulillah dari hari pertama hingga terakhir hari ini, tidak ada gangguan yang berarti baik dari jaringan server internet maupun pemadaman aliran listrik, sehingga UNBK ini berjalan dengan baik dan lancar,” kata Tasnim, Kepala Sekolah SMA SDI Silungkang kepada Haluan, Selasa (12/4).

Dia menambahkan, pelak­sanaan UNBK di SMA SDI Silungkang tahun 2016 ini merupakan yang pertama. Se­dang­kan untuk Kota Sa­wah­lunto SMA SDI merupakan satu satunya tingkatan SMA yang melaksanakan ujian nasio­nal berbasis komputer ter­sebut. Untuk peserta UNBK ini berjumlah 45 siswa yang terdiri dari 20 jurusan IPA dan 25 jurusan IPS, ujian dilak­sanakan dalam 3 sesi dan satu ruangan, masing masing sesi diikuti oleh 15 peserta ujian dengan menggunakan 18 unit komputer serta 2 server utama dan cadangan. Selain itu lanjut­nya untuk mengantisipasi pe­ma­daman listrik pihak sekolah bekerjasama dengan PLN Si­lung­kang menyiapkan dua bu­ah generator setting (genset), yang juga dibantu dengan dua orang petugas PLN yang stand by selama ujian berlangsung.

Tasnim menilai, ujian na­sio­nal berbasis komputer ini dirasakan lebih nyaman dan hemat biaya termasuk hemat waktu, karena para seserta tidak memerlukan waktu un­tuk mengisi biodata diri. Selain itu ujian yang dilaksanakan satu mata pelajaran per harinya juga membuat para siswa lebih rilek ditambah dengan ruang ujian yang memiliki pendingin membuat siswa lebih enjoy dan fokus menjawab soal yang ada.

“Persiapan UNBK di SMA SDI Silungkang sudah di­upa­ya­kan maksimal dan se­pertinya dapat berjalan dengan baik. Tentunya atas dorongan dan bimbingan yayasan Sekolah Dagang Islam, serta adanya motivasi dari Dinas Pen­didi­kan Sawahlunto sendiri, ter­masuk penguasaan teknologi yang cukup mumpuni yang dimiliki siswa itu sendiri,” ungkap pria jebolan IKIP Pa­dang 1991 itu.

Sementara itu, salah se­orang peserta ujian  Raulni Ghandi kepada Haluan me­ngu­ngkapkan, ujian berbasis komputer ini dirasakan lebih gampang ketimbang ujian se­cara manual. Ia tidak perlu mengisi biodata atau pun me­lingkari jawaban memakai abo tapi cukup dengan mengisi password milik sendiri.

“Selain itu kemudahan da­lam mengisi jawaban, ada pi­lihan raga ragu jika kita masih ragu dengan pilihan jawaban, dan bisa melanjutkan me­n­jawab soal yang dirasakan sudah pasti jawabannya,” te­rangnya.

Salah seorang siswi lainnya Fira Wahyuni Ramadhan me­nga­ku tidak repot menghapus dengan setiap jawaban yang dianggap keliru seperti ujian dengan lembar jawaban kertas.

“Ngak perlu repot me­ng­hapus tentunya, tinggal klik saja untuk meberikan ja­waban, sehingga pengerjaan soal men­jadi lebih cepat dan tidak ada aksi menyontek,” ujar Fira. (h/mg-rki)

 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]