BPNB Bedah 9 Skenario Perekaman Film


Kamis, 14 April 2016 - 02:50:38 WIB
BPNB Bedah 9 Skenario Perekaman Film KEPALA BPNB Sumbar, Jumhari saat membuka acara bedah skenario untuk tiga kegiatan perekaman BPNB Sumbar di ruang sidang BPNB Sumbar, Rabu (13/4).

Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat, menggelar bedah ske­nario untuk tiga kegiatan perekaman yang akan ber­lang­sung selama tahun 2016. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang sidang BPNB Sum­bar, Rabu (13/4), dibuka Kepala BPNB Sumbar, Jum­hari, SS.

“Selain untuk membuat rencana perekaman yang lebih matang dan sempurna, dari bedah skenario ini juga diha­rapkan akan menjadi transfer ilmu antara nara sumber de­ngan tim yang melakukan perekaman pada tahun 2016,” kata Jumhari.

Kegiatan yang meng­ha­dirkan tiga nara sumber di­antaranya Dr. Pramono, S. Metron, SS, dan Adri Yandi, M. Sn dan dimoderatori oleh Bahren, SS, MA dan Donny, SS, MA itu, sedikitnya mem­bedah sembilan skenario pere­kaman terkait perekaman aktivitas budaya, perekaman bangunan bersejarah dan pere­kaman film dokumenter.

Terkait perekaman aktivi­tas budaya, tiga skenario pere­ka­man yang dibedah itu ma­sing-masingnya “Kehidupan Nelayan Penghasil Ikan Ke­ring di Kabupaten Muko-Muko” oleh Mutiara Al hus­na, “Ziarah Qubro di Palem­bang” oleh Firdaus Marbun dan “Menaiki Rumah Ga­dang di Kabupaten Sumatera Selatan” oleh Yondri.

Selanjutnya perekaman untuk bangunan bersejarah diantaranya “Bangunan Ber­sejarah di Kabupaten Pesisir Selatan” oleh Sefiani Roza­lina, “Bangunan Bersejarah di Kota Lubuk Linggau” oleh Rahma Dona dan “Bangunan Bersejarah di Kabupaten Le­bong” oleh Ferawati.

Sedangkan terkait pereka­man kegiatan film doku­men­ter, diantaranya “Potret Orang Bali di Desa Rama Agung, Provinsi Bengkulu” oleh No­veri, “Harmoni Bali di Ba­yung Lencir, Provinsi Suma­tera Selatan” dan “Potret Petani Gambir di Kapuah IX, Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat” oleh Budi Eka Putra.

“Bedah skenario tahun 2016 ini memberikan banyak pemahaman bagi tim yang terlibat didalamnya, baik secara konsep maupun dalam hal pelaksanaan teknis. Yang jelas, film yang dibuat oleh BPNB Sumbar harus berbeda dengan film yang diproduksi lembaga lain, yang tentunya lebih menonjolkan sisi-sisi kebudayaan,” timpal Ka­subag TU BPNB Sumbar, Titit Lestari.

Pada kesempatan itu, para pembedah menekankan per­lunya menonjolkan nilai-nilai budaya sesuai dengan tugas dan fungsi Balai Peles­tarian Nilai Budaya dan ten­tunya dengan memastikan tujuan dari aktivitas pereka­man yang akan dilakukan. (h/yan)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]