Selama MNEK 2016

Nelayan Purus Diarahkan ke Pariaman


Kamis, 14 April 2016 - 03:43:50 WIB
Nelayan Purus Diarahkan ke Pariaman Para nelayan melaut di perairan Kota Padang. Selama Iven MNEK 2016, para nelayan diarahkan untuk melaut ke arah Utara dan diimbau agar menjaga jarak dengan kapal-kapal yang ikut iven MNEK 2016.

PADANG, HALUAN — Salah seorang dari organisasi nela­yan Benteng Purus (Benpur), Nas­rul (36) mengatakan se­lama kegiatan MNEK 2016, nelayan dilarang untuk me­laut. Seluruh pesisir pantai harus steril dari kegiatan nelayan.

“Memang benar kami pa­ra nelayan tidak diizinkan untuk melaut sementara wak­tu sela­ma empat hari yaitu mulai tanggal 12-16 april 2016. Sete­lah itu kami baru boleh melaut kembali,” katanya.

Mengenai nasib nelayan yang tidak melaut selama empat hari ini, Nasrul men­jelaskan pihak angkatan laut telah du­duk satu meja dengan para nelayan dan akan menin­dak­lanjuti nasib nelayan sel­ama tidak melaut.

Akan tetapi sampai hari ini (kemarin-red) belum ber­temu kesepakatan bagaimana solusi terbaik untuk nelayan. 

“Selama dua hari ini (Ke­­marin dan lusa-red) kita sudah duduk satu meja de­ngan pihak Angkatan Laut dan dinas peri­kanan ba­gai­mana jalan keluar atas nasib nelayan yang tidak di­per­bolehkan melaut ini.

Namun, sampai sekarang solusinya masih belum kete­mu. Besok (hari ini-red) kita duduk kembali satu meja dan mudah-mudahan tercapailah solusi mengenai persoalan ini,” katanya.

Sementara itu Kepala Di­nas Perikanan dan Kelautan Kota Padang, Zalbadri mem­bantah adanya pelarangan nelayan untuk melaut. Hanya saja, nelayan diarahkan untuk mencari ikan kearah utara (Pariaman).

Jikapun ingin melaut, ne­layan harap menjaga jarak dengan kapal-kapal yang ikut berpartisipasi dalam acara MNEK 2016. .

“Nelayan boleh melaut. Tidak ada yang melarang mere­ka mencari rejeki selama acara komodo 2016 ber­lang­sung. Hanya saja kita arahkan mere­ka ke arah utara yaitu kearah Pariaman.

Jika tetap ingin mencari ikan disekitar perairan Kota Padang, harap menjaga jarak dengan kapal-kapal yang ber­partisipasi dalam acara ko­modo 2016 ini,” kata Zal­badri kepada Haluan di rua­ngannya, kemarin (12/4).

Ia juga mengatakan dalam acara yang melibatkan 35 negara ini tidak ada latihan perang/militer. Melainkan acara simulasi siaga bencana, kesehatan dan sosial lainnya. Diharapkan nelayan jangan takut untuk melaut.

 “Acara Komodo 2016 ini serangkaian kegiatan anti­sipasi bencana, kerja sama dibidang kesehatan dan sosial lainnya. Tidak ada latihan perang atau kegiatan militer lainnya. Jadi di­harapkan nela­yan jangan takut untuk me­laut,” ka­tanya. (h/mg-ang)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]