Kasus Dugaan Korupsi Porprov XIII

Tiga Saksi Diperiksa Polisi


Kamis, 14 April 2016 - 03:53:37 WIB

DHARMASRAYA, HALUAN — Kapolres Dharmasraya AKBP Lalu Muhammad Iwan Mahardan, mengatakan, pihaknya tengah menangani kasus dugaan korupsi dana Porprov XIII tahun 2014. Untuk melengkapi berkas, penyidik memeriksa tiga orang saksi terkait kasus ini.

Ketiga saksi itu adalah yakni Drs Sutadi, selaku Pengguna Anggaran (PA), Andiko Jumarel, selaku Kuasa Pengguna anggaran (KPA) dan Rustian, selaku Pejabat Pelak­sana Teknis Kegiatan (PPTK). Sayangnya, hingga berita ini diturukan, pihak penyidik Polres Dharmasraya belum menetapkan tersangka atas dugaan korupsi, karna masih dalam tahap penyelidikan.

Menurut Kapolres, pihaknya tak hanya berhenti sampai disana. Kasus ini akan terus dikembangkan termasuk memeriksa pengurus empat ca­bang olahraga (Cabor) setempat dan akan dilanjutkan pemerik­saan terhadap Cabor lainnya.

“Karna diduga kasus korupsi pengadaan alat olahraga Porprov ini cukup besar di Sumatera Barat,”ungkap AKBP Lalu Mu­hammad Iwan Mahardan.

Sesuai dengan Laporan In­formasi (LI) No, LI/01/I/2016, tertanggal 4 Januari 2016, dugaan kasus korupsi tentang alat pertan­dingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Ke XIII Sumatera Barat tahun 2014, yang telah menelan uang Negara senilai Rp11 Milyar lebih, sebab itu Jajaran Polres Dharmasraya mulai melirik kasus tersebebut.

Sementara itu, Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Dharmasraya Ipda Muhammad Reza, ketika dikonfirmasi Haluan di ruang kerjanya pada hari Rabu (13/4), mengatakan, sementara ini pi­hak­nya telah melakukan pe­mang­gilan terhadap tiga orang saksi untuk dimintai keterangan.

Dari hasil sementara, sesuai dengan pemeriksaan dilakukan pihak penyidik terhadap kegiatan normative, dari dokumen telah didapatkan, dan barang yang telah dilihat langsung, serta dilengkapi dengan keterangan saksi, terdapat indikasi perbuatan melawan hukum terkuak dari di bagian Cabang Olahraga Bulu Tangkis, Tenis Meja, Gulat, dan Panjat Tebing.

Adapun unsur tindakan mela­wan hukum yang masuk dida­lamnya, meliputi dugaan peng­e­lembungan harga (Mark Up), barang tidak sesuai dengan spe­sifikasi kontrak, penetapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tidak sesuai aturan, dan dugaan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Selanjutnya pihak penyidik juga akan memanggil saksi untuk dimintai keterangan dari pihak Pejabat Penerima Hasil Peker­jaan (PPHP), rekanan pengadaan (Kontraktor), dan Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pekerjaan (ULP).  

Dari hasil keterangan saksi yang telah diperiksa penyidik, sudah dipastikan adanya keru­gian Negara ditimbulkan dari penga­daan alat olahraga ini. Namun nominal kerugian Nega­ra belum bisa dipastikan, karna kita masih dalam tahap penye­lidikan. Selain itu, pihak Polres Berjuluk Ranah Cati Nan Tigo tersebut, juga akan memanggil pihak bersangkutan dengan kasus ini.

“Setelah inklud baru kita bisa, menafsirkan berapa kerugian Ne­gara yang timbul dari kegiatan pengadaan alat olahraga Porprov ke XIII Sumbar itu,” sela Ipda Muham­mad Reza. (h/mg-bdr/mdi).

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]