Sisi Lain MNEK 2016

Dari Marandang Hingga Aksi Bersih-bersih


Kamis, 14 April 2016 - 03:55:09 WIB
Dari Marandang Hingga Aksi Bersih-bersih TENTARA dan koki yang berasal dari sejumlah negara ikut serta dalam lomba Marandang Tuna di kawasan Danau Cimpago, Padang, Rabu (13/4). Lomba yang diadakan oleh Pemko serta panitia MNEK 2016 tersebut diharapkan dapat membantu promosi pariwisata hingga tingkat internasional. (RIVO)

Gelaran Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016 tak melulu soal kapal perang. Banyak cerita yang menghiasi kegiatan pelaut dari 36 negara di perairan sekitar Kota Padang itu.  Dari sekian banyak cerita itu, beberapa kegiatan terpantau menarik dan diikuti ceria oleh peserta, seperti bersih-bersih pantai, marandang (memasak rendang) dan selaju sampan.

Pelaksanaan marandang yang dilangsungkan di Jalan Samudera, depan Lapau Panjang Cimpago (LPC), Rabu (13/4) terlihat menarik. Hampir seluruh kontingen ambil bagian, termasuk Wakil Walikota Padang Emzalmi. Belum dimulai, peluh mereka sudah bercucuran.  Kendati demikian, bule-bule ini tetap terlihat santai. Sesekali mereka melirik bahan makanan yang telah diletakkan di atas kursi dan dekat tungku dengan raut wajah kebingungan. Untung panitia menyiapkan mentor untuk peserta. Padahal, masakan yang mereka siapkan itu sudah dicap terlezat sedunia oleh CNN, tapi karena banyak di lautan, info itu tak hinggap di kepala mereka.

Untuk memasaknya, panitia menyediakan tungku dan batu api untuk pengapian. Nah, ini yang menjadi ujian bagi para peserta. Wajah sangar dan badan besar para tentara ini tidak terlihat menakutkan setelah kelabakan oleh alat masak tradisional mi­nangkabau ini. Ekspresi kebi­ngu­ngan dan kelucuan peserta untuk membuat api dari batu malah membuat orang-orang yang menonton tertawa. Suasana canda tawa mulai mengiringi acara marandang ini, akhirnya antara warga yang menonton dengan peserta mulai berbaur.

Salah satu koki kapal perang asal banglades, Ruhul sibuk mengipas-ngipas tungku. Sedang­kan temannya yang lain, Navis mengaduk kuali yang sudah diisi santan dan bumbu lainnya sambil duduk dikursi. Ia mengaku sedi­kit kerepotan memasak mema­kai batu api, bukan dengan kayu atau minyak. Ini adalah pengala­mannya pertama kali memasak rendang dengan batu api.

“Memasak rendang ini gam­pang setelah diberitahu bagai­mana caranya oleh panitia. Na­mun, untuk menghidupkan api ini yang sedikit lama dan butuh kesabaran. Ditambah lagi menga­duknya juga lama,” kata Ruhul kepada Haluan, kemarin (13/4).

Seorang koki kapal perang china WEIFANG, Bruce Leo menilai  bahan-bahan masakan rendang ini sangat gampang ditemukan di China. “Rendang ini sangat lezat dan enak. Saya suka sekali dan teman-teman juga menikmati kelezatannya. Sele­pas acara ini, kami akan mencoba lagi membuatnya di atas kapal,” kata Bruce.

Beda hal dengan Danielle. Koki asal Amerika Serikat ini me­nuturkan di negaranya ren­dang sudah mulai dikenal. Sudah ba­nyak promosi dan pengenalan ren­dang yang dilakukan oleh orang Indo­nesia ke tengah masya­rakat. Ma­kanan ini biasanya tersaji dalam berbagai acara yang digelar oleh komunitas orang Indonesia yang tinggal di Ame­rika. Bahkan be­berapa orang Amerika ada yang memesan seca­ra pribadi makanan ke orang Indonesia.

“Di Amerika, rendang sudah mulai dikenal. Pertama kali saya mengenal rendang itu saat meng­hadiri sebuah acara yang digelar oleh orang Indonesia. Bahkan, Ada beberapa orang Indonesia yang menerima orderan dari warga amerika secara pribadi,” katanya.

Wakil Walikota Padang, Em­zalmi mengatakan dalam acara komodo 2016 ini merupakan kesempatan baik untuk mem­promosikan rendang ke kalangan militer mancanegara. Para koki terbaik di kapal perang ini dilatih dan dibimbing untuk menyiap­kan segala keperluan untuk me­nyiap­kan rendang. Nantinya, rendang bisa dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia.

Selain marandang, di banjir kanal Banda Bakali, lagi-lagi aksi menghibur tersaji saat peserta selaju sampan asal berbagai negara saling berpacu.  Para peserta seperti kesulitan me­mainkan olahraga rakyat rang Palinggam, Kota Padang ini. Sejak dari garis start di arah Barat, ada peserta yang gagal melajukan sampannya karena berputar-putar saja. Karenanya, mereka harus dibantu tim penyelamat yang menggunakan boat.

Bahkan, ketika menyentuh garis finish, saking asyiknya mengayuh dayung, mereka lupa menyentuh labu yang meng­gantung di garis finish, tanda mereka yang jadi pemenang. Malahan, ada peserta yang mena­brak dinding.

Dari sisi penyelamatan ling­ku­ngan, panpel MNEK 2016 Kota Padang juga mengajak pe­serta melakukan aksi bersih-bersih pantai kawasan wisata Air Manih. Ada tujuh orang perwira Angkatan Laut Amerika Serikat atau yang biasa disebut US Navy Seal yang ikut ambil bagian.

Para perwira US Navy Seal ini tidak sendiri. Mereka menggan­deng Ormas Islam Muhamma­diyah.Perwakilan dari Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Seri­kat untuk Pulau Sumatera Tama­ra Greig mengatakan bahwa selain melakukan aksi bersih-bersih pantai, mereka juga meng­kampanyekan budaya kepada masyarakat untuk tidak selalu menggunakan kantong plastik dalam berbelanja.

“Plastik sendiri tidak akan hancur dalam waktu ratusan tahun, jika satu orang menggu­nakan satu plastik setiap harinya, bagaimana dengan milyaran manusia di dunia yang menggu­nakan benda tersebut? Tentu ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya efek rumah kaca atau yang biasa kita sebut dengan pemanasan global (Global War­ming, red),” tutur Tamara. (h/mg-adl/mg-nga)

 

Laporan: TIM HALUAN

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]