Kelompok Tani Dilatih Membuat Kompos


Jumat, 15 April 2016 - 02:53:23 WIB

SOLOK, HALUAN — Pe­ngurus dan anggota k­e­lom­poktani se Kecamatan Tan­jung Harapan Kota Solok dilatih tentang pembuatan pupuk kompos dengan ba­han baku dari jerami padi selama 1 hari penuh di kan­tor setempat jalan raya Tran­sat Kelurahan Kampung Jawa Selasa(12/4).

Selain dari anggota ke­lompoktani, pelatihan pembuatan pupuk organik itu juga diikuti mahasiswa Fakultas Pertanian Uni­versitas Mahaputra Muham­mad Yamin, apalagi instruk­tur didatangkan dari Dosen Faperta Budi Santosa.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan Kehutanan Kota Solok diwakili Edi Haryanto mengatakan, pemberian bim­bingan bagi petani mem­buat pupuk organik seba­gai konsekwensi menambah ke­terampilan petani jika terja­di kelangkaan pupuk an organik. Selama ini petani sangat jarang memakai pu­puk organik, pada hal ba­nyak keuntungan bagi tanah dan tanaman serta efisiensi dalam cost produksi.

Sehabis panen padi, pe­tani umumnya membakar jerami karena diburu musim tanam berikutnya, pada hal jerami itu adalah hak tanah yang harus dikembalikan lagi, hak petani hanyalah bulir padi yang bisa dibawa pulang ataupun dijadikan uang. Tapi karea ketidak mampuan petani mengolah jerami untuk pupuk organik, sering dibakar.

Oleh karenanya Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tanjung Harapan melirik jerami padi dijadikan pupuk organik karena di Kota Solok cukup banyak jerami yang dibakar begitu saja tanpa dijadikan industri hilirnya. Kandungan dari pupuk organik dengan ba­han baku jerami juga terdapat unsur N,P dan K yang berfungsi untuk pertumbuhan tanaman.

Sebelum dilakukan pem­buatan pupuk kompos, ins­truktur Budi Santosa memaparkan tentang tiori pembuatan pupuk kompos dengan bahan baku jerami. Pada intinya, jerami yang sudah disediakan ditunpuk setinggi 1 meter secara berlapis. Lapisan awal diberi trikodarma dan bahan pelapuk jerami,

Selama 1 minggu tun­pukan dibalik dan setelah 1 bulan, pupuk sudah matang dan siap diberikan pada tanaman sebagai pupuk da­sar. Pupuk kompos kata Budi Santosa tidak mengan­dung zat kimia, jika tanaman yang dipupuk dengan kom­pos, tingkat keracunan tubuh bisa teratasi. (h/alf)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]