Anggaran Daerah untuk Pendidikan Masih Kecil


Jumat, 15 April 2016 - 03:00:25 WIB

JAKARTA, HALUAN —Pe­ngamat pendidikan Indra Charis­miadji mengatakan, alokasi anggaran daerah untuk pendidikan masih kecil. Bah­kan ada daerah yang hanya mengalokasikannya di bawah satu persen.

“Apabila pemerintah dae­rah menyebutkan alokasi ang­garan untuk pendidikan besar, hal itu sebenarnya merupakan ang­garan pemerintah pusat (APBN). Di antaranya untuk gaji dan kesejahteraan guru,” katanya di Jakarta, Selasa (12/4). 

Padahal, lanjutnya, UU No 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sudah jelas menetapkan minimal 20 persen dari APBD diperun­tukkan bagi pendidikan. Na­mun, sejauh ini daerah yang mencapai alokasi sebesar itu masih jarang dan sebagian besar diperuntukkan bagi ke­giatan bukan pendidikan.

Menurut Indra, hal ini disebabkan peruntukan dana pendidikan bagi pemerintah daerah masih terbatas. Yakni untuk rehabilitasi sekolah dan pengadaan buku saja. Semen­tara dana untuk pengadaan peralatan seperti komputer tidak pernah tersedia.

Ia mengatakan, dengan peruntukan yang terbatas ter­sebut membuat penyerapan anggaran pendidikan juga ren­dah. Hal ini juga menjelaskan mengapa alokasi anggaran pendidikan di daerah tidak pernah tinggi.

Indra mengingatkan ma­suk­nya Indonesia dalam pasar tunggal Masyarakat Ekonomi ASEAN menuntut tersedianya tenaga kerja berkualitas agar mampu bersaing.

“Tentunya hal ini harus didukung pendidikan yang mumpuni,” katanya.

Kecilnya alokasi anggaran pendidikan di daerah dapat dilihat dari penyelenggaraan ujian nasional (UN). Buktinya, hanya beberapa sekolah saja yang siap untuk mengikuti ujian nasional berbasis kom­puter (UNBK), sedangkan lainnya masih menggunakan kertas soal.

Data menyebutkan dari 50 ribu sekolah di Indonesia yang mengikuti UNBK hanya 4.400 sekolah. Itu pun dengan ber­bagai kendala di antaranya jaringan internetnya tidak bagus dan komputer tidak mencukupi.

Indra menjelaskan dengan asumsi harga laptop dengan spesifikasi paling tinggi Rp5 juta per unit, maka untuk kebu­tuhan satu sekolah mini­mal 100 unit setidaknya dibu­tuhkan Rp500 juta. Kenya­taannya alo­kasi anggaran tahun 2015 rata-rata di bawah Rp18 juta.

Ia menduga rendahnya alo­kasi anggaran pendidikan di daerah karena kepala daerah masih banyak yang ragu atau bahkan tidak mampu dalam mengelola dan menyusun pro­gram pendidikan.

“Masih banyak kebijakan yang hanya meniru dari daerah lain, padahal untuk mengem­bangkan pendidikan di daerah perlu kreativitas,” ujar dia.

Indra menyarankan bagi kepala daerah yang belum sanggup untuk membuat pro­gram sendiri karena khawatir atau apapun alasannya sebaik­nya merekrut tenaga konsultan pendidikan yang paham untuk membantu membuat program. (h/rol)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 08 Juli 2020 - 08:33:46 WIB

    Indonesia Habiskan Anggaran Rp28,9 Triliun Belanja Alutsista dari AS

    Indonesia Habiskan Anggaran Rp28,9 Triliun Belanja Alutsista dari AS HARIANHALUAN.COM – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia ternyata serius dalam memperkuat sistem pertahanan dan keamanan dalam negeri. Tahun ini, pemerintah Indonesia berencana akan menghabiskan anggaran sebesar USD 2.
  • Ahad, 05 Juli 2020 - 23:12:28 WIB

    Prabowo Ajukan Anggaran Rp 129,3 T di 2021, Sudah Cukup?

    Prabowo Ajukan Anggaran Rp 129,3 T di 2021, Sudah Cukup? HARIANHALUAN.COM - Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp 129,3 triliun pada tahun anggaran 2021 mendatang untuk mencapai target pembangunan di bi.
  • Ahad, 05 Juli 2020 - 16:55:57 WIB

    Ajukan Anggaran Rp129,3 T di 2021, Prabowo: Saya Mau Beli Mainan Baru

    Ajukan Anggaran Rp129,3 T di 2021, Prabowo: Saya Mau Beli Mainan Baru HARIANHALUAN.COM - Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp 129,3 triliun pada tahun anggaran 2021 mendatang untuk mencapai target pembangunan di.
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 21:37:54 WIB

    Kementerian Agama Ajukan Rp 66 Triliun untuk Anggaran 2021

    Kementerian Agama Ajukan Rp 66 Triliun untuk Anggaran 2021 HARIANHALUAN.COM - Menteri Agama mengapresiasi keputusan Kerajaan Arab Saudi membatasi penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M secara terbatas untuk Warga Negara Saudi dan Warga Negara asing atau ekspatriat yang saat ini suda.
  • Selasa, 23 Juni 2020 - 10:41:59 WIB

    Biaya Rapid Test Disorot DPR, BPK Akan Periksa Anggaran Covid-19

    Biaya Rapid Test Disorot DPR, BPK Akan Periksa Anggaran Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Besarnya anggaran penanganan virus corona hingga Rp695,1 triliun dipertanyakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena masyarakat masih harus membayar sendiri biaya rapid test. Hal ini pun jadi beban baru pada.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]