Titin Sumarni, Pengusaha Keripik

Dari 50 Kg Ubi, Kini Beromzet Rp8 Juta Per Hari


Jumat, 15 April 2016 - 03:03:54 WIB
Dari 50 Kg Ubi, Kini Beromzet Rp8 Juta Per Hari Titin Sumarni memperlihatkan keripik sale dan keripik pisang buatannya di Citra Minang, tokonya di Jalan raya Padang-Painan, Kamis (14/4). (RUSDI BAIS)

Nasib membuat Titin Sumarni timbul tenggelam menjalani kehidupan. Dari kampung ke rantau, bali lagi ke kampung, nasib melemparkannya ke sana ke mari. Namun, ia percaya nasib baik akan berpihak kepadanya.

Harapan itu kini terwujud. Kini ia adalah pengusaha keripik dengan omzet jutaan per hari. Bagaimana ia mem­bangun bisnisnya? Berikut kisahnya yang ia tuturkan kepada wartawan Haluan, Rusdi Bais.

Titin Sumarni dilahirkan di Bungus, Kecamatan Bu­ngus Teluk Kabung Padang, 24 September 1982. Pada usia 10 tahun, ia sudah dibawa orangtuanya ke Jakarta. Di Jakarta pula ia menikah.

Untuk memenuhi kebu­tuhan ekonomi keluarga, pa­sa­ngan muda ini menjalankan usaha dagang sembako. Usa­ha yang dilakoninya maju pesat, dimulai dari eceran hingga grosir. Pada 2007, bisnisnya yang sedang ber­kem­bang, bangkrut.

Merasa sulit untuk bang­kit, ia dan suaminya pulang kampung ke Bungus. Lama meninggalkan kampong, ia merasa canggung karena sela­ma di Jakarta, pendapatannya lumayan, relasi bisnis cukup luas. Sementara saat pulang ke kampung, ia belum tahu apa yang akan dikerjakan sebagai mata pencaharian. Tinggal di rumah orang tua pula. Namun ia tetap tabah menghadapi cobaan itu.

Titin lalu mencoba merin­tis usaha baru, yakni membuat keripik ubi jalar ungu. Modal pertama satu karung ubi de­ngan berat 50 Kg. Tak ada minyak tanah untuk meng­hidupkan kompor, Titin dan suaminya pergi ke bukit men­cari kayu api, yang akan digu­nakan sebagai bahan bakar penggorengan ubi.

Keripik itu ia bungkus dengan isi sebungkus 2 ons. Keripik itu ia titipkan ke beberapa toko di sekitar Bu­ngus. Dagangannya laris. Uang hasil penjualan perdana itu ia gunakan untuk bikin usaha lagi. Ia membuat pula keripik pisang, yang diawali dengan lima tandan pisang. Keripik itu juga laku.

“Hanya tiga bulan tinggal di rumah orang tua, setelah itu kami pindah ke rumah kon­trakan, masih di Bungus,” ujarnya.

Keripik ubi jalar ungu dan keripik pisang dengan merek “Citra Minang” itu mulai dikenal masyarakat. Tapi Titin tak berhenti di situ. Ia coba pula membuat pisang sale, yang pada awal produksi meng­gunakan 10 tandan pi­sang. Salen menitipkan jualan di beberapa toko di Bungus, ia juga menitipkan jualan di pusat penjualan oleh-oleh khas Sumbar di Padang. “Ke­ti­ga jenis makanan ringan yang saya buat ternyata disu­kai pembeli,” ucapnya.

Sejak Oktober 2015, Titin mengontrak toko permanen di pinggir jalan raya Padang-Painan Km 19 No. 30 Bungus.  Ia mengisi toko itu dengan tiga produk andalannya, ber­bagai jenis minuman, dan produk makanan orang lain. “Salen jual sendiri, saya tetap mengisi beberapa toko oleh-oleh di Padang,” katanya.

Pusat oleh-oleh “Citra Minang” selalu ramai pengun­jung, terutama pada hari-hari libur. Produksi produk pun terus meningkat. Untuk men­ja­lankan usahanya, Titin me­nyerap 10 orang tenaga kerja. Bertambah produksi, om­zetnya pun bertambah. Dalam sehari, penjualan di toko itu rata-rata Rp8 juta per hari.

Kini, Titin memproduksi rata-rata 250 bungkus pisang sale per hari. Satu bungkus dijual Rp15.000, dan grosir Rp12.000. Keripik ubi jalar ungu dan keripik pisang rata-rata 200 bungkus (isi  2  ons) per hari. “Untuk pisang sale, kami menggunakan pisang manis dan pisang ambon, dan pisang batu untuk keripik pisang. Bahan baku tersedia cukup,” katanya.

Lantas, dari mana Titin be­lajar membuat keripik dan pi­sang sale? “Sedari kecil saya ter­biasa membantu orang tua mem­buat kue. Jadi, guru saya ada­lah ibu kandung sendiri,” ka­ta Titin Sumarni yang ber­ci­ta-cita punya toko sendiri. (*)

 

Laporan: RUSDI BAIS

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]