Inacraft 2016

Sawahlunto Bawa Produk Turunan Songket


Jumat, 15 April 2016 - 03:05:36 WIB
Sawahlunto Bawa Produk Turunan Songket

SAWAHLUNTO, HALUAN — Sawahlunto tetap mengusung kerajinan tenun songket Silungkang, dalam International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2016 atau kegiatan promosi produk kerajinan internasional pada 20 hingga 24 April di Jakarta.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Per­industrian Dinas Perindagkopnaker Sa­wahlunto, Indra Syamsi kepada Haluan, Kamis (14/4).

Ia menuturkan, beragam motif songket Silungkang akan ditampilkan dalam iven itu, mulai dari motif tua hingga pengembangan motif yang dilakukan pengerajin songket Silungkang saat ini.

Dalam Inacraft 2016, kata Indra Syamsi, Sawahlunto mengambil satu stand dan menghadirkan dua pengerajin songket. Harapannya, terjadi kontak dagang antara pengerajin dan konsumen.

“Pengerajin tenun Silungkang nantinya, ju­ga akan membawa produk turunan tenun song­ket Silungkang. Mulai dari tas laptop, da­si, taplak meja, dan sandaran kursi, hingga hia­san dinding, sepatu, dan sandal,” sebut­nya.

Pemko Sawahlunto, lanjutnya, terus berupaya mengangkat dan mengembangkan usaha tenun songket Silungkang. Selain menjaga warisan nenek moyang, juga mengangkat perekonomian masyarakat.

Dalam tiga tahun terakhir, lanjut Indra Syamsi, jumlah pengerajin tenun songket Silungkang mengalami pertumbuhan yang signifikan. Jika sebelumnya hanya dalam kisaran dua ratusan pengerajin, kini telah mendekati angka seribu.

Dengan jumlah pengerajin tersebut, produksi tenun songket Sawahlunto, dengan menggunakan alat tenun bukan mesin, rata-rata mencapai 140 helai setiap hari. Meski belum terlalu besar, namun ada optimisme pertumbuhan ekonomi di sektor kerajinan yang telah berusia ratusan tahun tersebut.

Sementara itu, Walikota Sawahlunto, Ali Yu­suf mengatakan, Inacraft merupakan saat yang tepat untuk mempertemukan penge­ra­jin dan konsumen tenun songket Silung­kang. Semakin terbukanya pasar, akan se­ma­kin membuka peluang ekonomi masya­ra­kat.

“Pemerintah terus mendorong, baik dengan memberikan pelatihan, alat tenun, modal usaha, membuka peluang pasar, serta membawa pengusaha mode ke Sawahlunto melihat langsung proses pembuatan keraji­nan songket,” ujarnya.

Ia mengaku masih sangat yakin bahwa kerajinan tenun songket Silungkang tetap memberikan peluang ekonomi yang sangat bagus, bagi masyarakat Sawahlunto, hingga puluhan tahun ke depan. Sebelumnya, pengusaha fashion dan pemilik Safhira Butik, Fenny Mustafa, sempat memboyong puluhan pengusaha mode dari Kota Ban­dung Jawa Barat, melihat langsung proses pembuatan songket Silungkang. (h/dil)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]