Harapan Baru Nelayan Sumbar


Jumat, 15 April 2016 - 03:14:33 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Sebuah harapan baru bagi kehidupan nelayan Sumbar terbersit ketika Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pu­jiastuti pasca meresmikan monumen Mer­pati Perdamaian yang berselaras de­ngan materi dari Komodo 2016 yaitu fokus pa­da kegiatan Maritime Peace Keeping Ope­ration (MPKO) di Taman Muaro Lasak.

Pada pertemuan itu Presiden Jokowi meminta Menteri Susi untuk melakukan evaluasi dan revisi mengenai beberapa Peraturan Menteri yang selama ini mere­sahkan para nelayan Sumatera Barat.

Di antara yang akan dievaluasi dan direvisi mengenai kemudahan perizinan kapal-kapal nelayan lokal yang berkapasitas di atas 30 GT agar bisa diurus di Provinsi. Kemudian peraturan tentang batas wilayah tangkapan nelayan, peraturan untuk kemu­dahan lalu-lintas ekspor hasil tangkapan nelayan, dan beberapa peraturan lainnya.

Kita pantas mengapresiasi pertemuan dan hasil pertemuan itu. Kita berharap hal ini akan dievaluasi sesegera mungkin, dan peraturan teknis berupa Peraturan Menteri dan turunannya akan segera dikeluarkan. Salah satu yang pernah kita sorot melalui hari ini adalah soal, Surat Edaran (SE) Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan No 721/DPB/PB.510.S4/II/2016, melarang operasional kapal pengangkut ikan hasil pembu­dida­ya­an berbendera asing sejak 1 Februari 2016.

SE itu telah menjadi pukulan telak bagi nelayan Sumbar. Sedikitnya 817 kepala keluarga (KK) nelayan pembudidaya ikan kerapu terancam miskin, akibat terkendala memasarkan produksinya. Bila harga kerapu jatuh, jelas mereka bakal terancam jatuh miskin. Bila hanya menjual ke pasar lokal, tidaklah menyelesaikan persoalan. Karena selain permintaan terhadap ikan kerapu sangat kecil, juga harga jualnya juga murah. Setidaknya terdapat 1.800 pembu­didaya ikan kerapu dengan produksi ikan mencapai 100 ton per tahun.

Tidak hanya itu. Bebagai regulasi dan keberpihakan yang nyata terhadap perbai­kan kehidupan nelayan, perlu terus kita suarakan.

Berdasarkan estimasi para ahli, kawasan laut Sumatera Barat memiliki potensi sumberdaya ikan sebesar 512.550 ton per tahun. Samudera Hindia yang terhampar di pantai Barat Sumatera Barat, merupakan salah satu habitat tuna terbaik di dunia. Kawasan laut Sumatera Barat juga berpo­tensi besar sebagai kawasan wisata karena memiliki panorama yang indah, memiliki pulau-pulau kecil sebanyak 185 buah, memiliki hutan mangrove seluas 38.832 ha dan terumbu karang seluas 34.584 ha. Potensi ini merupakan kekayaan alam yang luar biasa yang seharusnya bisa menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat setempat.

Namun demikian, kita tidak bisa begitu saja mengingkari kenyataan bahwa kehidu­pan nelayan masih menjadi potret nyata kemiskinan rakyat pesisir. Masyarakat nelayan yang bermukim di daerah yang kaya-raya tersebut justru hidup dalam keadaan miskin.

Kita berharap kebijakan da­lam penge­lolaan dan pemanfaatan Sum­ber Daya Kelautan dan Perikanan perlu dilak­sanakan dengan berkesungguhan demi pe­ningkatan kesejahteraan masyarakat nela­yan.

Namun demikian, juga harus tetap me­lakukan upaya perlindungan, peles­tarian dan pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pu­lau kecil serta ekosistemnya untuk men­jamin keberadaan, ketersediaan dan ke­si­nambungan sumberdaya kelautan kita. ***



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 15 Agustus 2018 - 18:20:43 WIB

    Syafri, Perjalanan Tanpa Kaki yang Penuh Harapan

    Syafri, Perjalanan Tanpa Kaki yang Penuh Harapan Seorang lelaki senja tengah mengayuh sepeda di Kawasan Jati Kota Padang. Tangan sepeda buatan membantunya menyusuri dan tiap sudut Kota Padang. Syafri nama lelaki itu. Meski hidup dalam keterbatasan fisik, ia tetap menikmati .
  • Rabu, 14 Maret 2018 - 09:49:18 WIB

    Tumor Ganas Menghancurkan Harapan Mardiyusni

    Tumor Ganas Menghancurkan Harapan Mardiyusni Sudahlah jatuh, tertimpa tangga. Itulah nasib yang dialami Mardiyusni (48) atau biasa disapa Yus. Ibu beranak dua ini hanya bisa pasrah menanggung penyakit tumor ganas yang dideritanya sejak tahun 2014 lalu. Berobat ke dokter.
  • Kamis, 28 Juli 2016 - 04:10:11 WIB

    Harapan dan Mimpi Baru

    Gerbong kabinet Joko Widodo (Jokowi) akhirnya sampai ke stasiun kedua untuk dilakukan perombakan. Selaku lokomotif, Jokowi-JK ingin menarik gerbong yang tentunya juga punya daya dorong untuk mencapai tujuannya. Beberapa peng.
  • Senin, 14 Desember 2015 - 03:22:35 WIB
    Ramlan Nurmatias

    Harapan Baru Warga Bukittinggi

    Harapan Baru Warga Bukittinggi Dari entri data C-1 yang dilakukan KPU Bukittinggi maupun hitungan cepat lainnya, menunjukan pasangan Ramlan-Irwandi (kandidat nomor urut empat) memeroleh suara terbanyak di Pilkada Kota Bukittinggi 2015. Ke­menangan Ramlan-.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM