Warga Padang Sarai Waspada Saat Hujan


Jumat, 15 April 2016 - 03:35:44 WIB

PADANG, HALUAN —  Pas­ca­banjir yang melanda Kota Padang pada 22 Maret 2016, khususnya di Kelurahan Pa­dang Sarai, membuat Lurah Padang Sarai beserta ja­ja­rannya lebih meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun.

“Imbauan kami lakukan melalui musala dan masjid yang ada di kelurahan ini, agar warga bisa waspada untuk meminimalkan kerugian jika banjir terulang lagi. Apalagi hampir setiap malam pada akhir-akhir ini selalu hujan lebat,” kata Yasni, Lurah Padang Sarai, Koto Tangah, Kota Padang, di sela-sela agenda rapat dengan Camat Koto Tangah, Rabu (13/4).

Sementara itu Sekretaris Lurah Padang Sarai, Irwandi, mengatakan bahwa imbauan langsung juga dilakukan ter­hadap warga ketika petugas meninjau langsung rumah-rumah warga yang terkena banjir. Jika ada warga yang posisi rumahnya rendah dari jalan, direkomendasikan un­tuk mempertinggi lantainya.

Selain itu, sambung Ir­wan­di, dalam minggu ini akan juga akan menyurati ketua rukun tetanga (RT) se-Padang Sarai agar selalu mengingatkan warganya untuk waspada se­tiap hujan turun dan mela­kukan kesiapan di setiap ru­mah. Persiapan itu berupa menyediakan logistik atau makan siap saji, dan membuat rak-rak di tempat tinggi untuk menaruh barang-barang.

“Beberapa hari ini beredar isu bahwa akan terjadi lagi banjir yang lebih besar. Hal ini saya tegaskan bahwa isu ter­sebut tidak benar dan tidak bisa dipertangungjawabkan,” kata Irwandi saat di­te­mui Haluan di ruang kerja­nya, Kantor Lurah Padang Sarai, Rabu (13/4).

Di tempat yang berbeda, Emi (45), warga Perumahan Mega Permai I Blok E7 me­nutur­kan bahwa banjir tanggal 22 Maret 2016 merupakan kejadian besar pertama yang dialami. Kalaupun banjir, hanya sebatas lutut orang dewasa di jalan, tidak sampai masuk kedalam rumah.

“Sudah 11 tahun tinggal di perumahan tersebut, baru kali ini mengalami banjir yang sampai pinggang di dalam rumah. Untung saja anak-anak tinggal di rumah nenek­nya malam itu” tutur Emi, ibu dengan tiga orang anak ini.

Mengantisipasi kejadian yang sama berulang, ketika hujan lebat melanda daerah Koto Tangah, Emi membawa anaknya menginap ke rumah neneknya yang berada di da­erah yang tidak terkena banjir. Sedangkan di rumah, dibuat­kan rak-rak untuk menaruh barang seperti televisi dan pakaian, serta surat berharga apabila air masuk ke rumah.

Didi (41), warga kompleks Padang Sarai Permai, men­ceritakan hujan lebat yang terjadi akhir-akhir ini di setiap malam membuat anak-anak­nya cemas dan khawatir. Se­hingga setiap malam selalu begadang agar bisa antisipasi memindahkan barang atau mengungsi jika banjir datang.

“Kalau malam sudah hu­jan lebat, saya dan beberapa tetangga tidak tidur. Hanya duduk dan berbincang di teras rumah sambil melihat ke­tinggian air di jalan,” kata Didi. (h/mg-fyt)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]