DKP Kekurangan Personil

Pepohonan Kota Kurang Terawat


Jumat, 15 April 2016 - 03:37:07 WIB

PADANG, HALUAN — Jalanan Kota Padang ditumbuhi pepohonan nan rindang dan menyejukan, namun sayangnya banyak yang tidak terawat sehingga pohon-pohon tersebut telah tumpang tindih dengan benalu.

“Kota Padang ditumbuhi ribuan pepohonan, namun baru sekitar 20% yang baru dirapikan sebab kami kekurangan tenaga,” ungkap Aprizal Khaidir Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Padang.

Dikatakannya, saat ini DKP hanya punya satu unit mobil yang bisa digunakan untuk memangkas ranting pohon-pohon tersebut deng­an  4-5 personil saja.

Lebih jauh Afrizal me­ngung­kapkan, dalam sehari DKP hanya mampu mera­pi­kan maksimal 5-6 batang po­hon. Sedangkan saat ini  ada ribuan pohon di jalanan Kota yang harus dirapikan.

“Kami kekurangan te­na­ga, jadi wajar jika pohon ya­ng sebelumnya telah di­pan­gkas kembali minta dipangkas se­telah dua tahun. Sementara pohon yang lain masih banyak yang belum terpangkas meski kami bekerja tiap hari,” keluh Aprizal.

Kadis DKP tersebut juga menekankan perlunya dila­kukan pemangkasan pohon. Sebab pohon yang tidak di­pang­kas akan menyebabkan banyak dampak negatif.

“Selain untuk pohon itu sendiri, dampaknya ne­ga­ti­f­nya juga kepada masyarakat. Ranting pohon yang yang tidak dipangkas akan melapuk dan jatuh ke jalanan.

Hal tersebut tentunya bisa mengganggu pengguna jalan. Ranting tersebut juga ber­bahaya jika telah tumpang tindih dengan kabel listrik,” jelas Afrizal.

Dijelaskan juga, pe­mo­tongan ranting pohon dila­kukan apabila ranting telah menjorok ke jalan dan ke rumah warga.

Dengan pemotongan ran­ting tersebut, selain me­mi­ni­malisir kecelakaaan,  pohon kota juga bermanfaat untuk kelestarian pohon itu sendiri, sebab dengan pemotongan tersebut , akan tumbuh ran­ting baru yang lebih subur dan bebas dari benalu.

Afrizal Khaidir me­ngi­m­bau kepada pihak-pihak yang diberi izin untuk melakukan pengalian seperti Telkom, PDAM, PLN , dan lainnya untuk tidak memotong akar pohon kota ketika melakukan penggalian,

“Tolonglah urat pepo­ho­nan jangan dipotong, sebab  selain bisa membunuh pohon kota juga dapat mem­baha­yakan masyarakat sekitar,” kata Afrizal.

Kadis DKP tersebut me­lan­jutkan, mudah saja melihat pohon yang akarnya telah dipo­tong. Apabila pohon ter­sebut condong ke arah jalan, maka dipastikan akarnya telah dipotong.

“Ke depannya saya ber­harap tidak ada lagi pohon yang condong atau mati ka­rena berbagai penggalian,” pungkas Afrizal. (h/mg-ysn)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 08 Agustus 2016 - 11:58:55 WIB
    MUNAS IALI V

    Atasi Udara Panas dengan Menambah Pepohonan

    PADANG, HALUAN — Un­tuk pertama kalinya, Ikatan Arsitektur Lansekap In­do­nesia (IALI) menggelar Mu­syawarah Nasional (Mu­nas) di luar Pulau Jawa, tepatnya di Kota Padang. Selama dua hari, Sabtu (6/8) dan Minggu (7/8),.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]