Warga Jambak Ditemukan Meninggal di Dasar Jurang


Jumat, 15 April 2016 - 03:45:46 WIB
Warga Jambak Ditemukan Meninggal di Dasar Jurang Suasana Rumah Duka di Jorong Jambak Nagari Sianok VI Suku Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam, Kamis (14/4).(YURSIL)

BUKITTINGGI, HALUAN — Seorang warga Jorong Jambak Nagari Sianok VI Suku Keca­matan IV Koto Kabupaten Agam, bernama Reni Astuti (54) ditemukan meninggal dunia di dasar jurang jalan alternatif Bukittinggi-Maninjau via Sim­pang Panta, tepatnya di kawasan Kelok S Ngarai Sianok, atau sekitar 200 meter dari rumah korban, Kamis (14/4).

Reni Astuti ditemukan terge­letak dengan posisi menelungkup di antara tumpukan sampah di dasar jurang yang berkedalaman sekitar 25 meter.

“Yang pertama kali melihat korban adalah Musadar (44) warga Jambak. Waktu itu sekitar pukul 08.00 WIB, ia melihat ada sosok manusia di dasar jurang, yang tampak dari atas jurang. Atas temuan itu, warga lalu melakukan evakuasi dengan melintasi kawasan Taruko,” ujar Kepala Jorong Jambak, Wedi Adnan.

Menurut Wedi Adnan, kor­ban sempat terlihat oleh warga pada Rabu 13 April 2016 kema­rin siang sedang duduk-duduk di batu pada bibir atas jurang. Warga telah mengingatkan korban un­tuk tidak duduk di sana, karena sangat berisiko jatuh ke dalam jurang.

“Sorenya, korban sempat kembali ke rumah, tapi entah kenapa, saat magrib korban tidak ada di rumah. Warga telah men­cari kemana-mana tapi tidak ketemu. Pagi tadi, korban baru ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia,” jelas Wedi Adnan.

Wedi Adnan mengungkap­kan, korban mengalami keter­belakangan mental dan sering jalan ke luar rumah.

“Tapi jalannya gak jauh-jauh. Paling jauh sekitar satu kilo­meter. Ia sering ke SD terdekat untuk beli lontong, lalu pulang lagi. Sebelumnya korban juga tidak pernah hilang. Rencananya kor­ban akan dimakamkan sebentar lagi, siap zuhur, di belakang rumah korban,” ulas Wedi Adnan.

Sementara itu, Kapolsek IV Koto AKP Hendra Restu Adi memastikan korban meninggal dunia akibat terjatuh ke dalam jurang.

“Dari hasil visum luar, tidak ditemukan indikasi kekerasan yang dialami oleh korban. Kor­ban hanya mengalami luka robek dan lebam-lebam, yang diduga akibat benturan saat terjatuh ke dalam jurang,” jelas Hendra Restu Adi, Kamis(14/4).

Pernyataan ini juga diperkuat oleh Dokter Roswita dari Puskes­mas IV Koto yang melakukan visum luar terhadap korban.

“Hasil visum sementara, kor­ban mengalami luka robek pada bagian lengan kanan 22 sen­timenter dengan lebar enam sentimeter. Luka robek ini diin­dikasikan akibat terjatuh dan terbentur benda tumpul,” jelas Roswita.

Ia menjelaskan, selain itu korban juga mengalami banyak luka lebam, yakni pada bagian perut, bagian rusuk kiri dan pada bagian paha kiri yang diduga akibat benturan ketika terjatuh.

“Diduga korban telah me­ning­gal dunia sekitar enam hing­ga delapan jam sebelum ditemu­kan. Ini tampak pada jasad kor­ban yang belum berbau serta belum semua anggota tubuhnya mengalami kaku,” tambah Roswita.(h/ril)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]