Citra Swalayan Akan Kembangkan Bisnis Daring


Sabtu, 16 April 2016 - 04:22:46 WIB
Citra Swalayan Akan Kembangkan Bisnis Daring

PADANG, HALUAN — Citra Swalayan Grup akan membuka Citra Swalayan daring (online) pada 2019 untuk mengembangkan bisnis perusahaan supermarket terbesar di Sumatera Barat itu.

Direktur Citra Swalayan Grup, Redian Fikri Guspardi mengatakan, rencana mem­buat perdagangan elektronik (e-commerce) itu adalah upa­ya pihaknya menyikapi pesat­nya perkembangan informasi akibat teknologi.

Anak Guspardi Gaus, pen­diri Citra Swalayan ini men­ceritakan, ide un­tuk membuat per­da­gangan elektronik ter­sebut terinspirasi dari laman Amazon.com, yang meru­pa­kan perusahaan perdagangan elektronik terbesar di Ame­rika Serikat. Di Indonesia, perusahaan seperti sudah ada, seperti Alfamartku.com.

“Kami akan membuat si­tus Citra Swalayan yang mu­dah digunakan, mudah men­cari barang, harga murah, dan mudah bertransaksi. Situs ini tidak seperti Toko­pedia.com yang hanya menjadi penghu­bung antara penjual dan pem­beli barang. Citra Swalayan akan membuat situs sekaligus penjual ba­rang,” ujar Redian ke­pada Haluan di Pa­dang, Jumat (15/4).

Ia menjelaskan, Ci­tra Swalayan daring memiliki dua konsep jual. Pertama, pembeli memesan barang ke situs Citra Swalayan, lalu mendatangi Citra Swalayan untuk me­ngambil barang. Ke­dua, pembeli memesan ba­rang ke situs Citra Swala­yan, kemudian Citra Swalayan me­ngantarkan barang ter­se­but ke alamat pem­beli melalui kurir.

“Bisnis ini akan berjalan baik apabila Citra Swalayan sudah memiliki 120 cabang di Kota Padang dan daerah seki­tar­nya, sesuai target pada 2019. Jadi, kalau cabang Citra Swalayan sudah tersebar me­ra­ta di seluruh Kota Padang, pembeli daring akan cepat mendapatkan barang. Misal­nya, pembeli beralamat di Kuranji, nanti Citra Swalayan akan mengantarkan barang melalui cabang terdekat di sana,” papar pria yang men­jabat Direktur Citra Swalayan sejak 2011 ini.

Kembangkan bisnis untuk ekonomi kerakyatan

Selain membuat Citra Sw­a­la­yan daring, Redian juga berencana menjadikan Citra Swalayan sebagai pusat grosir untuk warung-warung kecil di Kota Padang. Hal itu untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan.

Dalam pandangannya, bis­nis yang berkembang hari ini pada umumnya adalah bisnis kapitalis. Pusat grosir hanya mem­berikan tenggat waktu bagi warung kecil untuk mem­bayar barang dalam waktu singkat. Dengan demikian, pusat grosir semakin besar, sementara warung kecil yang mengambil barang ke sana tercekik. Atas dasar hal seper­ti itu, pihaknya akan membuat sistem yang berbeda.

“Saya akan menjadikan Citra Swalayan sebagai pusat grosir seperti Lotte Mart di Pekanbaru. Bedanya, Lotte Mart tak membatasi penyalu­ran barangnya. Toko besar, toko P&D diterimanya juga. Kalau Citra swalayan akan berfokus ke warung-warung kecil sebagai target pasar. Ini untuk mengantisipasi apabila suatu saat nanti Alfamart dan Indomaret masuk ke Kota Padang,” bebernya.

“Masuknya Alfamart dan Indomaret ke Kota Padang nantinya adalah suatu kenis­cayaan. Kini memang belum masuk karena dilarang Wali­kota Padang. Tetapi nanti belum tahu. Oleh karena ini, sebelum Alfamart dan Indo­maret yang memiliki jaringan toko sampai ke kelurahan dan gang-gang kecil itu masuk, saya akan membina dan mem­besarkan dulu toko-toko kecil yang ada di Kota Padang. Kalau toko-toko kecil ini sudah siap ber­saing, lalu Alfa­mart dan Indomaret masuk, tidak apa-apa,” katanya lagi.

Untuk mewujudkan hal itu, kata Redian, pi­hak­nya memiliki tiga pro­gram. Pertama, menyuplai ba­rang-barang ke warung-warung kecil dengan masa tenggat kredit sebulan. Waktu itu ia rasa cukup lama untuk membayar barang. Kedua, tak hanya menyuplai, tapi pihaknya juga akan menjalin hubu­ngan yang dekat dengan pemilik warung. Caranya dengan memberikan me­reka pelatihan seperti pem­­benahan manajemen keuangan, desain tampilan warung, dan pelayanan kepada konsumen. Ketiga, mendidik anak pemilik warung, dengna men­ja­dikan anak mereka seba­gai keluarga, dan menga­rah­kan masa depannya.

“Dengan sistem seper­ti itu, warung-warung kecil men­ja­di besar, men­da­patkan ke­un­tungan yang besar, Citra Swa­layan juga semakin besar. Ini­lah eko­no­mi kerakyatan. Pe­milik mo­dal dan mitra sa­ma-sama mendapatkan ke­un­tu­­ngan. Kalau hal itu tidak di­la­kukan, warung-warung kecil itu akan mati nantinya bila Al­famart da Indomaret masuk ke Kota Padang. Hal itu sudah ter­jadi di Pekanbaru. Warung-wa­rung yang peng­ha­silannya Rp­800 ribu hingga Rp1,2 juta se­hari, menurun drastis men­jadi Rp300 ribu sehari hingga ba­nyak yang gu­lung tikar, se­telah Alfamart dan Indo­maret masuk di Pe­kan­­baru.

Redian menuturkan, de­ngan progam seperti itu, jum­lah barang yang dibeli Citra Swalayan dair pabrik semakin besar. Keuntungannya, Citra Swalayan akan mendapatkan barang dengan harga murah dari pabrik karena mengambil barang dengan harga demi­kian murah, sehingga bisa menjual barang ke warung-warung dengan harga murah. Dengan demikian, terciptalah harga yang kompetitif, apabila Alfamart dan Indomaret ma­suk ke Kota Padang suatu saat nanti. 

Membuka cabang dengan sistem waralaba

Sebelum mewujudkan ren­­cana pada 2019 itu, mulai ta­hun ini Redian menyiapkan semua perangkat “perang” tersebut. Caranya adalah mem­­buka 120 cabang di Su­matera Barat.

“Saat ini Citra Swalayan memiliki 18 cabang yang do­minan di Kota Padang. Mulai 2016 hingga 2019, saya menar­getkan memiliki 120 cabang di Sumatera Barat, terutama Kota Padang. Untuk tahun ini, saya menargetkan untuk mem­­buka 23 cabang di Kota Padang dengan modal sendiri. Nanti, pada 2017, kami akan membuka cabang dengan sis­tem waralaba (kerja sama bagi hasil),” terang Redian.

Redian menjelaskan, pi­hak­­nya akan mencari toko-to­ko swalayan yang memiliki ba­ngu­­nan sendiri, untuk di­ajak be­­kerja sama dengan Citra Swa­layan. Modal toko terse­but te­tap berasal dari pemilik­nya, ha­nya saja nama toko ter­sebut meng­gunakan merek Ci­tra Swa­layan, dan memakai ma­na­jemen Citra Swalayan. (h/dib)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]