Internal Parpol Butuh Perdebatan Konseptual


Sabtu, 16 April 2016 - 04:31:16 WIB

JAKARTA, HALUAN – Sek­jen DPP Partai Golkar Id­rus Marham mengatakan, masa depan partai politik (parpol) di Indonesia, ter­ma­suk Partai Golkar bergantung pada cara dan langkah ketua umum parpol untuk mampu menciptakan tradisi baru. Salah satunya tradisi perdebatan kon­sep­tual di internal partai. 

Perdebatan kata Idrus, akan mampu memperkuat konsep ketua umum dalam menghadapi tantangan ke depan. Sebaliknya, jika ca­lon ketua umum (caketum) yang hanya mengandalkan modal finansial atau dia menye­butnya dengan isti­lah‘ ten­tengan’, justru akan berdam­pak buruk pada partai.

“Beda tantangan dan tentengan. Siapapun yang mengandalkan tentengan, secara tidak langsung yang bersangkutan akan meng­hancurkan Golkar,” kata Idrus dalam diskusi “Babak Baru Partai Politik di Indo­nesia”, di Jangala Center, Jakarta, Jumat (15/4). 

Apalagi menurut Idrus, jika berkaca pada sejarah berdirinya Golkar, ber­kaitan erat dengan perge­rakan. Hakikat Golkar kata dia adalah sebuah gerakan kolektif, bukan meno­n­jol­kan individu semata.

“Golkar adalah sebuah gerakan ideologis. Apakah parpol-parpol sekarang ini pernah bicara ideologi? Saya katakan secara kasat mata, tidak. Lebih banyak menggunakan sebagai tiket politik, bukan alat perjua­ngan politik,” kata Idrus yang menyatakan siap maju sebagai calon ketua umum Golkar dalam Munas Partai Golkar, Mei mendatang.

Magnet Golkar

Pada kesempatan itu, Idrus juga menilai bahwa magnet Golkar dari waktu ke waktu terus melemah dengan indikasi terus ber­ku­rangnya perolehan suara di semua tingkatan dalam pemilu legislatif. “Untuk memperkuat magnet Golkar perlu kepemimpinan yang kuat,” kata Idrus.

Kemudian lanjut Idrus, kesetiakawanan sosial di kalangan internal partai makin melemah, seperti terjadinya saling menja­tuhkan sesama kader partai. “Ini bisa terlihat di parle­men. Ini juga membuat ting­kat kepercayaan masyarakat ke Golkar makin lemah,” aku Idrus.

Idrus Marham sendiri mengaku sempat ragu ingin maju sebagai salah satu ceketum. Karena dirinya menyadari, untuk maju se­ba­gai calon ketua umum harus melakukan dialog dengan kader partai di daerah. 

“Setelah Rapimnas yang digelar Januari lalu saya berpikir maju atau tidak. Saya masih sekjen, tentu masih disibukan urusan  internal partai sehingga belum sempat  melakukan kunjungan-kunjungan ke daerah. Dari 34 Provinsi, saya baru mengunjungi 13 Provinsi,” ujarnya.

Namun dia berjanji, jika dirinya terpilih dipercaya Munas sebagai ketua umum Partai Golkar,  dia akan mengunjungi seluruh provinsi dalam waktu 3 bulan. “Kalau bisa dalam waktu 2 bulan. Selain berte­mu kader, saya juga akan melakukan dialog terbuka dengan semua komponen,” janjinya. 

Sebagai ketua umum partai, ulas Idrus, tidak bisa mengindar dari mayarakat. “Ketua umum harus menye­lesaikan semua masalah, tidak boleh mengindar dari ma­salah,” kata Idrus Marham.

Pengamat politik M. Qodari juga mengatakan, calon ketua umum partai harus banyak bicara dengan kader di daerah, karena suara terbanyak itu ada di daerah. Selain itu memang perlu modal sosial dan mo­dal finansial.

“Modal finansial ini tidak bisa dihindari karena kader Golkar sendiri sudah prag­matis. Namun tidak kalah penting itu yang harus dimiliki calon ketua umum adalah kemampuan intelektual yang mamdai. (h/sam)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 25 Maret 2020 - 19:23:28 WIB

    Para Menteri Diminta Tak Melayat, Ibunda Presiden Jokowi Bersifat Internal

    Para Menteri Diminta Tak Melayat, Ibunda Presiden Jokowi Bersifat Internal JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ibunda dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi, meninggal dunia di usia 77 tahun. Jenazah Sudjiatmi telah dibawa ke rumah duka di Solo dan akan dimakamkan secara internal..
  • Senin, 01 Juli 2019 - 20:43:05 WIB

    Komisi III DPR Pertanyakan Konflik Internal di KPK

    Komisi III DPR Pertanyakan Konflik Internal di KPK JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Anggota Komisi III DPR mempertanyakan konflik internal penyidik yang terjadi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pimpinan KPK, Senin (1/7/2019)..
  • Rabu, 21 September 2016 - 03:13:36 WIB
    KAPENKUM KEJAGUNG M RUM DI ILC TVONE

    Kejagung Komit Bersih-bersih di Internal Kejaksaan

    Kejagung Komit Bersih-bersih di Internal Kejaksaan PADANG, HALUAN — Kepala Penerangan Hukum Kejaksaan Agung M Run menegaskan, internal kejaksaan juga ikut mengusut kasus suap yang melibatkan jaksa di Kejati Sumbar. Tidak hanya jaksa Farizal yang tertangkap menerima suap Rp3.
  • Sabtu, 09 Januari 2016 - 03:06:34 WIB
    Djan Faridz Ubah Kepengurusan Diam-diam

    Kisruh Internal PPP Makin Parah

    Kisruh Internal PPP Makin Parah JAKARTA, HALUAN—Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) sudah mencabut SK kepengurusan PPP kubu Romahurmuziy (Romi)..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]