Daya Saing Pariwisata


Sabtu, 16 April 2016 - 04:33:49 WIB

Dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagai buah dari usaha ekonomi nasional yang mandiri, maka mengembangkan industri pariwisata beserta industri kreatifnya merupakan suatu keharusan di masa skarang. Pengembangan industri ini sangat dimungkinkan mengi­ngat begitu kayanya Indonesia dengan banyaknya ragam pesona, mulai dari alam, sejarah, hingga budaya.

Semua daya pesona itu tentu tidak dapat begitu saja memberi nilai tambah bila kemudian tidak diiringi dengan usaha menggugah minat pasar untuk mengunjungi serta menikmati berbagai objek wisata serta hasil industri kreatif yang ada. Di antara usaha untuk menarik minat pasar itu adalah adanya inisiatif dari industri pariwisata secara periodik dan berkelanjutan serta berdaya saing.

Seperti ditulis dosen untuk Program Studi Pariwisata, Universitas Brawijaya Malang, R. Teguh Satriawan, S.E., M.M, untuk membangun daya saing ini di antara­nya harus memiliki pengembangan terha­dap bagaimana agar objek-objek wisata yang ada atau yang akan dikembangkan, terjamin keamanannya dan terpelihara keber­sihan­nya serta sangat peduli terhadap ling­kungan hidup, seperti gerakan penghijauan per­kotaan dengan alokasi hutan-hutan per­kotaan dan taman-taman rekreasi yang sekaligus menjaga kesegaran dan kenya­manan perkotaan.

Membangun daya saing bangsa di tengah bangsa-bangsa lain yang telah lebih dulu unggul, maka jalan yang harus ditempuh adalah bagaimana memetakan persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa ini, seka­ligus memilah sektor mana yang kiranya dapat menjadi pendongkrak keunggulan bangsa ini, sehingga punya posisi tawar, bisa sejajar, bahkan bila mungkin, selangkah lebih maju dari bangsa lain.

Tentu bagi orang pariwisata, sektor itu adalah pariwisata karena mampu menjalin kedekatan, bahkan meningkatkan kinerja di bidang ekonomi dan bidang-bidang lain yang strategis, sehingga apa yang menjadi cita-cita kemerdekaan hidup yang aman, damai, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terdekati adanya. Di sini pariwisata dapat dijadikan media untuk menempatkan rakyat sebagai manusia yang memiliki potensi, harkat, dan martabat.

Untuk semua itu kita harus mem­bangun cara pandang baru tentang pari­wisata bersama industri kreatif sebagai unsur utama perekonomian nasional, apalagi bila kita ingin mengembangkan industri pari­wisata sebagai alat dukung bagi mening­katkan harkat dan martabat negara bangsa di tengah pergaulan dunia internasional yang memiliki daya saing. Ada beberapa langkah strategis yang kiranya dapat dijadikan pertimbangan dalam membangun cara pandang ke arah itu. Dalam hal ini industri pariwisata dapat dipandang sebagai penentu.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang tengah menggodok pengembangan pariwisata pada RPJMD 2016-2021 perlu meningkatkan daya saing tersebut untuk menjaga peluang pasar. Singkronisasi dan integrasi antardaerah yang memiliki poten­si bisa jadi modal untuk bersaing merebut pasar yang saling tarik menarik. Perbaikan mental juga menjadi perhatian karena ini bisa merusak jika tidak dikelola. Tiga sekawan, istilah Sari Lenggogeni menjadi pemicu, palak, pakuak dan preman bisa jadi penyakit yang menghadang laju upaya daya saing tadi. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]