Status SPL Maninjau Meningkat Menjadi UPT ATP


Sabtu, 16 April 2016 - 04:50:11 WIB
Status SPL Maninjau Meningkat Menjadi UPT ATP Pembukaan selubung nama peningkatan status Stasiun Penelitian Lapangan (SPL) Danau Maninjau menjadi UPT Alih Teknologi Penyehatan Danau oleh Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain dan Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan. (KASRA SCORPI)

Agam, Haluan — Kepala Lem­baga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Iskandar Zulkarnain m­engatakan, danau Maninjau yang tercemar harus ditangani secara serius untuk mengatasi kepunahan biota air di danau ini.

Menurut Iskandar saat acara peningkatan status Stasiun Pe­nelitian Lapangan (SPL) Danau Maninjau menjadi UPT Alih Tek­nologi Penyehatan (APT) Danau di Bayur Kamis (14/3), danau ini harus diselamatkan karena ter­masuk 15 danau yang menjadi prioritas perhatian di Indonesia. Apalagi tingkat pencemarannya terus meningkat sehingga me­nimbulkan ancaman bahwa danau Maninjau tidak akan dapat lagi memberikan kontribusi terhadap kehidupan masyarakat sekitarnya.

Penelitian LIPI selama 13 terakhir menemukan 57 spesies ikan di danau Maninjau, salah satu yang spesial dan tidak ditemukan di tempat lain di dunia adalah ikan rinuak, ikan ini merupakan daya tarik tersendiri untuk mengundang wisatawan.

Namun spesies tersebut berada dalam ancaman akibat perkem­bangbiakan plankton yang terus meningkat yang juga disebabkan pertumbuhan usaha keramba jala apung yang mencapai jumlah di luar kemampuan daya tampung danau.

Acara perubahan status pe­ning­katan status Stasiun Pe­neli­tian Lapangan Danau Maninjau ter­sebut ditandai dengan penan­datanganan prasasti dan pem­bukaan selubung nama oleh Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain, yang di dampingi Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan, Sekretaris Utama LIPI, Siti Nurliati dan Kepala Deputi LIPI, Zainal Arifin.

Untuk mendukung kinerja lembaga tersebut pihak LIPI akan menambah delapangan orang personilnya.

Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan pada acara itu mengajak masyarakat membantu LIPI dan pemerintah dalam upaya penyelamatan danau Maninjau dari ancaman pencemaran.

Sementara Kepada LIPI Trinda berharap, dalam upaya menye­lamatkan danau Maninjau perek­onomian masyarakat sekitarnya yang mayoritas bersandar kepada usaha peternakan ikan juga harus diselamatkan.

“Keseimbangan antara pe­nyehatan danau dengan mata pencarian masyararakat perlu disiasati, antara lain dengan me­ngalihkan usaha petani ikan dari danau ke daratan. Karena ini penting sekali, mengingat jan­tungnya kehidupan masyarakat salingka danau adalah petani ikan,” ungkap Wabup Agam ini. (h/ks)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]