Dugaan Kasus Korupsi Porprov Sumbar

KPA Akan Ikuti Prosedur Penyelidikan


Sabtu, 16 April 2016 - 04:55:02 WIB

DHARMASRAYA, HA­LU­AN — Adiko Jumarel, Kua­sa Peng­guna Anggaran (KPA) dipanggil penyidik Polres Dharmasraya, dalam dugaan kasus korupsi ten­tang alat pertandingan Pe­kan Olahraga Provinsi (Por­prov) Ke XIII Sumbar ta­hun 2014. Andiko menga­ku dirinya akan me­ngikuti prosedur yang dilaku­kan pihak kepolisian.

Pada kesempatan itu, Ka­mis (14/4) Andiko Juma­rel, yang juga menjabat seba­gai Kabid Dikmen Dinas Pendi­dikan Pemuda dan Olahraga, Dharmasraya, mengatakan, apa yang dila­kukan pihak kepolisian ter­se­but meru­pakan peker­jaannya dalam men­jalan­kan tugas.

“Polisi melakukan pe­mang­­gilan kepada kami me­rupakan sudah tugas me­reka dan saya akan ikuti sesuai prosedurnya,” kata Andiko Jumarel.

Dikatakannya, pemang­gi­lan terhadap dirinya serta rekannya terkait dugaan kasus tersebut, itu semua persoalan biasa dan dirinya akan me­ngikuti semua pro­sedur yang ada. “Kapan ada pemanggilan oleh pihak kepolisian kepada kita, ka­mi selalu siap untuk datang ke Polres Dharmaraya da­lam memberikan kete­ra­ngan,” kata Andiko.

Selain itu, dengan du­gaan kasus korupsi terbesar di Sum­bar tersebut, Andiko juga mem­­bandingkan de­ngan se­buah perlombaan menyanyi, meski salah se­orang peserta mempunyai suara bagus me­nurut ma­syarakat, namun ke­pu­tusan juri yang menetukan pe­menang atau tidaknya pe­serta tersebut.

Seperti berita sebe­lum­nya, Kepolisian Polres Dhar­­mas­raya mulai me­ngupas kasus du­gaan korup­si tentang alat per­tan­dingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Ke XIII Su­ma­tera Barat tahun 2014, yang telah menelan uang ne­gara seilai Rp11 Miliar lebih, sesuai dengan Laporan In­formasi (LI) No, LI/01/I/2016, tertanggal 4 Januari 2016. Dugaan kasus terse­but, pihak Polres Dhar­masraya telah melakukan penyelidikan de­ngan du­gaan tidak me­me­nuhi stan­daritas spesifikasi.

Kapolres Dharmasraya AK­BP Lalu Muhammad Iwan Mahardan didampingi KBO Reskrim Ipda Mu­ham­mad Reza mengatakan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap tiga saksi untuk di­min­tai kete­rangan, yakni Suta­di, selaku Pengguna Anggaran (PA), Andiko Jumarel, selaku Kuasa Pengguna anggaran (KPA) dan Rustian, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Ke­gia­tan (PPTK).

Dari hasil sementara, se­suai dengan pemeriksaan dila­kukan pihak penyidik terha­dap kegiatan normatif, dari dokumen telah dida­patkan dan barang yang telah dilihat lang­sung, serta di­leng­kapi dengan keterangan saksi, ter­dapat indikasi per­buatan me­lawan hukum terkuak dari bagian cabang olahraga bulu tangkis, tenis meja, gulat dan panjat tebing.

Adapun unsur tin­da­kan melawan hukum yang ma­suk di dalamnya, me­liputi penge­lembungan harga (Ma­rk Up), barang tidak sesuai dengan spe­sifikasi kontrak, pene­tapan Harga Perkiraan Sen­diri (HPS) tidak se­suai atu­ran dan du­gaan Surat Per­tang­gung Jawa­ban (SPJ) tidak bisa di­pertanggung jawabkan.

Selanjutnya pihak pe­nyi­dik juga akan me­mang­gil saksi untuk dimintai kete­rangan dari pihak Pe­jabat Penerima Hasil Pe­kerjaan (PPHP), rekanan penga­daan (kontraktor) dan Ke­lom­pok Kerja (Pok­ja) Unit Layanan Pe­ker­jaan (ULP).

Dari hasil keterangan saksi yang telah diperiksa penyidik, sudah dipastikan adanya keru­gian negara di­tim­bulkan dari pe­nga­daan alat olahraga ini. Na­mun nominal kerugian ne­gara be­lum bisa dipastikan, karena kita masih dalam tahap pen­yelidikan. Selain itu, pihak Polres Berjuluk Ranah Cati Nan Tigo ter­sebut, juga akan memanggil pihak ber­sang­kutan dengan kasus ini. (h/mg bdr)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 18 Februari 2020 - 14:11:11 WIB

    KPAI Soroti Kasus Incest dan Pembuangan Bayi di Pasaman

    KPAI Soroti Kasus Incest dan Pembuangan Bayi di Pasaman PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan terjadinya skandal incest dan pembunuhan bayi di Kabupaten Pasaman. Kasus ini terkuak ke publik setelah pelaku, SHF (18), ditangkap polisi, Sen.
  • Jumat, 21 Juni 2019 - 12:15:23 WIB

    KPAI Minta Segala  Bentuk Iklan Rokok  Dilarang 

    KPAI Minta Segala  Bentuk Iklan Rokok  Dilarang  JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati mendorong iklan rokok tidak hanya dilarang di media internet, tetapi juga dilarang di segala media dalam bentuk apa pun..
  • Rabu, 21 September 2016 - 02:31:40 WIB

    Pokdarwis dan KPA Solsel Dapat Bimtek

    Pokdarwis dan KPA Solsel Dapat Bimtek SOLSEL, HALUAN — Sebanyak 17 Ke­lompok masyarakat Sadar Wisata (Pok­darwis) dan Kelompok Pecinta Alam Solok Selatan (Solsel) mendapatkan bimbingan teknis terkait sapta pesona lokasi destinasi wisata. Kegiatan dimotori ole.
  • Jumat, 15 Januari 2016 - 03:28:06 WIB
    Ditemukan Dinsos Agam di Malalak

    Gadis Tanggung Tanpa Identitas Diserahkan ke LPKTKPA Pariaman

    Gadis Tanggung Tanpa Identitas Diserahkan ke LPKTKPA Pariaman PARIAMAN, HALUAN—Seorang gadis tanggung tan­pa identitas ditemukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Agam di Malalak. Setelah itu, pihak dinas sosial men­yerahkan anak malang terse­but kepada Ketua Lembaga Pelayanan Korban Tin.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]