Daerah Harus Tampung Pasien Gangguan Jiwa


Sabtu, 16 April 2016 - 05:04:22 WIB

PADANG, HALUAN — Direk­tur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) H.B Saanin, Lily Gracediany meminta agar puskesmas dan Rumah Sakit (RS) di kabu­paten/kota bisa menyediakan layanan gangguan jiwa di da­erah. Merujuk dari hasil survey Menteri Kesehatan 2013 lalu, ada 92 ribu masyarakat Sum­bar yang berpotensi memiliki gangguan kejiwaan.

Kelainan kejiwaan yang dimaksud, kata Lily, tidak hanya gangguan jiwa berat (gila), akan tetapi juga gang­guan jiwa ringan, seperti cemas berlebihan, depresi, atau pun yang paling banyak itu gang­guan tidur.

“Ini tersebar di hampir 19 kabupaten/kota yang kita mili­ki. Jadi, apabila ada yang me­nga­lami gangguan kejiwaan, pasien tidak harus datang ke RSJ H.B Saanin. Puskesmas dan RS di da­erah juga bisa memberikan bantuan kejiwaan ini, se­perti cemas berlebihan dan juga gangguan tidur,” kata­nya kepada Haluan di Pa­dang Jumat, (15/4) sore melalui sambungan telepon.

RSJ H.B Saanin Padang mencatat, angka rawat jalan selama setahun untuk pa­sien mengalami gangguan jiwa ri­ngan itu mencapai 101 ribu jiwa. “Sementara yang saat ini di rawat di RSJ, itu ada seba­nyak 303 orang,” terangnya.

Untuk itu, tegas Lily, kabu­pa­ten/kota benar-benar bisa me­nyediakan layanan kese­ha­tan di daerah. “Ka­rena meru­juk kepada Un­dang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2014 ten­tang kese­hatan jiwa, bahwa se­tiap puskesmas dan RS di da­erah harus menyediakan la­yanan kesehatan jiwa,” tukas­nya.

Sebelumnya, anggota Ko­misi V DPRD Sumbar, Hida­yat mengatakan, ber­dasarkan rapat Laporan Keterangan Pertang­guja­waban (LKPJ) Gu­­bernur Sumbar 2015 di DPRD Sumbar. Komisi V men­dapat laporan, bahwa 92 ribu masyarakat Sumbar yang tersebar di 19 kabu­paten/kota berpotensi me­nga­lami gang­guan jiwa, di mana ada yang berpotensi gangguan jiwa berat (gila).

Banyak hal yang mem­buat terjadinya gangguan kejiwaan ini. Namun faktor umum yang di dapat itu, disebabkan karena per­se­ling­kuhan. “Karena pese­ling­kuhan membuat sese­orang mengalami gangguan ke­ji­wa­an,” ungkapnya.

Selain itu, gangguan keji­waan juga disebabkan kare­na media sosial. Melalui media sosial, seseorang bisa saja berkomunikasi dengan teman-teman lama dan bah­kan juga memungkinkan bertemu man­tan. “Nantinya akan mengu­lang-ulang ce­ri­ta lama dan berlanjut akhir­nya selingkuh,” papar­nya.

Temu alumni juga bisa me­yum­bang gangguan keji­waan. “Ketika temu alumni orang-orang akan saling memberikan penampilan terbaik dengan segala ke­mewahan yang dia punya, ini tentu akan ber­dampak bagi kejiwaan alumni lain yang notabene bisa saja, ini juga bisa membuat gangguan kejiwaaan,” katanya.

Hanya saja, kata Hi­dayat, gangguan kejiwaan ini me­miliki tingkatan ter­sen­diri dan pengelompokkan tersendiri hingga ke gang­guan jiwa berat yang me­mang harus di rawat. (h/isr)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]