PR Lama Pariwisata Belum Tuntas


Sabtu, 16 April 2016 - 05:08:13 WIB

PADANG, HALUAN – Pengembangan pariwisata Sumbar masih dililit dengan persoalan klasik. Persoalan seperti pre­manisme serta pelayanan masih meng­hantui pengembangan sektor ini.

Hal itu terungkap dalam Focus group discussion (FGD) penyempurnaan dan sinkronisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumbar Sektor Pariwisata 2016-2021 di Gubernuran, kemarin (15/4). Salah satu pembicara, Sari Lenggogeni

Hal itu, kata dosen Fakultas Ekonomi Unand ini, merupakan temuannya di lapangan terkait kelemahan pariwisata Sumbar. “ Ada persoalan tiga sekawan, Palak, Pakuak, Preman. Masalah lainnya juga tidak jauh dari pelayanan,”kata Riri, sapaan akrab Sari Lenggogeni ini beristilah.

Tidak hanya itu, pemetaan objek wisata juga sering menjadi tanda tanya bagi wisa­tawan. Berikan wisatawan mimpi indah, bukan mimpi buruk. Setiap objek wisata harus punya jaringan atau transportasi yang bagus antar objek wisata. Kearifan lokal dan ramah tamah hal yang mutlak dilakukan.

Keluhan juga datang dari Ketua Asita Sumbar, Ian Hana­fiah. Dikatakannya, tidak ada kemajuan wisata di Sumbar, terutama di sektor destinasi dan sarana penunjang lainnya. Ru­mah makan atau restoran men­jadi harga mutlak di objek wisata.

“Banyak keluhan dari wisata­wan kita, terkait dengan pengem­bangan destinasi wisata tiap daerah. Misalnya, wisatawan yang ingin merasakan nuansa kelok 44 dari atas atau dari Bukittinggi. Setelah sampai di bawah ternyata tidak ada tempat untuk nong­krong, sekedar berhenti menik­mati Danau Maninjau. Kalau harus balik ke Bukittinggi tentu lain lagi rasanya. Tidak hanya itu, banyak objek wisata di Sumbar ini yang tidak dibenahi,” jelas Ian Hanafiah panjang lebar.

Tidak berhenti sampai di situ, kata Ian Hanafiah, mendunianya Singkarak tidak sebanding de­ngan perhatian dari pemerintah. Buktinya hingga sekarang, Danau Singkarak tidak mengalami per­kembangan sebagai destinasi wisata. Singkarak yang digadang-gadangkan oleh dunia inter­nasional, kecil ketika disaksikan secara nyata.

“Dilihat dari dunia inter­nasional, Singkarak dengan ada­nya Tour de Singkarak sangat familiar. Ketika wisatawan da­tang ternyata Singkarak itu seper­ti itu adanya,” tegas Ian Hanafiah. Ke depan, perlu keseriusan pe­me­rintah provinsi atau kabu­paten/kota untuk membenahi objek wisata tersebut.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno sudah mencanangkan pengembangan pariwisata lebih serius ke depan. Ke depan, Sumbar perlu masu­kan dari pemerhati pariwisata agar pariwisata bisa berkembang lebih baik. Karena, pariwisata tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak saja, perlu kerja sama stakeholder.

“Kami sudah berbagi tugas dengan Wakil Gubernur, Nasrul Abit untuk fokus pengembangan objek wisata. Butuh masukan dari pemerhati dan keseriusan dari kabupaten dan kota,” tutur Irwan Prayinto. Karena sudah berbagi tugas itu, Irwan berharap kerja­sama kabupaten dan kota se­makin lebih baik.

Ditambahkan Wakil Gu­bernur Sumbar, Nasrul Abit menunggu komitmen kabupaten dan kota untuk mengembangkan pariwisata dari berbagai sektor. Apalagi, pembicaraan tentang pariwisata dengan kabupaten dan kota sudah serius. Namun, hingga sekarang masih ada kabupaten dan kota yang tidak menggubris apa yang sudah disepakati.

“Untuk tahap pertama ini, saya tunggu sampai Juni untuk pemberantasan tiga sekawan tadi, tukang pakuak, tukang palak dan preman. Itu tahap pertama yang wajib dilakukan oleh kabu­paten dan kota tanpa terkecuali,” tutur wagub.

Tahap kedua, kabupaten dan kota harus membuat perencanaan hingga November untuk lima tahun ke depan. November terse­but perencanaan harus selesai, lengkap dengan perencanaanya dan anggarannya. Nasrul Abit menegaskan, jika kabupaten wajib menganggarkan tentang pengembangan wisata.

“Buat anggaran sendiri, ja­ngan minta ke provinsi. Ini ben­tuk keseriusan kita, seperti yang per­nah kita bahas,” ujarnya. Kekayaan objek wisata di masing-masing kabupaten dan kota tidak boleh sama, seperti atraksinya, sehingga pangsa pa­sar­nya masih ada. Jika atraksi sama, ditakutkan pangsa pasar­nya akan hilang. (h/ows)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]