Tangkap Ikan dengan Menyetrum

Dua Remaja Tersengat, Satu Tewas


Sabtu, 16 April 2016 - 05:10:09 WIB
Dua Remaja Tersengat, Satu Tewas

PADANG, HALUAN — Dua remaja pencari ikan dengan cara menyetrum, tersengat listrik yang mereka aliri untuk mendapatkan ikan di sungai kecil di Parak Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Jumat (15/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Salah satu korban, Sahju Firdaus (16) tewas akibat sengatan listrik tersebut, sementara rekannya, Febrianto Sebastian dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa naas ini terjadi di salah satu aliran sungai kecil di belakang rumah korban di Gang Pusara RT 002 RW 004 Kelurahan Parak Laweh Lubuk Begalung, Jumat (15/4). Hingga berita ini diturunkan, korban yang lolos dari maut, Febrianto, masih dalam perawatan di Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo, Ganting, Kecamatan Padang Timur.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Lubuk Begalung, Kompol Aljufri, kepada Haluan, korban meninggal adalah Sahju Firdaus (16), warga setempat yang berstatus seorang pelajar di SMKN 7 Pa­dang. Sedangkan satu korban dirawat adalah Febrianto Sebas­tian (17), berstatus pengangguran.

“Selain dua orang korban, satu lagi yang menjadi saksi dalam peristiwa ini adalah sau­dara Dion Pratama (16), pe­ngang­guran yang juga adik dari korban dirawat. Saat kejadian, ia tak ikut tersengat listrik karena tidak berada di dalam sungai,” kata Aljufri menerangkan, Jumat (14/4).

Berdasarkan keterangan saksi pada pihak kepolisian, kejadian bermula saat ia dan kedua korban pergi menyetrum ikan sekitar pukul 14.00 WIB selepas Salat Jumat. Dalam proses penyetru­man ikan, Sahju Firdaus keba­gian tugas memegang kayu alat sentrum, Febrianto Sebastian memegang kabel alat yang disam­bungkan dari colokan listrik dari dapur rumah Sahju Firdaus. Sedangkan Dion sendiri keba­gian tugas memegang jaring penampungan ikan.

Ketiganya telah menda­pat­kan beberapa ekor ikan setelah menyetrum selama kurang lebih 30 menit. Tiba-tiba, menurut keterangan Dion, Sahju Firdaus memegang ujung alat penyetrum yang berbahan almunium sehing­ga ia langsung tersengat listrik karena tengah berada di dalam air.

Saat Sahju Firdaus tersengat arus listrik, Febrianto yang juga berada di dalam air ikut terse­ngat, sedangkan Dion yang berada di luar sungai tidak ikut tersengat dan langsung berusaha memberi pertolongan kepada kedua re­kannya.

“Saksi Dion ini mencoba me­narik kakaknya si Febrianto dari dalam air, dan berhasil. Setelah itu Saksi Dion berusaha menarik Sahju Firdaus yang masih me­megang alat setrum tersebut. Saksi ini mencoba me­mukul tongkat penyetrum itu dengan kayu hingga lepas dari tangan Sahju Firdaus, setelah itu korban diangkatnya ke tepian sungai. Katanya korban ini sem­pat tersedak dan mengeluarkan air dari mulut,” lanjut Aljufri menjelaskan keterangan dari saksi.

Selanjutnya, saksi Dion mem­beritahukan kejadian tersebut kepada kedua orangtua korban yang langsung membawa kedua korban ke Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo Gantiang. Tapi, sesampai di rumah sakit, Sahju Firdaus dinyatakan tak tertolong lagi, sedangkan Fe­brianto masih mendapatkan pe­nanganan serius dari tim medis.

“Kami mendapat informasi dari warga dan langsung ke TKP untuk pulbaket dan berkomu­nikasi dengan orangtua korban. Tapi orangtua Sahju Firdaus menolak tawaran visum dan menganggap kejadian ini sebagai musibah. Kata orangtua korban, korban akan dimakamkan besok (hari ini, red) di kawasan Sungai Pinang perbatasan Padang-Pes­sel,” pungkas Aljufri. (h/isq)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]