Rotasi dan Mutasi Solsel Mulai Bergulir


Senin, 18 April 2016 - 03:02:59 WIB

SOLSEL,HALUAN—Rotasi dan Mutasi Apa­ratur Pegawai Negeri Sipil (ASN) di ling­kungan Pemerintah Daerah Solok Selatan (Solsel) mulai bergulir. Diperkirakan jumlah ASN yang dirotasi dan mutasi sebanyak 30 orang.

Hal itu merupakan pe­nyegaran dan salah satu bentuk pengenalan daerah secara keseluruhan. Se­hing­ga, para ASN harus mema­hami hal tersebut sebagai berkah, sebab dengan mu­tasi ASN diuntungkan ke­tika berbicara karir dan pengalaman.

“Hendaknya ASN tidak terpengaruh isu negatif yang berkembang. Se­sung­guh­nya, mutasi salah satu ben­tuk penyegaran. Apalagi, yang muda-muda harus me­nge­nal Solsel secara keselu­ruhan. Yang di Utara ke Selatan begitupun sebalik­nya.

Jangan pandang seba­gai hukuman karena itu percayakan saja urusan pe­ga­wai kepada pemerintah,” papar Bupati Solsel, Muzni Zakaria kepada Haluan,(15/4).

Menurutnya, dengan me­la­kukan rotasi serta mu­tasi ASN dapat berdampak terhadap kepedulian  dan kecintaan daerah. “Kita masyarakat Solsel yang di Utara terkadang tidak me­ngenal daerah yang ada di Selatan. Misalnya, di Ke­camatan Sangir Batang Hari dikatakan kaya akan emas sementara kita tidak pernah tau bagaimana kondisi dae­rahnya hanya mendengar informasi saja. Jadi dengan adanya mutasi kita lebih memiliki rasa kepedulian terhadap daerah kita,” tam­bahnya.

Ia berharap masyarakat memahami tentang tugas dan makna sumpah serta  janji pamong. “Tidak benar mutasi ASN adalah hu­ku­man. Berfikir jernih dan dewasalah. Bisa dikatakan hukuman apabila ASN di­tempatkan tidak sesuai de­ngan pangkat atau golongan yang bersangkutan. Kita tidak melakukan itu,”terang Bupati dua periode itu.

Sementara Kepala Ba­dan Kepegawaian Daerah Solsel, Erwin Ali me­nye­butkan jumlah ASN yang dimutasi sekitar 30 orang. “Mutasi merupakan suatu bentuk penyegaran  dan diperkirakan 30 orang ASN yang telah dimu­tasi,” kata­nya.

Kebijakan untuk mela­kukan mutasi  sesuatu yang normatif. Dalam urusan mutasi, kebijakan kepala daerah dalam melakukan mutasi disadari sebagai se­suatu yang mutlak dila­ku­kan. Jika mutasi tidak dila­kukan maka ada sesuatu yang tidak beres dalam me­ngelola daerah.

Ia menambahkan, mu­tasi memang peristiwa yang unik dilingkungan PNS. Dipihak yang merasa nya­man dengan jabatan dan lingkungan kerjanya, mutasi adalah siksaan. Namun, sebagian ASN, mutasi meru­pakan berkah. Penyebabnya karena bosan dengan su­asana kerja atau ambisi  mendapat tantangan baru atau jabatan baru. “Tidak dapat dipungkiri kata mutasi merupakan sebuah kata yang seram dikuping pejabat atau staf peme­rinta­han,” tandasnya.

Kepala Dinas Pen­didi­kan (Disdik) Solsel, Fidel Efendi menyebutkan jumlah ASN di jajarannya yang mutasi dan rotasi sekitar 15 orang.”Jumlah personil ASN dijajaran Disdik yang mutasi sekitar 15 orang,” tutup Fidel.(h/jef)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]