Pemerintah Diminta Petakan Daerah Rawan Penyanderaan


Senin, 18 April 2016 - 03:16:44 WIB

JAKARTA, HALUAN — Gu­­­ru Besar Hukum In­ter­nasional Universitas In­do­nesia, Hikmahanto Juwana berpendapat, sebaiknya pe­me­rintah melakukan iden­tifikasi daerah-daerah ra­wan pembajakan dan pe­nyanderaan.

“Tujuannya agar pe­m­e­rintah dapat me­ngu­mum­kan dan mengimbau para nakhoda kapal berbendera In­donesia untuk men­g­hin­dar dari wilayah tersebut,” ujar Hikmahanto Juwana di Jakarta, Minggu (17/4).

Hikmahanto me­nga­ta­kan pembajakan dan pe­nyan­deraan kapal ber­ben­dera Indonesia terulang kembali pada Jumat (15/4) malam lalu. Saat ini sandera WNI berjumlah 14 orang dan pemerintah terus me­ng­u­payakan pembebasannya dengan berkoordinasi de­ngan otoritas Filipina.

“Sudah saatnya pe­me­rintah melakukan iden­tifikasi daerah-daerah ra­wan dilakukannya pem­ba­jakan dan penyanderaan,” kata dia.

Bisa jadi ini berarti biaya transportasi yang lebih ma­hal, namun ini opsi terbaik mengingat di wilayah rawan tersebut kemungkinan ada­lah basis Abu Sayyaf. “Dan otoritas Filipina mungkin tidak memiliki kendali atas wilayah tersebut,” ujar dia.

Tindakan me­ngi­den­tifi­kasi dan mengumumkan harus segera dilakukan agar tidak terjadi korban berikut.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot N­ur­mantyo mengungkapkan TNI mengerahkan dua ka­pal perang ke perbatasan Filipina menanggapi aksi penyanderaan terhadap WNI yang diduga kembali dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf.

“Saya sudah siapkan pa­sukan di darat, laut dan udara untuk mengambil tin­dakan di perbatasan Fili­pina,” kata Panglima TNI saat menghadiri peringatan HUT ke 64 Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu.

Ia mengaku telah men­dapat informasi bahwa pada Jumat (15/4) sekitar pukul 18.20 WIB di perairan per­batasan antara Malaysia de­ngan Filipina telah terjadi pen­yanderaan terhadap WNI.

“Satu orang ditembak di bawah ketiak, kemudian empat orang disandera. Dan enam orang selamat se­karang ada di Sabah. Yang tertembak dalam kondisi selamat di Malaysia. Ter­in­dikasi adalah kelompok Abu Sayyaf tapi masih da­lam penyelidikan,” ucap dia. (h/rol)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]