Sawahlunto Surplus Beras 4.005 Ton


Senin, 18 April 2016 - 03:25:21 WIB

SAWAHLUNTO, HALUAN — Produksi padi di Sawahlunto mengalami kenaikan hingga 10,4 persen sepanjang 2015. Pada 2014 produksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 15.078 ton, sementara pada 2015 menjadi 16.651 ton.

Keberhasilan tersebut tak terlepas dari berbagai kegiatan dan pengoptimalan lahan yang dialukan Dinas Pertanian dan Kehu­tanan melalui Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura. Atas keberhasilan itu, Sa­wahlunto mendapat penghargaan dari Mentri Pertanian RI atas keberhasilan produksi padi di atas 5 persen.

“Dari hasil surplus hingga 10 persen, kebutuhan beras warga Sawahlunto yang berjumlah 65 ribu jiwa lebih dapat dipenuhi karena kebutuhan beras masyarakat sekitar 6.435 ton per tahun, sedangkan hasil dari  GKG sebesar 16.651 ton, sama dengan 10.490 ton beras. Surplus 4.005 ton beras,” terang Heni Purwabingsih, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Diper­tahut Sawahlunto, Minggu (17/4).

Pada 2016, lanjutnya, pihaknya hanya menargetkan hasil produksi GKG sekitar 3 persen karena ada beberapa lahan perta­nian terkena banjir bandang pada awal Januari lalu.  Perbaikan lahan itu baru dapat dilaksanakan pada pertengahan tahun ini sehingga pihaknya tak bisa memberikan target yang signifikan.

Heni menambahkan, sekitar 103 hektare lahan persawahan di 9 kelompok tani di 3 desa, di ataranya Desa Talago Gunung, Desa Kolok Nan Tuo dan Kolok Mudik, rusak diterjang banjir bandang setelah hujan lebat pada 7 Januari 2016. Melalui APBD Provinsi Sumbar, sawah yang rusak ter­masuk jaringan irigasinya mendapat ban­tuan dana Tugas Pembantuan (TP), dengan luas bantuan 200 hektare , dengan anggaran Rp1,6 juta per hektare.

“Bantuan tersebut saat ini dalam persia­pan, sosialisasi dan pemberkasan secara administrasi surat perjanjian kerja sama dengan kelompok tani. Gambarnya tengah disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan proses pengerjaannya akan diserahkan kepada kelompok yang mene­rimanya,” terang Heni.

Ia melanjutkan, untuk mengejar target peroduksi GKG tahun ini, pihaknya akan mengoptimalkan serapan bantuan dari pusat yakni dengan pengembangan sistem tanam jajar legowo seluas 500 hektare, pengem­ba­ngan lahan kering 200 hektare, bantuan be­nih bersubsidi untuk 500 hektare, serta re­habilitasi jaringan irigasi seluas 200 hektare. Ia yakin, dengan penyerapan bantuan yang maksimal, akan mampu menggapai surplus kembali pada tahun ini. (h/mg-rki)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]