KS BMT Muhammadiyah Sumbar

Aset Meningkat dengan Metode Ekonomi Syariah


Senin, 18 April 2016 - 03:25:50 WIB

PADANG, HALUAN — Di tengah ketidakstabilan ekonomi nasional selama tiga tahun belakangan, Koperasi Syariah BMT Muhammadiyah Sumatera Barat (Sumbar) malah semakin berkembang dengan menggunakan metode ekonomi syariah.

Bahkan, pertumbuhan asset koperasi ini meningkat 6 hingga 8 persen per tahun. Kini, koperasi ini memiliki aset Rp 31,2 miliar.

Ketua Pengurus Koperasi Sya­ri’ah BMT Muham­ma­di­yah Sumbar, Mirwan Pulu­ngan mengatakan, ketidak­sta­bilan ekonomi secara na­sio­nal tiga tahun belakangan ada­lah pe­ngalaman berharga ba­gi pelaku usaha mikro mau­pun makro. Kurs mata uang, har­ga BBM, dan pendapatan ma­syarakat yang naik turun mem­buat pe­laku usaha harus be­kerja lebih untuk mem­per­tahankan dan mengem­bang­kan usaha.

“Banyak pelaku usaha yang menjerit selama tiga tahun belakangan. Sebagian dari mereka ada yang rugi besar, bahkan ada yang gulung tikar. Pelaku usaha bisa berta­han apabila bisa mencari solusi atas persoalan naik turunnya kurs mata uang, BBM, dan pendapatan masya­rakat,” tutur Mirwan dalam Rapat Akhir Tahunan (RAT) KS BMT Muhammadiyah Sumbar di Gedung Dakwah Sumbar, Sabtu (16/4).

Ia mengungkapkan, solusi untuk bertahan dan ber­kem­bang di tengah carut marut perekonomian adalah metode sya­riah, sesuai dengan dasar eko­nomi yang berlaku dalam Is­lam. Koperasi hanya mene­tap­kan keuntungan laba, me­ngem­­bangkan mitra usaha, meng­giatkan produksi dan pen­jualan, dan menghindari riba.

“Jika kami tunduk dengan sistem ekonomi konven­sio­nal, koperasi ini bisa hancur sebab sistem konvensional dituntun oleh kekuatan pasar. Jika menggunakan sistem konvensional, ketika pasar anjlok, koperasi juga anjlok. Jadi, untuk menanggulangi hal tersebut, kesusahan eko­no­mi hanya bisa ditanggulangi dengan sistem syariah. Dalam system syariah, kami harus aktif meningkatkan jual beli, produksi, mengembangkan mitra usaha, dan tidak mema­kan riba,” paparnya.

Ia menyebutkan, penda­patan KS BMT Muham­madi­yah Sumbar pada 2013 sebe­sar Rp 3,02 miliar, pada 2014 berjumlah Rp 4,04 miliar, dan pada 2015 sebanyak 4,6 miliar. Sedangkan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada 2013 sebesar Rp 619 juta, pada 2014 berjumlah Rp650 juta, dan pada 2015 sebanyak Rp­683 juta. Dari angka tersebut, perkembangan koperasi sejak tiga tahun terakhir naik sekitar 6 hingga 8 persen per tahun.

Dengan perkembangan usa­­­ha dan nilai aset yang cu­kup besar itu, kata Mirwan, KS BMT Muhammadiyah Sum­bar menjadi salah satu da­ri lima koperasi syariah ter­baik se-Indonesia. Bahkan, ko­perasi itu kini dipercaya un­tuk mengelola Pos Daya Naga­ri yang berfokus dalam pe­ngem­bangan usaha petani ja­gung, peternakan sapi, dan kon­veksi.

Sementara itu Staf Ahli Walikota Padang, Bambang Sutrisno menuturkan, Pemko Padang sangat mendukung gerakan perekonomian secara syariah yang terus digalakkan oleh KS BMT Muham­ma­diyah Sumbar. Dengan meng­gunakan system syariah, kope­rasi tersebut terbukti mampu berkembang di tengah keti­dak­stabilan ekonomi nasio­nal selama tiga tahun belaka­ngan.

“Kami banyak melihat masyarakat yang mem­butuh­kan modal untuk usaha yang meminjam ke tempat pemin­jaman yang memiliki bunga besar dengan iming-iming pinjaman cepat dicairkan. Tetapi nantinya, masyarakat sendiri yang rugi karena jum­lah kredit pengembalian pin­jaman itu cukup tinggi. Jadi, kami menganjurkan masya­ra­kat untuk meminjam ke pi­hak-pihak yang memakai sistem ekonomi syariah guna menekan beban kredit pin­jaman,” harapnya.

Ia menambahkan, kesuk­sesan KS BMT Muham­ma­diyah Sumbar tak terlepas dari kepiawaian anggota-ang­go­tanya yang mayoritas ada­lah anak-anak muda. Kelak, mereka bisa menjadi mentor untuk menyukseskan pro­gram Pemko Padang yang ingin menciptakan 10.000 pengusaha muda. (h/mg-ang)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]