Rencana Pembongkaran Pasar Menuai Reaksi


Senin, 18 April 2016 - 03:32:53 WIB

Agam, Haluan — Pedagang Pasar Inpres Padang Baru, Lubuk Basung, mempertanyakan rencana pem­bongkaran yang bakal dilakukan pengurus pasar serikat Padang Baru Lubuk Basung-Geragahan, Kecamatan Lubuk Basung 20 April mendatang.

Mereka menolak pembongkaran selagi belum ada kejelasan nasib pedagang.

Pengurus pasar sudah melayangkan surat, peringatan pertama 008/PPSPB/LB G/III-2016, peringatan kedua dengan Nomor 009/PPSPB/LB-G/IV-2016. Ke­bijakan itu dila­kukan berdasarkan rapat seluruh pengurus pasar beserta instasi terkait 11 Maret tentang pasar bersih Kabuapten Agam, di Kota Lubuk Basung.

Kegeraman pedagang, karena nasib mere­ka tidak ada kejelasan, selain itu pedagang juga tidak pernah diikutsertakan, dalam rapat-rapat pembersihan tersebut. Pembersihan serta pembongkaran diren­canakan bakal dilakukan pada ruas mau­pun blok barisan mushala sampai los ikan. Pedagang meminta agar ada kejelasan ratusan nasib pedagang yang ber­jualan.

Ketua Ikatan Pedagang Kecil Pasar Inpres Padang Baru, Fauzi Syofyan, Ming­gu (17/4) mengatakan, surat rencana pembersihan, serta pembongkaran yang dilakukan pengurus pasar memang sudah dilayangkan kepada pedagang. Melalui surat peringatan kedua pengurus pasar meminta pedagang yang menempati kios maupun memiliki lapak untuk segera mengo­songkan, atau membongkar sendiri bagunan mereka.

“Pengurus pasar memang sudah mela­yang­kan surat kepada sekitar 135 pedagang yang bakal ditertibkan. Bahakan mungkin masih ada lagi yang belum terdata. Namun kita sangat menyayangkan rencana itu tidak diiringi dengan solusi pemindahan pe­dagang,” ka­tanya.

Fauzi mengatakan, pedagang bukan ber­mak­sud menghalangi pembangunan, namun mengingkan adanya kejelasan, serta meminta pengurus pasar bisa, pertama, harus ada kejelasan penempatan bagi pedagang, kedua, bagaimana dengan penggantian kios serta lapak, ketiga, adanya tenggang pembongkaran sampai leberan mendatang.

Menurutnya, seluruh pedagang yang berjualan di lokasi ini sudah sangat lama. Bahkan ada yang puluhan tahun. Selain itu mereka tidak gratis, mereka menbayar iuran disitu. Pada prinsipnya pedagang, sangat mengantungkan nasib mereka dengan ber­jualan.

“Kami tidak menghalangi. pembangu­nan, tetapi harus ada kejelasan. Pedagang harus dibawa bermusyawarah, jangan ambil kebi­jakan sepihak saja. Pedagang sudah susah dengan jangan di persulit lagi,” jelasnya. (h/yat)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]