Revitalisasi Pasar Raya Berkonsep Religi


Senin, 18 April 2016 - 04:16:03 WIB
Revitalisasi Pasar Raya Berkonsep Religi Sejumlah pedagang menanti pembeli di pasar penampungan, Pasar Raya, Padang, Minggu (16/4). Pedagang berharap mendapat tempat yang lebih baik dan nyaman bagi konsumen. (RIVO SEPTI ANDRIES)

PADANG, HALUAN—Di sela-sela membenahi Pantai Padang, Pemerintah Kota Padang juga terus membenahi Pasar Raya Padang. Dengan revitalisasi Pasar Raya, diharapkan nantinya pengunjung akan merasa aman, nyaman, tertib dan bersih saat berbelanja.

Wakil Walikota Padang, Em­zalmi, Minggu (16/4) mene­kankan, konsep revitalisasi Pasar Raya lebih diarahkan kepada religius. Dimana nantinya ba­ngunan Pasar Raya akan terhu­bung dengan Masjid Taqwa Mu­ham­madiyah. “Dalam peren­canaannya, nanti atap bangunan Pasar Raya seperti orang sedang sujud,” ujar Emzalmi kemarin ini.

Dimaksudkan Emzalmi, nan­tinya pembangunan Pasar Raya terutama di fase satu hingga fase tujuh akan satu koridor dengan masjid. Sehingga saat waktu shalat tiba, seluruh pengunjung dan pemilik toko menunaikan shalat secara berjamaah. “Kita jadikan koridor tersebut sebagai tempat shalat bagi pengunjung dan pemilik toko. Jadi ketika waktu shalat tiba, toko ditutup dan semuanya melakukan shalat berjamaah,” terang Wawako.

Tujuan dibangunnya Pasar Raya dengan konsep religi di­mak­sudkan agar seluruh pe­ngunjung dan pemilik toko ter­mo­tivasi untuk selalu men­dekat­kan diri kepada Allah SWT. Tidak hanya mementingkan duniawi, tetapi juga akhirat. “Dengan konsep ini kita mem­punyai identitas dan menggam­barkan religi,” sebut Emzalmi.

Seperti diketahui, saat ini Inpres I, II, dan III tengah dikerjakan. Dipastikan Inpres II dan IV selesai pada tahun 2016 ini. “Sedangkan Inpres III diker­jakan secara multiyears,” ungkap Wawako.

Apabila semua Pasar Inpres itu selesai, seluruh pedagang yang berjualan memakan badan jalan di Pasar Raya akan dipin­dahkan. Diharapkan pada akhir tahun ini Pasar Raya tertata rapi dan nyaman untuk dikunjungi.

Sejalan dengan rencana pem­bangunan Pasar Raya berkonsep religi, Pemerintah Kota Padang terus memberantas penyakit masyarakat. Begitu juga maksiat terselubung di Pasar Raya Pa­dang.

Salon di kawasan Padang Theatre yang ditenggarai dija­dikan tempat untuk melakukan asusila disegel pihak Dinas Pasar kemarin ini. Usai melakukan penyegelan, Pemko Padang akan memanggil pemilik salon dan kafe di kawasan tersebut. Pe­mang­gilan ini untuk membahas kelanjutan beroperasinya k­egiatan mereka di kawasan itu.

Kepala Dinas Pasar Kota Padang, Endrizal menyebut penyegelan beberapa salon dan kafe itu karena dilanggarnya kesepakatan pada 17 September 2015 lalu. Dimana pemilik salon dan kafe sepakat tidak ada lagi praktik asusila di lokasi itu.

Namun pada Kamis (14/4) lalu, ketika pihak Dinas Pasar melakukan pengecekan ke lo­kasi, ditemukan satu pasangan yang melakukan tindakan asu­sila. (h/ows)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]