Kasus Perceraian di Sumbar Tinggi


Senin, 18 April 2016 - 04:19:30 WIB

PADANG, HALUAN — K­a­sus perceraian di Sumatera Barat (Sumbar) masing ting­gi. Pada tahun 2015, tercatat sebanyak 42.706 orang ter­jadi perceraian, dimana 6.071 pasang terjadi di­aki­bat­kan oleh gugat ce­rai. Selain itu 92.000 pasang dari 101.000 pasang ma­sya­rakat masuk RSJ HB Saanin, stress disebabkan oleh kasus perselingkuhan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Wi­layah K­ementerian Agama Pro­vinsi Sumatera Barat Drs. H. Salman di hadapan Gu­bernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Sekretaris BP4 Pusat Najib Anwar, ketika pengukuhan pengurus Badan Penasihatan, Pembinaan, Pelestarian Perkawinan BP4 kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

“Untuk itu BP4 Su­matera Barat berperan un­tuk mengurangi angka per­ceraian. Kami berharap pengurus BP4 kabupaten/kota melakukan kegiatan kur­sus pasca per­ka­wi­nan,” Ucap Salman.

Ke depan Salman akan mem­buat syarat menikah di Kan­tor Urusan Agama (KUA) harus memiliki ser­tifikat kursus pranikah.

Najib Anwar dalam sam­butannya mengatakan, ting­ginya perceraian di da­lam perkawinana memang tidak bisa dihindari. Na­mun, bisa di­minimalisir dengan pe­nge­tahuan agama, pen­di­dikan dan pemahaman per­nikahan.

“Mudah-mudahan de­ngan diadakannya Muswil ini akan melahirkan pe­ngu­rus baru dan program yang berkualitas serta ber­ke­lanjutan. Mengurangi angka perceraian dan me­ning­kat­kan kualitas perkawinan.”

Selanjutnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno da­lam sambutannya me­nga­takan pentingnya pe­ma­haman tentang per­ka­winan bagi calon suami dan istri merupakan harga mutlak. Ka­rena kehidupan berke­luar­ga harus dipahami se­belum menempuhnya.

“Peranan nasehat, pem­binaan ternyata amatlah penting. Namun yang paling tepat adalah pembekalan kepada calon suami atau calon istri tentang ba­gai­mana kehidupan ber­ke­luarga nantinya ke depan. Perceraian dikarenakan orang tidak paham akan hal tersebut, oleh karena itu BP4 Provinsi Sumatera Ba­rat masuk untuk mem­be­rikan bimbingan serta pe­ngetahuan kepada orang-orang yang kurang me­m­a­hami hal itu sehingga dapat mencegah perceraian dan berfikir sebelum bertindak” jelas Irwan.

Ia menambahkan, S­e­lain itu perlu adanya so­sialisasi dari BP4 Provinsi Sumbar tentang tata cara berkeluarga serta do’a-do’a yang di­per­lukan dalam ke­hidupan ber­keluarga. Se­hingga para calon suami istri akan sadar ar­­tinya berkeluarga dan pe­r­nikahan me­rupakan takdir dari Allah SWT.

“Saya rasa penting untuk Kemenag agar membuat nas­kah akademik tentang kursus pranikah. Nantinya kita gu­bernur beserta jajaran akan mengusulkan ke DPRD un­tuk menjadi Per­da. Dan ten­tunya Perda ini nantinya untuk mengurangi angka perceraian di Sum­bar,”tutup Irwan Pra­yitno.(h/ows)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]