RPJMD Limapuluh Kota Diawali dari Nagari


Senin, 18 April 2016 - 04:23:25 WIB
RPJMD Limapuluh Kota Diawali dari Nagari SEKITAR 300 orang hadir dalam Dialog Forum Editor (Feds) di Gedung Politani Unand Tanjung Pati, Minggu (17/4) petang. Dialog Feds itu dalam rangka membedah Visi Misi Bupati Limapuluh Kota untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

TANJUNG PATI, HALUAN — Kabupaten Limapuluh Kota siap menjadi salah satu Kabupaten yang ‘bersinar’ di Sumatera Barat. Bupati Irfendi Arbi menyebutkan bahwa dia bersama Wakil Bupati Ferizal Ridwan akan melaksanakan tata kelola pemerintahan sepenuhnya untuk kemajuan kabupaten.

Syafaruddin Dt. Ban­darao Rajo, Ketua DPRD menganggap pasangan ke­pala daerah generasi muda ini tentu amat memiliki kemampuan mobilitas yang tinggi untuk menyem­purnakan apa yang sudah dilaksanakan oleh Bupati Alis Maradjo.

Mantan Bupati Alis Ma­ra­jo juga meyakini bahwa generasi penerusnya itu amat memahami apa yang mesti dilakukan sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dalam visi daerah Kabupaten Lima­puluh  Kota, adalah bagai­mana pemerintah daerah membawa daerah ini men jadi daerah yang maju.

“Menyejahterakan mas­yarakat dan memperkuat kemampuan pemerintah untuk memberdayakan mas­yarakat adalah sebuah ke­niscayaan saat ini lima atau sepuluh tahun yang akan datang,” kata Alis Marajo.

Percakapan yang menjadi pembuka itu, adalah penggalan dari Dialog Forum Editor seri ke-28 di gedung Politani Unand Tanjung Pati kemarin petang. Dialog Feds kemarin itu adalah dalam rangka membedah Visi Misi Bupati Limapuluh Kota untuk dikatamhaluih  buat Ren­cana Pembangunan  Jangka Me­nengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

Ketua Forwana (Forum Wali Nagari) Sumbar, Irmaizar meli­hat bahwa visi-misi Bupati Lima­puluh Kota kali ini cocok dengan apa yang diharapkan rakyat.  “Membangun dari Nagari menu­rut kali adalah pengejawantahan ‘membangun dari pinggi’ seba­gaimana yang ada dalam visi Presiden Joko Widodo,” kata dia.

Hanya saja, kata dia, para Wali Nagari berharap Nagari jangan dijadikan bola. Nagari hendaknya diurus oleh satu SKPD atau nagari menjadi seting­kat SKPD.

Dari visi  misi ini persentuhan dengan ekonomi memang tak mungkin tidak, harus menjadi bagian penting. Ekonom Unand, Prof. Werry Darta Taifur melihat pertumbuhan ekonomi kabu­paten ini ternasuk yang terbaik. Hanya saja belum maksimal.

“Kabupaten ini beruntuang, karena kegiatan ekonomi sudah tersebar ke semua wilayah-wila­yah dan pergerakan ekonomi itu tumbuh kembang di sana. Hanya saja bagaimana ia lebih cepat tumbuh dan investasi mengucur dari luar ke daerah ini,” kata mantan Rektor Unand.

Sayangnya, kata dia, duku­ngan data yang pasti untuk keper­luan pengambilan keputusan penanaman modal di Kabupaten Limapuluh Kota, berdasarkan pengalaman Werry, amat minim.

Mantan Kadis PU Pengairan, Ismet M.E, infrastruktur menjadi mutlak diperhatikan apabila ingin menggenjot ekonomi Lima­puluh Kota sebagaimana disebut Prof. Werry tadi. Ismet melihat prosoalan infrastruktur ini tidak sekedar bagaimana membangun baru tapi juga penting digaris­bawahi tentang bagaimana meme­liharanya. “Setelah dibangun tapi lupa memikirkan program me­me­liharanya tentu jangka waktu keterpakaian infrastruktur terse­but akan pendek dan cepat ru­sak,” kata Ismet.

Kepala Bappeda Sumbar, Afriadi Laudin membenarkan pentingnya urusan pemeliharaan dalam pembangunan  infra­struk­tur. Tapi Pemkab Limapuluh Kota pun perlu agak agresif me­ngusulkan hal-hal yang me­nyangkut ini. Yang jelas kata Afriadi Laudin, draft RPJMD Limapuluh Kota ini cukup ber­korelasi dengan RPJMD Sumbar sehingga tidak sulit mereali­sasikan  apa yang mesti diputus di provinsi tentang Limapuluh Kota.

Mantan Ketua DPRD dan mantan Sekda Limapuluh Kota, Ismardi lebih melihat pariwisata sebagai bagian penting visi-misi Bupati Irfendi-Ferizal. “Harau amat menunggu sentuhan tangan pasangan muda Bupati dan Wakil Bupati ini, agar objek wisata ini bisa singkron dengan berbagai produk ekonomi di ddaerah ini seperti jeruk, peternakan,” kata dia.

Maka yang mesti jadi per­hatian Pemkab Limapuluh Kota adalah bagaimana menjadikan semua ojek wisata daerah ini menjadi objek wisata yang ramah dan sangat bersahabat dengan pengunjung.

Prof. Ardi, salah seorang nara­sumber menilai Limapuluh Kota ini kaya dengan SDM dan SDA. Perantau sama banyak dengan mereka yang tinggal di kampung. “Tapi tidak ada data yang pasti by name by adress dari perantau itu. Ini amat berpotensi untuk ikut serta membangun daerah,” kata Ardi dalam dialog yang dimo­deratori oleh Wakil Ketua PWI Sumbar, Khairul Jasmi.

Ia melihat lebih menukik lagi pada potensi SDA. Ada banyak pohon enau di daerah ini. Enau atau aren sangat berpeluang menjadi primadona ekonomi selain peteranakan  ayam.

Wartawan senior Hasril Cha­niago yang merupakan putra daerah, menyambung apa yang disebut Prof. Ardi perihal kom­plitnya SDM-SDA di Limapuluh Kota. “Banyak orang cerdas di Limapuluh kota atau orang Lima­puluh Kota. Orang Limapuluh kota lebih suka di bidang aka­demik dan ekonomi/bisnis dan tidak banyak tertarik untuk dunia politik. Dalam posisi seperti itu, seorang Bupati mesti memulai cara bekerjanya sebagai kepala daerah yang menghadapi rakyat yang cerdas,” kata Hasril. Dengan potensi yang besar dan sudah tumbuh, tentu Bupati dengan visi-misinya harus membuat semua potensi yang sudah itu menjadi makin tumbuh ber­kembang lagi.

Dialog yang disaksikan ham­pir 300 pengunjung yang mema­dati aula Politani, juga me­ngu­n­dang mantan Direktur Transmisi dan Distribusi PLN, H.Herman Darnel Ibrahim. Ia kembali menjemput apa yang disebut Prof. Ardi bahwa daerah ini punya SDM yang cerdas. “Tapi bagaimana pun cerdasnya, yang perlu lebih cerdas tentu bagai­mana pemerintah memanfaatkan ptensi-potensi cerdas tersebut agar bermanfaat untuk me­ngem­bangkan daerah,” kata HDI, begitu sapaan akrabnya.

Ia melihat, bagaimana kepala daerah dengan cerdas mem­perbanyak sumber ekonomi yang membuat rakyat makin sejahtera. “Tapi juga penting bagaimana kepala daerah cerdas juga meng­gunakan anggaran sehingga efektif dan berhasil guna,” ujar putra Talang Maur.

Gambir adalah salah satu potensi besar Limapuluh Kota. Kata Rinaldi, seorang pengusaha gambir. Kini rata-rata produksi gambir Limapuluh Kota sampai 16 ribu ton. Harganya Rp53 ribu/kilo di tingkat petani. “Kami hanya khawatir harga akan jatuh lagi, maka pemerintah kabupaten hendaknya mulai memikirkan agar tumbuh industri gambir di daerah ini, agar nilai tambahnya menjadi tinggi,” kata Rinaldi.

Nah, dalam urusan inilah seyogianya pemerintah bekerja, SKPD hendaknya mampu mem­baca apa yang dikhawatirkan Rinaldi tadi,” ujar Prof. Helmi. Kecerdasan aparatur sebagai­mana yang disebut Dr. Herman Darnel, menurut Prof Helmi adalah bagaimana kepala daerah mensinergikan semua SKPD untuk itu. Jangan lagi bekerja sektoral. “Mesti di Limapuluh Kota itu terlihat gerakan yang sangat lintassektoral,” kata guru besar Unand ini. (h/rel)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 20 Oktober 2016 - 03:15:54 WIB

    NMP Program Unggulan RPJMD

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Program Nagari Mandiri Pangan (NMP) salah satu program unggulan pada Rencana Pem­ba­ngunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lima puluh Kota tahun 2016-2021..
  • Senin, 15 Agustus 2016 - 11:24:31 WIB

    DPRD Sahkan Perda RPJMD Dharmasraya

    DHARMASRAYA, HALUAN — Setelah melewati pembahasan hampir dua bulan, Ranperda RPJMD Kabupaten Dharmasraya 2016-2021, akhirnya resmi disah­kan dalam Sidang Paripurna DPRD Dharmasraya, Sabtu (13/8)..
  • Kamis, 11 Agustus 2016 - 16:15:21 WIB

    RPJMD Kabupaten Pasaman Barat Disahkan

    RPJMD Kabupaten Pasaman Barat Disahkan PASBAR,HALUAN--Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Priode 2016-2021 dan Tata Niaga Sawit disahkan dalam sidang paripurna terbuka DPRD Pasbar, di Kantor DPRD Pasbar .
  • Selasa, 19 Juli 2016 - 06:54:20 WIB

    Dewan Dukung RPJMD Agam

    AGAM, HALUAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DP­RD) Kabupaten Agam men­dukung serta memberikan reko­mendasi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Agam 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah.
  • Rabu, 29 Juni 2016 - 06:14:33 WIB

    Rapat Gabungan Bahas RPJMD Memanas

    SIJUNJUNG, HALUAN — Rapat gabungan Komisi dengan Pemerintah Daerah menge­nai Pembahasan Draf Rancangan RPJMD tahun 2016 – 2021, Senin (27/6) di DPRD Sijunjung dan dihadiri oleh satu orang unsur pimpinan DPRD berlangsu.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]