Musda ke-VI PPNI Kota Padang

Perawat Diharapkan Kembangkan Jasa Homecare


Senin, 18 April 2016 - 14:53:39 WIB

PADANG, HALUAN — Tak se­ban­dingnya ketersediaan lowongan pe­kerjaan dengan lulusan keperawatan membuat sebagian besar perawat masih menganggur atau bekerja di luar bidang keilmuannya. Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengharapkan perawat mulai ber­pikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan, seperti pengembangan jasa Homecare (jasa asuh pribadi).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Padang, Eka Lusti, di hadapan para perawat Kota Padang dalam gelaran Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Dewan Peng­urus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Padang, bertempat di Hotel Mercure, Sabtu (16/4).

“Banyak jalan yang sebenarnya dapat dimanfaatkan dan menjadi peluang bagi para perawat. Tidak melulu menunggu lowongan pe­kerjaan saja. Terlebih saat ini pe­merintah sedang memoratorium pem­bukaan PNS. Menurut saya, pelayanan homecare dapat menjadi salah satu pekerjaan yang patut dikembangkan,” jelas Eka.

Homecare di sini, lanjut Eka, tidak dapat disamakan dengan pembantu rumahtangga. Karena homecare be­kerja sesuai dengan keilmuan yang didapatkan perawat selama menem­puh pendidikan keperawatan. Seperti merawat anak atau orangtua yang sakit dan lain sebagainya.

“Menurut saya, saat ini banyak yang membutuhkan jasa seperti ini. Dan sebenarnya, bukankah pekerjaan tersebut memang jadi keahlian para perawat. Tidak perlu gengsi asalkan dikerjakan secara profesional dan dengan aturan yang jelas. Termasuk soal gaji, walau tak terlalu besar, tentunya bisa dilakukan negosiasi sehingga jelas,” katanya lagi.

Menanggapi hal ini, Ketua DPD PPNI Kota Padang, Azis Manggara, mengatakan bahwa perawat di Kota Padang memiliki kemampuan yang layak untuk menawarkan jasa home­care. Hanya saja, banyak yang ragu-ragu terkait reward (gaji) yang akan didapatkan jika bekerja sebagai pem­beri layanan homecare.

“Sah-sah saja dan memang sesuai dengan apa yang dipelajari di kampus. Soal ikhlas dalam bekerja, tentu saja ikhlas. Namun bagaimana soal gaji yang didapatkan nanti, tentunya tidak bisa disamakan dengan pembantu rumahtangga. Perawat ini pekerja profesional, tentu diharapkan dapat memperoleh gaji minimal setara upah minimum regional (UMR). Saya pikir kalau sesuai dengan UMR, perawat kita akan siap-siap saja,” katanya.

Saat ini menurut Azis Manggara, terdapat 2.885 perawat yang tergabung dalam DPD PPNI Kota Padang, di samping itu, ribuan perawat lain masih belum bergabung dan banyak yang belum mendapatkan pekerjaan tetap atau bekerja di luar keahlian.

“Kami juga berharap pemerintah ikut memfasilitasi perawat kita, agar mudah menemukan pekerjaan. Apa­kah dengan membantu penyaluran perawat untuk jasa homecare, atau kesempatan bekerja di luar negeri, dan lain sebagainya,” ujarnya lagi.

Terkait Musda ke-VI PPNI Kota Padang yang mengambil tema Me­ningkatkan kualitas dan eksistensi perawat sebagai sumber kekuatan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan, Azis berharap agar sia­papun yang terpilih sebagai Ketua DPD PPNI Kota Padang lima tahun ke depan, agar benar-benar bekerja penuh dedikasi bagi PPNI, sehingga dapat memecahkan berbagai perso­alan yang ada, seperti masalah lowo­ngan pekerjaan, kualitas pelayanan dan lain sebagainya. (h/isq)

 

 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]